Hari
ini sangat menyenangkan ..
AKU
BAHAGIA !
Sabtu
, 29 Juni 2013 . Pukul 06.45 aku memulainya dengan melewati banyak hal bersama
teman satu kelasku . Perjalanan menuju ke suatu obyek wisata Pantai Selatan
yaitu PANTAI DRINI .
*prolog
Menuju
2 tahun aku dan teman-teman telah melewati banyak hal di kelas 11 , tepat pada tanggal
21 Juni 2012 Kami semua – 37 siswa telah resmi dinyatakan diatas goresan kertas
putih (RAPOR) bahwa kami telah menjadi
Siswa kelas XII TKJ 3 . RAWRRR MOMENT ~ . 2 Tahun itu telah menjadi kisah –
cerita – legenda , entahlah tepatnya diberi judul Kisah Kasih di TKJ 3 atau
judul Kisah Tragis di TKJ 3 .
Judul-judul itu rasanya tidak penting , 1 Judul yang panjang itu juga tidak mengartikan banyak tentang kisah kami dari 37 anak yang telah bersama selama 2 tahun ini . Karena kisah 2 tahun ini tidak hanya tentang bahagia, dan sedih ; tentang cinta dan sakit ; tentang teman dan musuh . Tapi tentang banyak hal , banyak hal yang menjadi bagian dari 3 hal yang saya sebutkan tadi . Terlalu banyak mungkin bila disebutkan disini … Tapi yang jelas cerita-cerita itu selalu mengajarkan kami untuk selalu menjadi lebih baik , untuk menjadi lebih dewasa , dan mengerti akan betapa pentingnya kebersamaan .
Judul-judul itu rasanya tidak penting , 1 Judul yang panjang itu juga tidak mengartikan banyak tentang kisah kami dari 37 anak yang telah bersama selama 2 tahun ini . Karena kisah 2 tahun ini tidak hanya tentang bahagia, dan sedih ; tentang cinta dan sakit ; tentang teman dan musuh . Tapi tentang banyak hal , banyak hal yang menjadi bagian dari 3 hal yang saya sebutkan tadi . Terlalu banyak mungkin bila disebutkan disini … Tapi yang jelas cerita-cerita itu selalu mengajarkan kami untuk selalu menjadi lebih baik , untuk menjadi lebih dewasa , dan mengerti akan betapa pentingnya kebersamaan .
Mungkin memang harus saya akui ,
sampai saat ini Kelas TKJ 3 (angkatanku) belum bisa dikatakan KOMPAK atau
SANGAT KOMPAK . Entahlah … sulit memang menyatukan 37 anak ini . HAHA . Tapi
walaupun kita tidak kompak , kita selalu punya banyak waktu untuk sebuah KEBERSAMAAN
, walau tidak setiap hari . Pernah saya dengar ada seseorang dari kelas kami
yang mengatakan “ Segala sesuatu yang penting prosesnya , bukan hasilnya “ NAH
! Saya kira kalo selama ini banyak kelas
atau para wali murid yang berusaha untuk membuat kelas mereka kompak itu
(mungkin) ALIBI , Kekompakan itu asalnya dari hati karena terbiasa , karena
nyaman dank arena saying . Saya rasa untuk menjadi kompak tidak perlu dengan
embel-embel uang-kreativitas-kepintaran , tapi adalah lahirnya sebuah keinginan
atau rasa untuk menjadi satu , dan menikmati kebersamaan yang ada . HAHA ( saya
bukan ahli kekompakan ini hanya pendapat maaf kalo salah )
Pertengahan tahun 2011 Juli , 37 siswa
ini bertemu di suatu Ruang Sederhana dengan jendela kayu , yang berada didekat lorong
dan terpampang diatas pintunya RUANG C .
Yah itulah tempat yang menjadi saksi bisu kisah kami selama 2 tahun ini dan
(mungkin) setahun yang akan datang . Ruangan sederhana yang terkenal dengan
tempatnya yang silir dan terang itu , menyimpan coretan-ukiran meja kursi laci
– merekam banyak adegan ditempat itu . Dengan seorang wali kelas baru bernama
Bu DWI MAYASARI , wali kelas yang
menyimpan banyak cinta-sayang-marah-kekesalannya terhadapat Kelas kami dengan Diam
dan Lemah lembutnya . Yang saat masa kelas 10 berhasil membuat separuh lebih
dari Kami membencinya . HAHA (termaksud penulis ini ) Dan pada 2012 Juli , 37 siswa itu (kami)
kembali menikmati ruangan sederhana itu , dengan Wali Kelas (baru lagi) yang diharapkan
kita semua bias menjadi LEBIH BAIK dari wali kelas , kelas 10 kami . Yaitu Bapak DIAN SUPRIYANTO, seorang Sarjana
SAINS lulusan UNS (Univ Negri Surabaya) , wali
kelas yang terkenal baik-lembu-ramah terjadap kami , yah walau Dia
adalah sosok yang kurang tanggap (maafkan saya pak) , tapi sebenarnya Beliau
memiliki kepedulian besar terhadap kekompakan kami , hanya saja banyak waktunya
yang tersita untuk kepentingan sekolah , karena beliau termaksud orang penting
disekolah kami SMK N 1 Klaten .
