Kamis, 18 Desember 2014

KECEWA (?)

Harusnya, hari ini gue ngepost artikel yang udah gue buat beberapa hari lalu. Tapi, tiba-tiba ditempat ini gue sendiran dan hujan, dan ini moment yang bakal sia-sia banget kalau dilewatkan.
.......................................................................
          Beberapa hari ini, lagi suka-sukanya sama lagu jazz. Tapi sebelum beberapa hari ini, dari dulu emang suka lagu jazz sih. Tapi gue tipikal penyuka yang bertahan lama, tapi setelah bosan yaudah bakal ganti aliran lagi. Sampai akhirnya gue nemuin lagi kesukaan gue terhadap Jazz. Musik Jazz itu indah, tatanan melodi yang rapi, perlahan menghanyutkan dan paling cocok disetel pas hujan kayak gini.
Pernah enggak, kalian ngerasa kecewa ? , dan gue tahu jawabannya adalah Pernah. Semua orang yang menginjakkan kakinya didunia itu enggak bisa lepas dari sebuah pengharapan dan sekedar berharap, tapi pada kenyataanya enggak semua hal yang kita harapkan akan menjadi kenyataan; kita dapatkan, dan lalu apa...........bukankah kecewa itu mengiringinya? Dan itu manusiawi kok :”””””””). Kamu bisa belajar banyak dari rasa kecewa itu, bukan untuk Flashback tapi untuk lebih antisipatif terhadap sesuatu hal kedepannya.       
Tapi beberapa merasa tidak perlu kecewa, ketika dia menyadari bahwa posisinya bukanlah siapa-siapa, terlebih untuk hal yang secara gamblang bukan urusan kita. Tapi.............bukankah tokoh yang berperan sebagai sosok yang kecewa itu selalu punya banyak alasan untuk menyangkal bahwa alasannya dan rasa kecewanya adalah benar, walau dengan menghela nafas tokoh itu nantinya akan paham mengenai hal yang dikecewakan yang bersifat bukan urusannya; amat pribadi.
Gue melihat dikacamata gue, kebetulan gue benar-benar minus sih...........menyia-nyiakan kesempatan adalah hal yang salah secara umum, tapi secara individual, siapa saja berhak memutuskan  apa yang ingin dia pilih dengan dalih kita hanya harus mengikuti kata hati kita. Tapi bukankah kita enggak pernah tahu, mana yang dimaksudkan tuhan sebagai petunjuk agar kamu memilih apa yang dikatakan hatimu dan yang mana cara tuhan mengetahui seberapa kamu tangguh menjalani segala prosesnya dengan silauan kanan kiri. Bukankah kita pernah mendengar, bahwa didunia ini tidak pernah ada usaha yang sia-sia, sekalipun apa yang kamu jalani adalah bukan seperti yang kamu inginkan; toh ketika kamu memutuskan untuk menikmatinya maka segalanya akan berjalan baik sampai pada tahap akhir dan yakinlah enggak ada yang sia-sia, malah siapa tahu kita bisa jadi dapat dunia baru. Setidaknya setelah semuanya selesai kita bisa meneruskan lagi apa yang kita inginkan dulu, dengan terus memanfaatkan segala kesempatan yang diberikan setelah usaha tadi.
Tapi, sekali lagi............paragraf diatas ini tidak selamanya benar. Karena siapapun berhak menentukan hidupnya sendiri, ingin jadi apa dan mau jalan yang seperti apa., Disisi lain gue pikir, gue berfikir seperti paragraf diatas adalah karena selama beberapa tahun ini gue terbiasa keluar dari jalan yang gue inginkan, gue selalu mengikuti alur yang mungkin besar kesempatan untuk bisa keluar atau sekedar belok kanan sedikit, tapi bukan tentang ada atau tidaknya kesempatan; tapi tentang apa yang terjadi setelah gue mengambil kesempatan itu.
terkadang dalam hidup, tidak ada pilihan yang ada hanya keharusan. Tapi aku belajar banyak hal dari sebuah keharusan, aku percaya tidak ada usaha yang sia-sia “ – Inspirated by Gapdong
          Qoutes diatas belum lama gue ditemuin, tapi perlahan gue berusaha mendapatkan gambaran bahwa hidup gue seperti qoutes itu; memang benar adanya. Okay, lupakan.
          Dan bodohnya gue kecewa sama seseorang yang sudah membuang kesempatan yang ada, hanya karena menurut gue dia tidak bisa mengkontrol dirinya dan kebiasaanya. Bodoh, menurut gue sebuah kesempatan dan pilihan adalah hal yang amat pribadi, dan enggak seharusnya gue (sok-sok an) kecewa. Tapi udah terlanjur, dan lalu apa..............biarin mengalir enggak tahu kapan berujung.
          Oke, tapi sebelum gue ngepost ini. I realized something that we can’t forced what I think for several person. Okay, anggap aja post ini salah. Untung gue sempat sadar sebelum ngepost ini. Tapi, apapun itu, belajarlah menikmati bagaimana hidup itu....................out from the confromt zone. 

TUGAS LISTENING

Nama    : Aya Nova Annisa
NIM      : 143211045
Jurusan : Sastra Inggris 1b
Title of the movie : Maleficent 

Kamis, 18 Desember 2014

KECEWA (?)

