Kamis, 27 November 2014

EVANESCE

Chimmuk, deo isang hago sipeun mari eomneunji
Hayake ssodajideon useum kkocheun
Beolsseo sideunji oraengeol eotteokhae
Kkochipeun jyeoseo (jeomjeom) heulgi doego (no)
Bultadeon gyeokjeongeun jaega doego
Wae johasseotdeon modeun geon kkok ireoke
Don’t know why
(Don’t know why)
Tell me why
(Tell me why)
Sarangeun kkeuteul hyanghaneunji
Sarajil (sarajil)
Modeun geon (modeun geon)
Wae iri areumdaun geonji
Geujeo hannat jjarbeun kkum
Sarangeun hannat kkuneun kkum
Eodum, neoneun wae (neon wae oh-ah)
Geomge modeun geol da jiwonae
Amugeotdo mot boge oh honja
Nae meotdaero yeongwonhal miraereul kkumkkuge hae
Noeureun jyeoseo (jeomjeom) geomeojigo (no)
Padoneun eonjengan buseojigo
Wae johasseotdeon modeun geon kkok ireoke
Don’t know why
(Don’t know why)
Tell me why
(Tell me why)
Sarangeun kkeuteul hyanghaneunji
Sarajil (sarajil)
Modeun geon (modeun geon)
Wae iri areumdaun geonji
Geujeo hannat jjarbeun kkum
Sarangeun hannat kkuneun kkum
I bami kkeutnamyeon
Dasi taeyangeun tteoolla balgaondaedo
Jabeul sudo eobseul
I sungani beolsseo neomu geuriwo
I don’t know
(I don’t know)
Wanna know
(wanna know)
Ireoke kkeutnan kkumin geonji
Saramdo (saramdo)
Sarangdo (sarangdo)
Naneun wae kkael su eomneun geonji
Gyeolgugeun jamsi ppunil geol
Sarangeun jamsi ppunin geol
Seuchyeogal kkumil ppunin geol
Ajigeun kkaegi sirheun geol
Hannat jjarbeun kkum hannat kkuneun kkum
Hannat jjarbeun kkum hannat kkuneun kkum


TIDAK TAHU JUDUL YANG TEPAT



 Baru sampai disini, aku merasa sangat lelah. Sungguh proses yang melelahkan, bagiku ini adalah proses adaptasiku yang terpanjang dan terburuk. Beberapa hal yang datang di permulaan membuat adaptasiku buruk. Berulang kali aku merasa ingin “cukup sampai disini...........” tapi pemikiranku tak sependek rasa berjuangku, logika selalu menuntut melangkah maju sambil berkata “ sampai kapan mau menjadi pejuang yang kalah saing ? sampai kapan mau menjadi pemimpi yang payah ? “ – enough.
          Aku mungkin tidak begitu merindukan masa-masa dulu, tapi aku sangat ingin situasi saat ini menjadi lebih baik dari dulu atau setidaknya biarkan menjadin sama. Melelahkan, sungguh.
          Sosok pendamai ini tidak bisa hidup ditengah situasi penuh kesalahapahaman. Sosok pendrama ini tidak bisa tinggal dalam skenario hiduop yang rumit dan penuh dilema dimana-mana. Sosok pemikir ini tidak bisa menutup telinga lagi untuksetiap prasangka yang ada, tidak bisa menutup mata untuk tiap tatapan sinis yang telontar.
          Aku mungkin hidup, tapi aku merasa mati dihabisi banyak hal-hal menakutkan diawal . Aku mungkin masih menjadi diri sendiri, tapi aku lebih sering merasa diam seperti ini bukan aku, aku masih bertanya “dimana aku ? “ .Aku mungkin berjalan menuju ruang itu, tapi  hatiku lebih sering ingin berhenti dan berbalik arah menghindari mata sinis itu. Aku mungkin berbicara banyak hal, memang si cerewet tetaplah si cerewet, tapi sesungguhnya suaraku hanyalah untuk menahan tiap luka dan airmata yang akan terjatuh kapan saja.
          Benar adanya, roda itu berputar. Hidupku dulu terlalu amat menarik untuk dimiliki manusia siapapun itu, sehingga saat ini tuhan mengirimkan padaku sebuah skenario serumit ini, semelehlahkan ini....................bahkan alinea pertama harus dijalan dalam 2 bulan lebih.
          Sejauh ini (?) aku bisa apa? Aku tetaplah si pengeluh penuh drama mungkin. Kalau semua orang disekitarku merasa bisa memberi saran yang baik, berikan padaku, apa ada ? Tetap aku-lah pelaku utama skenarion ini, saran mereka tidak sedikitpun membantu menyelesaikan alinea pertamaku. Aku masih harus menikmati dan terus menikmati sampai lelah, entah sampai kapan.
         

