Malam
ini, gue enggak sengaja stalking salah satu acc famous di socmed tahun ini ,
dan mungkin untuk bberapa tahun yang akan datang dan beberapa tahun yang sudah
berlalu. Acc itu adalah sebuah account seorang remaja, yang mungkin sudah
dewasa saat ini. Karena, gue sendiri enggak tahu berapa umur pastinya. Yang
jelas dia ini adalah sosok yang tweetnya pasti sering bertebaran sekedar untuk
bahan retweetan karena tiap tweetnya yang positif dan sosoknya yang penuh
dengan inspirator.
Dan
alhasil, gue yang enggak sengaja ngeliat tweetnya diretweet sama salah satu
temen di teel dimana tweetnya saat itu ngebuat gue tahu ternyata selain
sosoknya yang inspiratif, dan followers banyak ternyata (mungkin) ini (re : hal
yang ge pikirin) adalah asal mula kenapa dia bisa sefamous ini. Dan hal yang
gue pikirin itu, tiba-tiba ngebua gue harus flashback pada perjuangan
mati-matian gue untuk sebuah mimpi gue yang simple tapi terlihat luar biasa.
Gue enggak mau njabarin hal itu disini, karena kodenya terlalu kental kalau gue
jabarin. Gue disini berusaha menjaga nama baik siapapun. Sekali lagi ini cmn
sekedar pemikiran gue, bukan apa-apa , bukan ngejelek-jelekin juga.
Okay,
scrolling timeline tweetnya dia perlahan baca dan speechless, Waw, she’s really
great, she help many peope get her/his destiny. Ketika gue baca itu, gue sih
enggak merasa begitu iri sama dia dan orang-orang yang sudah ia bantu mengingat
posisi gue saat ini yang dengan berusaha gue syukurin.
Dengan
apa yang ia jabarkan ditweetnya, dan beberapa tweet yang seolah mengajak
menjadi seperti meremehkan manusia-manusia yang enggak bisa seperti itu (atau
itu feeling gue aja ya). Gue ngelihat dia ini sosok yang rajin, berjuang
mati-matian untuk sebuah hal sebelum mendekati hari pertandingannya, great lah
bisa kayak gitu, dia sosok yang berusaha mengkontrol ketidakmampuannya harus
menjadi (sampai) mampu menyelesaikannya. Pribadi yang baik, gue melihat sedikit
ambisius tapi positif. How lucky to be like
her.................................Tapi, sesungguhnya kita enggak boleh
menelan mentah-mentah bathin kita yang terkadang selalu berbicara seperti itu
saat atau setelah kita stalking tweetnya orang hebat.
Kadang
gue mikir gini “sebenernya bukan tentang kita mau berusaha atau tidak, tapi
jauh diantara pemikiran itu selalu ada realita. Terkadang kita mengabaikan
realita lalu menciptakan pemikiran yang hebat, sehingga membuat beberapa orang
merasa sangat rendah” . Kalau di twettnya dia bilang, “tahu diri ya belajar,
tahu belum bisa yang berusaha “ – sedikit lebihnya kayak gitu. Itu tuh kayak
apa ya? Kayak dihidupnya cuman ada belajar, terus kalau kita enggak bisa bahkan
failed apa itu berarti kita enggak berusaha ? Lalu dia bilang “berusaha sampai
bisa. Sampai kamu tahu.................” – kurang lebihnya dia nulis kaya gitu.
Dan pertentangan dipihak gue adalah, apakah semua orang punya hidup senyaman
itu ? yang tiap 24 jam nya hanya diisi dengan belajar, terus mencoba bila tak
kunjung bisa, lalu mencoba lagi dan sampai kamu bisa ahli dengan hal itu, nah
apakah semua orang hidup seenak itu? Dimana dia hanya bisa memikirkan hal-hal
mengenai itu sampai bisa menaklukkanya? Lalu bagaimana dengan mereka yang punya
mimpi yang besar pula, tapi tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal itu ? yang
ada hanyalah bagaimana dia bisa pulang membawa uang dan makanan untuk membantu
ibu dan adik-adiknya? Bagaimana? . Gue juga enggak tahu
jawabannya.....................................................................................
Gue inget...................
“kita enggak bisa membandingkan
back-stage kita dengan back-stage orang lain................” – Bang Alit
(shitlicous). Nah bandingini aja enggak boleh, apalagi semacam memaksakan
seseorang / diri kita sendiri untuk melakukan hal yang sama seperti itu.
Motivasi itu sifatnya positif, walaupun terkadang beberapa orang menangkapnya
negatif, tapi........................percayalah si penulis motivasi (motivator)
pastinya bermula dengan niat hanya ingin mengajak kita menjadi lebih baik
sesuai dengan pengalamannya. Jadi buat para pembaca, jadilah pembaca yang
cerdas, jangan menilai dirimu rendah hanya karena dirimu tidak bisa seperti
sosok yang kamu baca , tapi...................apapun itu teruslah berusaha dan
mengejar mimpi itu. Walaupun gue sadar, dengan menulis koment gak nyambung
seperti ini, pastinya gue bukan pembaca yang cerdas ><