Nah
, Pak Dian inilah yang karena kepeduliannya terhadap kekompakan kelas kami ,
Beliau sampai mau merelakan waktunya pada 29 Juni 2013 untuk menemani kami
bertamasya (JIAHHH bertamasya ) . Belia yang sebenarnya mengajak kami untuk
bermain bersama atau katakanlah Wisata Bersama atau Tamasya atau terserahlah .
HAHA
*Kronologi
Singkat .
Hari ini kami memulainya dengan
berkumpuol didepan sekolah sekita jam 06.00 , (padahal penulisnya berangkat jam
06.30) HAHA . Dan tragisnya saya adalah satu-satunya yang paling NGARET .
ERGHHH ! *skipppp .
Kami
membagi tiap anak agar mendapat boncengan , dan diutamakan yang lelaki di depan
, yang berani didepan dan ….. *entahlah . Sebelum keberangkatan kami telah
diinstruksikan untuk mengisi 4 liter bensin
,agar nantinya ditengah
perjalanan tidak ada yang terpisah , dan kami juga diinstruksikan agar tidak
saling meninggalkan teman yang nantinya terpisah . Formasi barisan saat
perjalanan dipimpin oleh Pak Dhian . Sebelumnya kami sempat berkumpul ditempat
kedua yaitu POM BENSIN JONGGRANGAN , disana kita juga melakukan doa untuk
keselamatan perjalanan kami . Doa
dipimpin dengan bu wakil ketua WINNI APRILIA PERMATA .
Setelah berdoa tadi , kami pun
memulai perjalanan diawali dengan Jalan Raya Jogja-Solo menuju Trucuk – Gunung
Kidul – Wonosari – Pantai Drini . Yeahh .. perjalanan yang sangat
menyenangkan – mengesankan (pastinya) . Diperjalanan kepedulian beberapa
individu pun terlihat , mereka yang merasa tahu jalannya mencoba mengalah untuk
di formasi belakang dan menghindari hilang-terpecahnya formasi . Dan (sampai
sini gatau mau nulis apa) …
Jalanan yang menanjak tinggi dan menurun terjal , dan jegglongan ( jalan rusak) tidak mematahkan semangat kami untuk menikmati perjalanan itu . Saat itu cuaca tidak begitu panas , dan udara yang cukup segar di Gunung Kidul Handayani kala itu .
Jalanan yang menanjak tinggi dan menurun terjal , dan jegglongan ( jalan rusak) tidak mematahkan semangat kami untuk menikmati perjalanan itu . Saat itu cuaca tidak begitu panas , dan udara yang cukup segar di Gunung Kidul Handayani kala itu .
Oiiya , sebelumnya mungkin perlu
saya sebutkan boncengan yang tadi
terbentuk (melalui formasi
perjalanan yang tidak menetap)
1. Pak Dian (alone)
2. Septian dan Icha
3. Ilham dan Asri
4. Pratama dan Rina
5. Abdul dan Tya
6. Darmawan dan Aas
7. Pak ketua ( Ihsan ) dan Mutiara
8. Arifah dan Fathin
9. Chandri dan Nenik
10. Desi R dan Riki
11. Bramanda dan Khusnul
12. Ibnu dan Eko
13. Penulis ini dan Winni
14. Reyza dan Ratri
( Daftar ini dibuat semata-mata iseng ,
yah sekalian mengingatkan buat kalian yang merasa mendapat moment special
dengan boncengan itu *ehhhapaini? HAHA )
Ditengah perjalanan , hal yang
(mungkin)bias dikatakan lucu-gokil-aneh atau apalah terjadi si Bu Wakil Ketua
Winni dengan lahapnya menyantap makanan ditengah perjalanan , dengan posisi
saya yang didepan dan dia enakan makan . PFFTTTT . HAHA . Lalu , ditengah
perjalanan sempat pula reyza-ratri-ibnu-eko terpisah jauh dari barisan karena harus mengisi bensin ,
dan dijarak lain yang cukup jauh dari mereka aku – winni- darmawan- aas malah
ikut terpisahjauh dari tema-teman lainnya . FUFUFU . Tapi , ternyata rombongan
didepan sudah menunggu kami , NAH ! Inilah yang membuat saya tekesan bangga
sama Beliau wali kelas kami , yang bisa mengatur teman-teman lainnya untuk
tetap menunggu teman lain yang (mungkin) tersesat atau setidaknya terpisah jauh
.
