“Hardwork
beats talent when talent doesn’t work” – Tim Notke
Sepertinya kata-kata itu sudah ada
sejak lama tapi entah tanpa sengaja atau disengaja oleh tuhan sehingga quotes
itu sangat mudah ditemukan belakangan waktu ini. Pandangan mata yang mulai sayu,
kepala yang mulai terpangku diatas tangan, dan hembusan nafas yang mulai pelan
didapati terkejut oleh adanya quotes itu, seperti membangkitkan kembali
energi-energi yang sudah padam. Tapi toh, bangkit saja itu tidak cukup. Jika
beberapa orang percaya diri dengan membanggakan kata-kata “yang penting niat
dulu, berkeinginan dulu………………..” terhadap mimpinya. Tapi ini lain, kata-kata
atau makna dibalik kata-kata itu tidak membanggakan sama sekali. Yah pada
akhirnya tertahan dalam keyakinan bahwa bangkit aja itu enggak cukup, niat aja
enggak cukup. Tunggu, bangkit dan niat itu sebenarnya berkemungkinan berbeda
maksud, tapi tetap saja yang bangkit akan berkelanjutan dengan niat atau
berkeinganan (kembali).
Yang
terbiasa terjatuh mungkin tidak bisa ditembus dengan kata-kata semacam itu,
yang terbiasa terjatuh sudah kenyang dengan pengalaman…………….yang terbiasa
terjatuh kadang pula tidak sadar bahwa dia sudah mendapatkan apa yang
sepantasnya dia dapatkan; bukan apa yang dia cari. Tapi manusia tetaplah
manusia, selalu ingin mendapatkan apa yang mereka cari dan mereka inginkan.
Mereka, tepatnya beberapa dari mereka lupa bahwa segala sesuatu memiliki
porsinya masing-masing. Padahal mereka punya tuhan, mereka punya
agama…………..bukankah semua agama mengajari umatnya untuk bersyukur atas apa yang
telah diterima oleh pribadi masing-masing. Terkadang sehebat apapun ilmu agama
yang dimiliki, manusia tetaplah manusia; mereka tidak bisa dipisahkan oleh
adanya nafsu. Tapi tidak bisa dipisahkan bukan berarti tidak bisa mengkontrol,
nafsu tetaplah bukan hal yang baik. Tunggu ini berbelit, berulang kali menulis
berbelit.
Hasil
selalu sesuai dengan seberapa besar usaha, perjuangan dan seberapa banyak
keringat, energy yang terkuras. Tidak ada usaha yang sia-sia didunia ini,
semuanya seimbang. Hanya saja terkadang manusia terlalu buta untuk melihat mana
hasil mana ujian, apa yang sesungguhnya hasil malah kita anggap ujian sehingga
lupa berucap syukur. Seberapa hebat sebuah kemampuan, minat dan bakat; tetaplah
hanya akan menjadi seonggok segel “kemampuan-bakat-minat” apabila tanpa usah
dan perjuangan didalamnya. Bakat itu seperti apa, biarpun melekat dengan erat
bersamaan dengan kayu yang dibakar pada akhirnya dia akan padam apabila kayu
dibiarkan terkena angin lewat tanpa usah menyelamatkan kayu dari terpaan angina
itu. Hasil tidak pernah dengan adanya doa dan usaha diawal.
Quote itu
sepertinya dirancang ada didunia untuk memberi peringatan kepada mereka yang
merasa memiliki kemampuan dan bakat, tapi terlena menikmati dunia tanpa mau
bekerja keras lewat kemampuan dan bakatnya. Quote itu tersebar dengan tujuang
memberi motivasi pada mereka yang sampai saat ini belum bisa menemukan
bakatnya, bahwa bakat berada dibawah kendali kerja keras untuk mendapatkan
hasilnya. Bakat tidak berarti apa-apa tanpa kerja keras, sedangkan kerja keras
tidak pernah berkhianat terhadap para pelakunya. Maka berjuanglah, apapun
itu…………bagaimana bentuk selama itu positif. Lihatlah hal-hal kecil sebagai
hasil, agar kita senantias belajar dan terus belajar.

