Beberapa dari mereka memahami bahwa cinta adalah sesuatu
anugerah tuhan yang indah. Lalu bagaimana dengan mereka, yang hanya sekedar
bisa berharap dan menaruh hati tanpa bisa singgah untuk saling memiliki ? Apa
ini adil ? Tentunya, kita sebagai pelaku tidak pantas mengadili bagaimana cinta
seharusnya terjadi. Biarlah pelaku yang rasanya disebut cinta itu mementukan
bagaimana posisis hatinya ? dan dengan siapakah posisi itu terpaut ?
Ini rumit sungguh, tidak tahu disebut apa. Tapi apa sebutan
yang paling tepat untuk sesuatu hal yang bisa membuatmu terbang keawan ?
sesuatu hal yang kau pikirkan sepanjang 24 jam berjalan ? sesuatu hal yang
keberadaanya dan tidak keberadaanya sering kau khawatirkan ? sesuatu hal yang
sering kau tunggu kabarnya ? sesuatu hal yang bisa membuatmu tersenyum hanya
dengan pesan dan percakapan sesederhana itu ? sesuatu hal yang saling terjebak
dalam tatapan satu sama lain ? sesuatu hal yang luar biasa menganggu hidupmu
dengan nada-nada indah yang terdengar dihatimu? Sebutan apa yang tepat untuk
hal-hal diatas ?.
Apa kamu merasa adil? Ketika seseorang berhasil melakukan
sesuatu yang membuatmu merasa special ? tapi, kamu sama sekali tidak sekalipun
mampu membuat dia merasa special denganh apa yang kita lakukan. Apa kamu merasa
pantas? Mendapatkan hal-hal luar biasa yang tidak kamu dapatkan dari sosok lain
? sedangkan kamu, hanyalah seorang pelaku yang sepertinya ingin selalu
mendapatkan hal-hal luar biasa darinya, tanpa mau memulai terlebih dahulu.
Andaikan saja kamu itu bintang, dan pelaku itu adalah malam.
Sadarkah kau, bahwa bintang butuh malam untuk mampu bersinar terang, menghiasi
langit. Lalu, apa yang didapatkan Malam yang selalu datang demi bersinarnya si
Bintang? Walaupun Malam melakukan itu tanpa sadar, yang dia tahu dia hanya
harus selalu tentang Bintang, dan Malam terus melakukan hal itu terus menerus.
Hanya saja ketika Matahari datang, Malam sesuai dengan waktunya harus padam
diantara Matahari yang bersinar saat itu, dan pada nyatanya ketika Matahari
bersinar terang dia saja tidak cukup mampu membuat Bintang menunjukkan
sinarnya. Kamu paham, bagaimana Malam melakukan semua itu? Sedangkan banyak
mata yang lebih memandang dan memuja Bintang disbanding Malam yang berdiri
konstan menjadi Latar Belakang bumi kala itu. Tidak banyak dari mereka yang
sadar bahwa Bintang tidaklah menjadi apa-apa tanpa Malam.
Kamu tahu, penulis ini……………dia tidak menyadari apa yang dia
tulis. Hanya saja apa yang saat itu tergambar dipikirannya, dia seolah tergerak
untuk menulisnya. Tapi tidak, apa yang kutulis saat ini adalah hal yang
kupaksakan, baru sampai paragraph kedua aku merasa harus membacanya.
Kamu tahu, makna dari yang ditulis ini? Aku yakin tidak. Ini
hanyalah kiasan tanpa arti. Kalaupun kau berhasil menemukan maksudnya, cobalah
pahami dan jangan terlalu dalam .
Satu lagi, apa menurutmu cinta itu selalu benar? Apa semua hal
yang bisa membuatmu bahagia dan merasa mengkhawtirkannya bisa disebut cinta?
Cinta itu rasa atau persepsi ? Lalu, mengapa ada beberapa yang menganggap dia
berlebihan. Sekian