IDKWHY



          Entah ada angin apa, tiba-tiba gue pengen nulis ini. Ini bukan hal yang penting banget. Tapi beberapa hari ini gue kepikiran, gue bertanya “gue mikir kayak gini itu karena gue syirik atau karena gue kangen ? “ – dan okesip, gue yakin kedua hal itu bukan jawabannya.
          Usut punya usut sehari sebelum gue nulis ini, gue sempet ketemu sama temen lama gue disuatu tempat yang enggak bangetlah tapi lumayan buat nongkrong dengan memesan secangkir kopi dan susu /eakk/. Dan karena pertemuan itu, entah kenapa gue jadi memikirkan ini dan tertarik buat nulis hal ini. Sebelumnya memang sudah ada contact antara gue sama temen lama gue, yang membuat kami akhirnya ketemu, tapi hal-hal itu yang juga membuat gue kepikiran kearah ini.
......................................................................................................
          Beberapa hari ini, sadar gak sadar tiap gue mantengin timeline twitter kesayangan , jalannya RU nan padet yang tiap detik bisa ganti itu dan baru aja gue pantengin efbe....................dan hal terakhir pantengan gue adalah yang membuat gue perlu menulis hal-hal ini. Tapi, karena gue berusaha menjaga nama baik, gue rasa gue gak perlu sebut nama ~
          Beberapa orang disekitar gue, tentunya udah tau kalau gue saat ini berada dalam fase proses adaptasi biarpun dah 2 bulan menapaki dunia baru, dan sejujurnya ini adalah masa adaptasi terlama dan terberat buat gue. Iyaps berat, everything has changed; times changed and make many people changed. Entah kenapa, tapi dalam waktu selama ini gue masih bergejolak untuk tinggal ditempat ini, selalu sering bahkan sudah semacam niatan buat ninggalin tempat ini, but you know-lah gue hanyalah seorang pemimpi-penarget yang selalu payah dalam meraih segalanya. Im not lucky than everyone

