Harusnya,
hari ini gue ngepost artikel yang udah gue buat beberapa hari lalu. Tapi,
tiba-tiba ditempat ini gue sendiran dan hujan, dan ini moment yang bakal
sia-sia banget kalau dilewatkan.
.......................................................................
Beberapa hari ini, lagi suka-sukanya
sama lagu jazz. Tapi sebelum beberapa hari ini, dari dulu emang suka lagu jazz
sih. Tapi gue tipikal penyuka yang bertahan lama, tapi setelah bosan yaudah
bakal ganti aliran lagi. Sampai akhirnya gue nemuin lagi kesukaan gue terhadap
Jazz. Musik Jazz itu indah, tatanan melodi yang rapi, perlahan menghanyutkan
dan paling cocok disetel pas hujan kayak gini.
Pernah
enggak, kalian ngerasa kecewa ? , dan gue tahu jawabannya adalah Pernah. Semua
orang yang menginjakkan kakinya didunia itu enggak bisa lepas dari sebuah
pengharapan dan sekedar berharap, tapi pada kenyataanya enggak semua hal yang
kita harapkan akan menjadi kenyataan; kita dapatkan, dan lalu
apa...........bukankah kecewa itu mengiringinya? Dan itu manusiawi kok :”””””””).
Kamu bisa belajar banyak dari rasa kecewa itu, bukan untuk Flashback tapi untuk
lebih antisipatif terhadap sesuatu hal kedepannya.
Tapi
beberapa merasa tidak perlu kecewa, ketika dia menyadari bahwa posisinya
bukanlah siapa-siapa, terlebih untuk hal yang secara gamblang bukan urusan
kita. Tapi.............bukankah tokoh yang berperan sebagai sosok yang kecewa
itu selalu punya banyak alasan untuk menyangkal bahwa alasannya dan rasa
kecewanya adalah benar, walau dengan menghela nafas tokoh itu nantinya akan
paham mengenai hal yang dikecewakan yang bersifat bukan urusannya; amat
pribadi.
Gue
melihat dikacamata gue, kebetulan gue benar-benar minus sih...........menyia-nyiakan
kesempatan adalah hal yang salah secara umum, tapi secara individual, siapa
saja berhak memutuskan apa yang ingin
dia pilih dengan dalih kita hanya harus mengikuti kata hati kita. Tapi bukankah
kita enggak pernah tahu, mana yang dimaksudkan tuhan sebagai petunjuk agar kamu
memilih apa yang dikatakan hatimu dan yang mana cara tuhan mengetahui seberapa
kamu tangguh menjalani segala prosesnya dengan silauan kanan kiri. Bukankah
kita pernah mendengar, bahwa didunia ini tidak pernah ada usaha yang sia-sia,
sekalipun apa yang kamu jalani adalah bukan seperti yang kamu inginkan; toh
ketika kamu memutuskan untuk menikmatinya maka segalanya akan berjalan baik
sampai pada tahap akhir dan yakinlah enggak ada yang sia-sia, malah siapa tahu
kita bisa jadi dapat dunia baru. Setidaknya setelah semuanya selesai kita bisa
meneruskan lagi apa yang kita inginkan dulu, dengan terus memanfaatkan segala
kesempatan yang diberikan setelah usaha tadi.
Tapi,
sekali lagi............paragraf diatas ini tidak selamanya benar. Karena
siapapun berhak menentukan hidupnya sendiri, ingin jadi apa dan mau jalan yang
seperti apa., Disisi lain gue pikir, gue berfikir seperti paragraf diatas
adalah karena selama beberapa tahun ini gue terbiasa keluar dari jalan yang gue
inginkan, gue selalu mengikuti alur yang mungkin besar kesempatan untuk bisa
keluar atau sekedar belok kanan sedikit, tapi bukan tentang ada atau tidaknya
kesempatan; tapi tentang apa yang terjadi setelah gue mengambil kesempatan itu.
“terkadang
dalam hidup, tidak ada pilihan yang ada hanya keharusan. Tapi aku belajar
banyak hal dari sebuah keharusan, aku percaya tidak ada usaha yang sia-sia “ –
Inspirated by Gapdong
Qoutes diatas belum lama gue ditemuin,
tapi perlahan gue berusaha mendapatkan gambaran bahwa hidup gue seperti qoutes
itu; memang benar adanya. Okay, lupakan.
Dan bodohnya gue kecewa sama seseorang
yang sudah membuang kesempatan yang ada, hanya karena menurut gue dia tidak
bisa mengkontrol dirinya dan kebiasaanya. Bodoh, menurut gue sebuah kesempatan
dan pilihan adalah hal yang amat pribadi, dan enggak seharusnya gue (sok-sok
an) kecewa. Tapi udah terlanjur, dan lalu apa..............biarin mengalir
enggak tahu kapan berujung.
Oke, tapi sebelum gue ngepost ini. I
realized something that we can’t forced what I think for several person. Okay,
anggap aja post ini salah. Untung gue sempat sadar sebelum ngepost ini. Tapi,
apapun itu, belajarlah menikmati bagaimana hidup itu....................out
from the confromt zone.