Dan .. lagi , ditengah
perjalanan . Salah satu teman kami Chandri – Nenik motornya bocor , PFFTTT (ini
cobaan banget) . Reyza-Ratri pun membantu mereka berdua mencari tempat tambalan
itu , sedangkan Ifah – Fahin- Iksan – Mutiara memberitahu yang lainnya bahwa
Ban Motornya Chandri bocor . Lalu kami (aku-winni-reyza-ratri-iksan )
memutuskan untuk menemani chandri – nenik yang sedang menunggu tambalan bannya
, yang saya ingat tempat tambalan itu ada dipinggir kiri lampu merah .
Sedangkan Pak Dhian dan yang lainnya yang awalnya ingin menunggu akhirnya ,
kami dan ifah-fathin suruh untuk menuju pantai terlebih dahulu agar
mempersingkat waktu dan perjalanan . Yahhh ..
Dan
aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri menunggu cukup lama proses penambalan
ban itu , dan karena kami merasa lapar , aku-reyza-ratri-chandri-nenik pun
memutuskan untuk makan Bekal Spesial
kami yang sudah dibuatkan Reyza’s Mom dengan Menu “ Nasi Ayam Sambal Pedazzzz “
Yummy . HAHA . Ketika
Reyza-Chandri-Nenik dengan asyik makan didepan mobil dengan bau solar , Penulis
ini-Ratri malah makan dibawah pohon talok , dipinggir jalan raya karena
menghindari Bau Solar itu . HAHA
Setelah
beberapa menit , akhirnya Ban nya Chandri pun selesai ditambal dan Kami
meneruskan perjalanan …. Yihiii ~
Meneruskan perjalanan dengan jalan yang makin mengerikan (buat penulis
yang takut ketinggian) , kami pun saling diam karena diburu oleh waktu dan keinginan
untuk sampai seperti rombongan sebelumnya yang telah sampai . Dann …. (mau cerita panjang tapi kagak berani
ahh menjaga hati aja *ehh )
Dannnn .. kami sampai di Pantai
DRINI yang cantik dengan pasir putih , dengan gubuk seperti di Hawai dan
Ombaknya yang tidak begitu besar . Bahkan penulis sempat menyebutkan (secara
tidak sengaja) HAWAI . HAHA . Lalu kami
(aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri) pun segera berlari mencari teman-teman
lain .
Yah , reyza-chandri-nenik-winni dengan
segera mereka berlari menghampiri tepian pantai dan berbaur dengan yang lainnya
. Tapi berbeda dengan penulisini-ratri-iksan yang masih diam di Gubuk bersama
Pak Dhian . Entahlah .. tiba-tiba saja penulis ini tidak cukup banyak mood
(un-mood) untuk menikmati situasi kala
itu .
Tapi , akhirnya aku-ratri-iksan-pak
dhian pun tidak mau melewatkan kesempatan yang ada . Kami pun berbaur dengan
yang lainnya , HAHA . Menyenangkan , aku melihat betepa bahagia – ceria
terpancar jelas diwajah mereka , dengan DLSR yang dipegang oleh Ilham malah
menjadikan Ilham seperti fotografer dengan jasanya mengambil gambar kecerian
teman-teman kala itu . Dan moment seperti itulah , adalah moment yang tepat
untuk para Narsismania-Photobooth untuk memanfaatkan sebaik mungkin pemandangan
dan pandai mengambil pose yang pantas untuk diambil . HAHA
Berbeda dengan Pak Dhian , beliau
terlihat tenang-diam entahlah apa … dan kenapa . Beliau malah seolah menjauh
dari keramaian .Yah mungkin pak dhian sedang berusaha member banyak waktu untuk
para muridnya agar lebih bebas berekspresi tanpa harus ada guru yang akan
membuat mereka jadi kaku berekspresi .
Bahkan kalo saya ingat pada moment itu
ada sekitar 5 anak yang mengeluarkan kameranya ditepi pantai untuk mengambil
segala moment-pose yang bagus ,HAHA (kebanyakan kamera) itupun baru yang
kelihatan . Yang enggak kelihatan , juga ada yang bawa tapi sengaja tidak
dikeluarkan karena sudah ada banyak yang membawa kamera (lirik reyza dan
penulisnya. Xoxo ) . Waktu yang panjang , sangat panjang . Walaupun mungkin
singkat tapi dengan canda tawa yang kami buat ,membuat seolah ini waktu yang
lama . Ada yang sibuk jadi tukang photo , ada yang sibuk jadi photo model , ada
yang cumin diem ditepi pantai untuk sekedar menghayati suasana kala itu , ada
yang dengan bangganya bermain dengan ombak , ada yang menjengkelkan saling
melempar pasir pantai dan …. Entahlah . Yang pasti inti dari semua itu adalah
tentang “ KEBERSAMAAN “ (dan aku
bahagia melihat mereka bisa bahagia *eaaaa )
Ditengah-tengah kecerian kami ,
Khusnul datang membawa sebuah Balon yang katanya bisa membentuk LOVE . HAHA .