          Sampai akhirnya gue nemuin orang, sesosok oranglah yang pasti. Gue lihat dia bahagiaaa syekali dengan hidupnya sekarang, dan menurut gue dia adalah orang yang palin bahagia dengan hidupnya sekarang disaat gue lagi sulit-sulitnya menerima kenyataan pahit hidup gue sekaranh, disaat beberapa orang masih merindukan masa putih abu-abu, dan disaat beberapa orang lebih memilih cuek dengan hidupnya sekarang. Dan diantara manusia-manusia itu, gue pikir dia adalah orang yang paling bahagia dengan hidupnya sekarang; SELAMAT.
          Tentunya sebagai teman yang baik, gue turut seneng- sangatlah bahagia. Setidaknya dia enggak merasakan apa yang gue rasain sekarang, tapi disisi lain gue mikir “Apa dulu saat bersama gue, hidupnya enggak semenarik sekarang atau gimana ? “ – dan jawabannya adalah entahlah.
          Temen lama gue yang gue ceritain diatas tadi, kebetulan habis nangis-nangis pilek telpon gue dan ngeluh tentang betapa galaunya dia dihidupnya sekarang, and then I think isn’t only me who feel if now everything is so different and difficult ~ Setelah itu beberapa teman gue sering cerita, kalau dia merindukan masa-masa putih abu-abu bahkan rajin banget ceritanya wkwkw, gue sih gemes, actually gue sendiri antara kangen dan sama (sekali) enggak kangen sama PAA, yang gue keluhin disini adalah setiap hal disini yang menurut gue sangat sulit, sangat (teramat) sulit. Lalu ada beberapa temen gue yang biarpun dia gak cerita, tapi dia berusaha tenang, berusaha tenang dalam arti gue gak liat hidupnya sekarang menarik , ya flat-flat aja gitu. Tapi gue yakin yang flat-flat itu sebenernya gasepenuhnya gemanarik, cuman mereka cuman merasa mungkin dulu dan sekarang biasa aja. Sepertinya adala 1 kelompok yang belum gue tulis disini, yaitu para temen PAA gue yang mungkin enggak nunjukin bagaimana dunianya saat ini dikarenakan mereka lagi sibuk-sibuknya menikmati sekaligus menyelesaikan setiap bagian didunianya saat ini, gue paha; mereka para manusia sok sibuk yang sebenrnya juga nyimpen kangen sama masa PAA. HAHA /pukpuk/ .
Tapi apapun itu, siapapun kalian .......................nikmatilah setiap langkah yang ada.
          Entah bermula dari apa, lalu ke apa. Tapi sebenernya udah lama gue mikir, lalu seklebat hilang gitu sih. Gue melihat salah satu temen gue, dia bahagia banget saat ini, bahkan jauh disini gue masih bisa merasakan betapa indahnya hidupnya saat ini, lewat tulisan mungil di PM nya dan beberapa status yang kebetulan munculn dilayar hape gue ,ini semacam kayak keahlian gue buat meyakini sesuatu yang gue baca muncul, dimana gue memprediksikan seseorang lewat tulisannya dan gue yakin saat ini gue gasalah. Karena, akan lebih baik sosok ini benar-benar bahagia dengan dunianya yang sekarang.
          Pernah beberapa saat gue semacam syirik gitu, tapi sekali lagi gue ucap “astaghfirullah hal-adzim “ karena gue yakin syirik dan iri itu beda tipis, dan iri itu dilarang di agama gue. Tapi, sesungguhnya sungguh manusiawi kan kalo gue iri ? hihi. Sosok ini, dia begitu menikmati hidupnya sekarang bahkan bahagia banget. Gue pernah ketemu dia sekali, selama kita udah gak ketemu beberapa minggu itu, bahkan saat dia ketemu gue, terpancar jelas wajah tanpa masalahnya. Subhanallah , luar biasa~  Iya dia bahagia diluar sana, dia menikmati betul tiap proses perjalanannya.
#Tulisan gue makin muter-muter...................................../
          Bentar, bentar................gue numpang flashback tersirat disini yah. Padahal kalo inget dulu, gue yakin dia sama bahagianya dengan gue dalam menjalani masa PAA. Bedanya, gue lihat.................dia sekarang lebih all-out  dalam menikmati hidupnya, (agak) sedikit beda dengan sosoknya yang dulu. Tapi inget-gak inget , gue inget pernah nasehatin dia buat “Life must go on; walaupun dia berulang kali ngeluh takut gabisa hidup tanpa a-b-c-d-e .................” sekarang ngeliat hasilnya, ah bangganya~
          Beberapa jam sebelum gue nulis artikel ini, gue habis dapet mensyen dari temen lama yang nyangkut ketemen lama satunya, ( istilahnya kita bertiga kayak geng gitu), terus si temen lama ini bilang kangen sama gue , ahiw lalu kami melanjutkan sedikit conversation. 2 jam setelah gue dapet mensyen itu, gue kedapetan di layar hape gue “2 panggilan tidak terjawab” dari temen lama gue yang sehari lalu gue temuin di cafe itu , dan terakhir gue dapet chat dari temen lama gue yang cerita tentang malasnya dia masak nasi dan betapa ngantuknya dia di jam segini. Hal-hal se-sepele itu, make me get the point if “Happines is simple”  yagimana gak sederhana, hanya dengan hal-hal kayak gitu gue marasa bahagia banget, merasa betapa gue dihargain dan gue masih dikenang ~ eaak.  Tapi saat gue bahagia dengan hal-hal seperti ini, sebenarnya disisi lain gue selalu bilang sama diri gue sendiri bahwa hal-hal kecil seperti ini tidak akan berjalan lama, jadi selagi ada nikmatilah walau nanti tidak akan kembali seperti ini. Gue cuman gak mau terlarut dalam kebahagian dan salah ambil kesimpulan.
          Kenapa tiba-tiba gue kepikiran, kenapa manusia yang sekarang sedang bahagia-bahagia dengan dunianya saat ini seakan gapernah bilang kangen ke gue (?) gapernah membuat gue tersentuh seperti beberapa temen lama gue yang lain (?) padahal dia sendiri adalah bagian dari apa yang gue sebut “temen lama” . AH, sesungguhnya negthink gabaik, gue selalu menyakinkan diri gue buat gak terlalu larut dalam suatu pemikiran gue yang kadang kacau ini -,,,,,,,- . Come on, mungkin manusia ini memang sedang nikmatnya menjalani hidupnya, gue tentu ikut bahagia kalau dia benar-benar menikmati dunianya sekarang, dan gue harap itu akan bertahan dalam waktu yang lama. Toh, dari dulu gue sendiri yang bilang sama dia untuk menikmati tiap hidupnya tanpa atau ada seseorang (re : seseorang yang menurutnya berarti saat waktu tertentu).
         