Harusnya, hari ini gue ngepost artikel yang udah gue buat beberapa hari lalu. Tapi, tiba-tiba ditempat ini gue sendiran dan hujan, dan ini moment yang bakal sia-sia banget kalau dilewatkan.
.......................................................................
          Beberapa hari ini, lagi suka-sukanya sama lagu jazz. Tapi sebelum beberapa hari ini, dari dulu emang suka lagu jazz sih. Tapi gue tipikal penyuka yang bertahan lama, tapi setelah bosan yaudah bakal ganti aliran lagi. Sampai akhirnya gue nemuin lagi kesukaan gue terhadap Jazz. Musik Jazz itu indah, tatanan melodi yang rapi, perlahan menghanyutkan dan paling cocok disetel pas hujan kayak gini.
Pernah enggak, kalian ngerasa kecewa ? , dan gue tahu jawabannya adalah Pernah. Semua orang yang menginjakkan kakinya didunia itu enggak bisa lepas dari sebuah pengharapan dan sekedar berharap, tapi pada kenyataanya enggak semua hal yang kita harapkan akan menjadi kenyataan; kita dapatkan, dan lalu apa...........bukankah kecewa itu mengiringinya? Dan itu manusiawi kok :”””””””). Kamu bisa belajar banyak dari rasa kecewa itu, bukan untuk Flashback tapi untuk lebih antisipatif terhadap sesuatu hal kedepannya.       
Tapi beberapa merasa tidak perlu kecewa, ketika dia menyadari bahwa posisinya bukanlah siapa-siapa, terlebih untuk hal yang secara gamblang bukan urusan kita. Tapi.............bukankah tokoh yang berperan sebagai sosok yang kecewa itu selalu punya banyak alasan untuk menyangkal bahwa alasannya dan rasa kecewanya adalah benar, walau dengan menghela nafas tokoh itu nantinya akan paham mengenai hal yang dikecewakan yang bersifat bukan urusannya; amat pribadi.
Gue melihat dikacamata gue, kebetulan gue benar-benar minus sih...........menyia-nyiakan kesempatan adalah hal yang salah secara umum, tapi secara individual, siapa saja berhak memutuskan  apa yang ingin dia pilih dengan dalih kita hanya harus mengikuti kata hati kita. Tapi bukankah kita enggak pernah tahu, mana yang dimaksudkan tuhan sebagai petunjuk agar kamu memilih apa yang dikatakan hatimu dan yang mana cara tuhan mengetahui seberapa kamu tangguh menjalani segala prosesnya dengan silauan kanan kiri. Bukankah kita pernah mendengar, bahwa didunia ini tidak pernah ada usaha yang sia-sia, sekalipun apa yang kamu jalani adalah bukan seperti yang kamu inginkan; toh ketika kamu memutuskan untuk menikmatinya maka segalanya akan berjalan baik sampai pada tahap akhir dan yakinlah enggak ada yang sia-sia, malah siapa tahu kita bisa jadi dapat dunia baru. Setidaknya setelah semuanya selesai kita bisa meneruskan lagi apa yang kita inginkan dulu, dengan terus memanfaatkan segala kesempatan yang diberikan setelah usaha tadi.
Tapi, sekali lagi............paragraf diatas ini tidak selamanya benar. Karena siapapun berhak menentukan hidupnya sendiri, ingin jadi apa dan mau jalan yang seperti apa., Disisi lain gue pikir, gue berfikir seperti paragraf diatas adalah karena selama beberapa tahun ini gue terbiasa keluar dari jalan yang gue inginkan, gue selalu mengikuti alur yang mungkin besar kesempatan untuk bisa keluar atau sekedar belok kanan sedikit, tapi bukan tentang ada atau tidaknya kesempatan; tapi tentang apa yang terjadi setelah gue mengambil kesempatan itu.
terkadang dalam hidup, tidak ada pilihan yang ada hanya keharusan. Tapi aku belajar banyak hal dari sebuah keharusan, aku percaya tidak ada usaha yang sia-sia “ – Inspirated by Gapdong
          Qoutes diatas belum lama gue ditemuin, tapi perlahan gue berusaha mendapatkan gambaran bahwa hidup gue seperti qoutes itu; memang benar adanya. Okay, lupakan.
          Dan bodohnya gue kecewa sama seseorang yang sudah membuang kesempatan yang ada, hanya karena menurut gue dia tidak bisa mengkontrol dirinya dan kebiasaanya. Bodoh, menurut gue sebuah kesempatan dan pilihan adalah hal yang amat pribadi, dan enggak seharusnya gue (sok-sok an) kecewa. Tapi udah terlanjur, dan lalu apa..............biarin mengalir enggak tahu kapan berujung.
          Oke, tapi sebelum gue ngepost ini. I realized something that we can’t forced what I think for several person. Okay, anggap aja post ini salah. Untung gue sempat sadar sebelum ngepost ini. Tapi, apapun itu, belajarlah menikmati bagaimana hidup itu....................out from the confromt zone. 

TUGAS LISTENING

Nama    : Aya Nova Annisa
NIM      : 143211045
Jurusan : Sastra Inggris 1b
Title of the movie : Maleficent 

 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template