          Gue kadang menerka, hidupnya sekarang jauh lebih menarik dibanding hidupnya yang dulu. Entahlah kalao terkaan gue benar adanya, entah kenapa tiba-tiba gue marasa bersalah, sebagai orang terdekatnya gue seharusnya bisa membuat dia merasa bahwa dunianya dulu amatlah berarti. Tapi, ya segala sesuatu sudah lewat, yasudah~
Gue disini cuman bisa berdoa yang baik-baik untuk teman lama-ku yang kini sedang menikmati betul hidupnya, selamat berjuang kawan ~ I miss you, but I wont if what I write is make you annoyed with me. So, enjoyed ur life and dont read it~ Goodluck, i’ll waiting the good  news from you about ur future.

Kamis, 27 November 2014

EVANESCE

Chimmuk, deo isang hago sipeun mari eomneunji
Hayake ssodajideon useum kkocheun
Beolsseo sideunji oraengeol eotteokhae
Kkochipeun jyeoseo (jeomjeom) heulgi doego (no)
Bultadeon gyeokjeongeun jaega doego
Wae johasseotdeon modeun geon kkok ireoke
Don’t know why
(Don’t know why)
Tell me why
(Tell me why)
Sarangeun kkeuteul hyanghaneunji
Sarajil (sarajil)
Modeun geon (modeun geon)
Wae iri areumdaun geonji
Geujeo hannat jjarbeun kkum
Sarangeun hannat kkuneun kkum
Eodum, neoneun wae (neon wae oh-ah)
Geomge modeun geol da jiwonae
Amugeotdo mot boge oh honja
Nae meotdaero yeongwonhal miraereul kkumkkuge hae
Noeureun jyeoseo (jeomjeom) geomeojigo (no)
Padoneun eonjengan buseojigo
Wae johasseotdeon modeun geon kkok ireoke
Don’t know why
(Don’t know why)
Tell me why
(Tell me why)
Sarangeun kkeuteul hyanghaneunji
Sarajil (sarajil)
Modeun geon (modeun geon)
Wae iri areumdaun geonji
Geujeo hannat jjarbeun kkum
Sarangeun hannat kkuneun kkum
I bami kkeutnamyeon
Dasi taeyangeun tteoolla balgaondaedo
Jabeul sudo eobseul
I sungani beolsseo neomu geuriwo
I don’t know
(I don’t know)
Wanna know
(wanna know)
Ireoke kkeutnan kkumin geonji
Saramdo (saramdo)
Sarangdo (sarangdo)
Naneun wae kkael su eomneun geonji
Gyeolgugeun jamsi ppunil geol
Sarangeun jamsi ppunin geol
Seuchyeogal kkumil ppunin geol
Ajigeun kkaegi sirheun geol
Hannat jjarbeun kkum hannat kkuneun kkum
Hannat jjarbeun kkum hannat kkuneun kkum


TIDAK TAHU JUDUL YANG TEPAT



 Baru sampai disini, aku merasa sangat lelah. Sungguh proses yang melelahkan, bagiku ini adalah proses adaptasiku yang terpanjang dan terburuk. Beberapa hal yang datang di permulaan membuat adaptasiku buruk. Berulang kali aku merasa ingin “cukup sampai disini...........” tapi pemikiranku tak sependek rasa berjuangku, logika selalu menuntut melangkah maju sambil berkata “ sampai kapan mau menjadi pejuang yang kalah saing ? sampai kapan mau menjadi pemimpi yang payah ? “ – enough.
          Aku mungkin tidak begitu merindukan masa-masa dulu, tapi aku sangat ingin situasi saat ini menjadi lebih baik dari dulu atau setidaknya biarkan menjadin sama. Melelahkan, sungguh.
          Sosok pendamai ini tidak bisa hidup ditengah situasi penuh kesalahapahaman. Sosok pendrama ini tidak bisa tinggal dalam skenario hiduop yang rumit dan penuh dilema dimana-mana. Sosok pemikir ini tidak bisa menutup telinga lagi untuksetiap prasangka yang ada, tidak bisa menutup mata untuk tiap tatapan sinis yang telontar.
          Aku mungkin hidup, tapi aku merasa mati dihabisi banyak hal-hal menakutkan diawal . Aku mungkin masih menjadi diri sendiri, tapi aku lebih sering merasa diam seperti ini bukan aku, aku masih bertanya “dimana aku ? “ .Aku mungkin berjalan menuju ruang itu, tapi  hatiku lebih sering ingin berhenti dan berbalik arah menghindari mata sinis itu. Aku mungkin berbicara banyak hal, memang si cerewet tetaplah si cerewet, tapi sesungguhnya suaraku hanyalah untuk menahan tiap luka dan airmata yang akan terjatuh kapan saja.
          Benar adanya, roda itu berputar. Hidupku dulu terlalu amat menarik untuk dimiliki manusia siapapun itu, sehingga saat ini tuhan mengirimkan padaku sebuah skenario serumit ini, semelehlahkan ini....................bahkan alinea pertama harus dijalan dalam 2 bulan lebih.
          Sejauh ini (?) aku bisa apa? Aku tetaplah si pengeluh penuh drama mungkin. Kalau semua orang disekitarku merasa bisa memberi saran yang baik, berikan padaku, apa ada ? Tetap aku-lah pelaku utama skenarion ini, saran mereka tidak sedikitpun membantu menyelesaikan alinea pertamaku. Aku masih harus menikmati dan terus menikmati sampai lelah, entah sampai kapan.
         

IDKWHY



          Entah ada angin apa, tiba-tiba gue pengen nulis ini. Ini bukan hal yang penting banget. Tapi beberapa hari ini gue kepikiran, gue bertanya “gue mikir kayak gini itu karena gue syirik atau karena gue kangen ? “ – dan okesip, gue yakin kedua hal itu bukan jawabannya.
          Usut punya usut sehari sebelum gue nulis ini, gue sempet ketemu sama temen lama gue disuatu tempat yang enggak bangetlah tapi lumayan buat nongkrong dengan memesan secangkir kopi dan susu /eakk/. Dan karena pertemuan itu, entah kenapa gue jadi memikirkan ini dan tertarik buat nulis hal ini. Sebelumnya memang sudah ada contact antara gue sama temen lama gue, yang membuat kami akhirnya ketemu, tapi hal-hal itu yang juga membuat gue kepikiran kearah ini.
......................................................................................................
          Beberapa hari ini, sadar gak sadar tiap gue mantengin timeline twitter kesayangan , jalannya RU nan padet yang tiap detik bisa ganti itu dan baru aja gue pantengin efbe....................dan hal terakhir pantengan gue adalah yang membuat gue perlu menulis hal-hal ini. Tapi, karena gue berusaha menjaga nama baik, gue rasa gue gak perlu sebut nama ~
          Beberapa orang disekitar gue, tentunya udah tau kalau gue saat ini berada dalam fase proses adaptasi biarpun dah 2 bulan menapaki dunia baru, dan sejujurnya ini adalah masa adaptasi terlama dan terberat buat gue. Iyaps berat, everything has changed; times changed and make many people changed. Entah kenapa, tapi dalam waktu selama ini gue masih bergejolak untuk tinggal ditempat ini, selalu sering bahkan sudah semacam niatan buat ninggalin tempat ini, but you know-lah gue hanyalah seorang pemimpi-penarget yang selalu payah dalam meraih segalanya. Im not lucky than everyone

          Sampai akhirnya gue nemuin orang, sesosok oranglah yang pasti. Gue lihat dia bahagiaaa syekali dengan hidupnya sekarang, dan menurut gue dia adalah orang yang palin bahagia dengan hidupnya sekarang disaat gue lagi sulit-sulitnya menerima kenyataan pahit hidup gue sekaranh, disaat beberapa orang masih merindukan masa putih abu-abu, dan disaat beberapa orang lebih memilih cuek dengan hidupnya sekarang. Dan diantara manusia-manusia itu, gue pikir dia adalah orang yang paling bahagia dengan hidupnya sekarang; SELAMAT.
          Tentunya sebagai teman yang baik, gue turut seneng- sangatlah bahagia. Setidaknya dia enggak merasakan apa yang gue rasain sekarang, tapi disisi lain gue mikir “Apa dulu saat bersama gue, hidupnya enggak semenarik sekarang atau gimana ? “ – dan jawabannya adalah entahlah.
          Temen lama gue yang gue ceritain diatas tadi, kebetulan habis nangis-nangis pilek telpon gue dan ngeluh tentang betapa galaunya dia dihidupnya sekarang, and then I think isn’t only me who feel if now everything is so different and difficult ~ Setelah itu beberapa teman gue sering cerita, kalau dia merindukan masa-masa putih abu-abu bahkan rajin banget ceritanya wkwkw, gue sih gemes, actually gue sendiri antara kangen dan sama (sekali) enggak kangen sama PAA, yang gue keluhin disini adalah setiap hal disini yang menurut gue sangat sulit, sangat (teramat) sulit. Lalu ada beberapa temen gue yang biarpun dia gak cerita, tapi dia berusaha tenang, berusaha tenang dalam arti gue gak liat hidupnya sekarang menarik , ya flat-flat aja gitu. Tapi gue yakin yang flat-flat itu sebenernya gasepenuhnya gemanarik, cuman mereka cuman merasa mungkin dulu dan sekarang biasa aja. Sepertinya adala 1 kelompok yang belum gue tulis disini, yaitu para temen PAA gue yang mungkin enggak nunjukin bagaimana dunianya saat ini dikarenakan mereka lagi sibuk-sibuknya menikmati sekaligus menyelesaikan setiap bagian didunianya saat ini, gue paha; mereka para manusia sok sibuk yang sebenrnya juga nyimpen kangen sama masa PAA. HAHA /pukpuk/ .
Tapi apapun itu, siapapun kalian .......................nikmatilah setiap langkah yang ada.
          Entah bermula dari apa, lalu ke apa. Tapi sebenernya udah lama gue mikir, lalu seklebat hilang gitu sih. Gue melihat salah satu temen gue, dia bahagia banget saat ini, bahkan jauh disini gue masih bisa merasakan betapa indahnya hidupnya saat ini, lewat tulisan mungil di PM nya dan beberapa status yang kebetulan munculn dilayar hape gue ,ini semacam kayak keahlian gue buat meyakini sesuatu yang gue baca muncul, dimana gue memprediksikan seseorang lewat tulisannya dan gue yakin saat ini gue gasalah. Karena, akan lebih baik sosok ini benar-benar bahagia dengan dunianya yang sekarang.
          Pernah beberapa saat gue semacam syirik gitu, tapi sekali lagi gue ucap “astaghfirullah hal-adzim “ karena gue yakin syirik dan iri itu beda tipis, dan iri itu dilarang di agama gue. Tapi, sesungguhnya sungguh manusiawi kan kalo gue iri ? hihi. Sosok ini, dia begitu menikmati hidupnya sekarang bahkan bahagia banget. Gue pernah ketemu dia sekali, selama kita udah gak ketemu beberapa minggu itu, bahkan saat dia ketemu gue, terpancar jelas wajah tanpa masalahnya. Subhanallah , luar biasa~  Iya dia bahagia diluar sana, dia menikmati betul tiap proses perjalanannya.
#Tulisan gue makin muter-muter...................................../
          Bentar, bentar................gue numpang flashback tersirat disini yah. Padahal kalo inget dulu, gue yakin dia sama bahagianya dengan gue dalam menjalani masa PAA. Bedanya, gue lihat.................dia sekarang lebih all-out  dalam menikmati hidupnya, (agak) sedikit beda dengan sosoknya yang dulu. Tapi inget-gak inget , gue inget pernah nasehatin dia buat “Life must go on; walaupun dia berulang kali ngeluh takut gabisa hidup tanpa a-b-c-d-e .................” sekarang ngeliat hasilnya, ah bangganya~
          Beberapa jam sebelum gue nulis artikel ini, gue habis dapet mensyen dari temen lama yang nyangkut ketemen lama satunya, ( istilahnya kita bertiga kayak geng gitu), terus si temen lama ini bilang kangen sama gue , ahiw lalu kami melanjutkan sedikit conversation. 2 jam setelah gue dapet mensyen itu, gue kedapetan di layar hape gue “2 panggilan tidak terjawab” dari temen lama gue yang sehari lalu gue temuin di cafe itu , dan terakhir gue dapet chat dari temen lama gue yang cerita tentang malasnya dia masak nasi dan betapa ngantuknya dia di jam segini. Hal-hal se-sepele itu, make me get the point if “Happines is simple”  yagimana gak sederhana, hanya dengan hal-hal kayak gitu gue marasa bahagia banget, merasa betapa gue dihargain dan gue masih dikenang ~ eaak.  Tapi saat gue bahagia dengan hal-hal seperti ini, sebenarnya disisi lain gue selalu bilang sama diri gue sendiri bahwa hal-hal kecil seperti ini tidak akan berjalan lama, jadi selagi ada nikmatilah walau nanti tidak akan kembali seperti ini. Gue cuman gak mau terlarut dalam kebahagian dan salah ambil kesimpulan.
          Kenapa tiba-tiba gue kepikiran, kenapa manusia yang sekarang sedang bahagia-bahagia dengan dunianya saat ini seakan gapernah bilang kangen ke gue (?) gapernah membuat gue tersentuh seperti beberapa temen lama gue yang lain (?) padahal dia sendiri adalah bagian dari apa yang gue sebut “temen lama” . AH, sesungguhnya negthink gabaik, gue selalu menyakinkan diri gue buat gak terlalu larut dalam suatu pemikiran gue yang kadang kacau ini -,,,,,,,- . Come on, mungkin manusia ini memang sedang nikmatnya menjalani hidupnya, gue tentu ikut bahagia kalau dia benar-benar menikmati dunianya sekarang, dan gue harap itu akan bertahan dalam waktu yang lama. Toh, dari dulu gue sendiri yang bilang sama dia untuk menikmati tiap hidupnya tanpa atau ada seseorang (re : seseorang yang menurutnya berarti saat waktu tertentu).
         
          Gue kadang menerka, hidupnya sekarang jauh lebih menarik dibanding hidupnya yang dulu. Entahlah kalao terkaan gue benar adanya, entah kenapa tiba-tiba gue marasa bersalah, sebagai orang terdekatnya gue seharusnya bisa membuat dia merasa bahwa dunianya dulu amatlah berarti. Tapi, ya segala sesuatu sudah lewat, yasudah~
Gue disini cuman bisa berdoa yang baik-baik untuk teman lama-ku yang kini sedang menikmati betul hidupnya, selamat berjuang kawan ~ I miss you, but I wont if what I write is make you annoyed with me. So, enjoyed ur life and dont read it~ Goodluck, i’ll waiting the good  news from you about ur future.
 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template