Dan alhasil dari sekian banyak balon yang ada hanya 2-4 yang benar-benar
berbentuk love . Menyenangkan , walaupun saat situasi ini , Penulis hanya duduk
diam di gubuk bersama Ratri , tapi Penulis ikut merasakan kebahagian mereka
yang mereka lampiaskan pula dengan meniup balon-balon itu . Sedangkan ditempat
lain Penulis dan Ratri sedang sibuk duduk diam di bawah gubuk dengan atap daun
kelapa , tragisnya Penulis membawa 2 kamera kala itu , milik Winni dan Icha .
HAHA . Di dimensi waktu lain beberapa menit sebelum situasi ini , Pak Dhian
menyempatkan pose untuk diambil gambarnya bersama teman-teman yang lain ,
bodohnya Penulis malah jadi fotografernya bukan menjadi bagian dari mereka yang
bisa berfoto dengan Pak Dhian . HAHA . Tapi tidak apa-apalah melihat gambar
mereka yang tersenyum sumringah dan pak dhian yang mau berfoto dengan
teman-teman cukup membuat penulis terharu dan bisa tersenyum . Coba kita
kembali kedimensi waktu sebelum situasi ini sekitar 15 menit sebelum kejadian
ini . Penulis sempat mengambil foto mereka ( icha-winni-asri-chandri-aas) yang
dengan pose melompatnya ( hitungan 1 .. 2 , dan klik ) . HAHA . Menggemaskan
bila mengingat moment ini .
Di kejauhan gubuk tempat penulis dan
ratri duduk , terlihat desi dan septian yang saat itu dengan asiknya
bermain-main dengan ombak . Ada pula si Icha dan Reyza – Bram dan Winni dengan
balon cintanya , yang gambarannya bisa diambil dengan DLSR yang dipegang Ilham
. Selang beberapa setelah situasi itu , Ifah-Riki-Eko pun menghampiri aku-ratri
di Gubuk beratap daun kelapa itu . Diikuti dengan Ilham yang membawa DLSR nya ,
dan lalu penulis meminta ilham itu mengmbil gambarnya . HAHA (asikk dapet 1
kali take) .
Hembusan angin – ombak yang cukup
menyenangkan – Pasir Putih yang menggambarkan jejak kaki kami – Gubuk kayu
beratap Daun Kelapa . hal-hal itulah yang menjadi saksi bisu kebersamaan dan
kecerian kami kala ditempat itu . Sinar dari langit , makin menunjukkan
waktunya , sampai sudah cukup lelah kami di Pantai itu . Kami pun memutuskan
untuk pindah ke pantai lain .. yaitu ke
Pantai Sundak . Lucunya teman-teman yang tadi maen air sehingga bajunya
basah-kaki penuh dengan pasir , mereka tetap dengan PDnya meneruskan perjalanan
ke Sundak . HAHA
Pantai Sundak , pantai yang tidak
begitu jauh dari Pantai Drini . Dan … kami sampailah di Pantai Sundak , Pantai
yang sebelumnya pernah dikunjungi penulis dan teman-teman TKJ 3 saat perayaan
hari ulang tahun salah satu teman . Pantai ini sudah tidak asing lagi untuk
beberapa dari mereka , yah karena Pantai Sundak ini pernah menjadi bagian dari
Kisah TEKAJE 3 (diluar kelas) . Setelah
memakirkan motor , beberapa dari kami malah sibuk mencari kamar mandi
untuk berganti pakaian-mandi setelah bermain air di Pantai Drini tadi dan beberapa dari kami juga dengan segera
berlari menuju ke pantai , tapi …. Yah sangat disayangkan Ombak di Pantai
Sundak kala itu sangat besar , pffttt . Dan yah kami hanya menyaksikan ombak
yang besar itu menghantam tiap batu karang di pinggir pantai .
Penulis dan Icha pun lalu memutuskan
untuk berjalan-jalan sendiri , kebetulan saat itu Di Pantai Sundak juga sedang
ada suatu acara kecil-kecilan , karena kebetulan sedang ada penyanyi diatas
panggung yang menyanyikan lagu Butiran Debu – Rumor , Penulis dan Icha pun lalu
memperegakan-lipsing-menari dengan PD nya , HAHA . Yah intinya kami hanya
sekedar menikmati suasan music kala itu , dibanding harus melihat jenuh Ombak
Pantai Sundak yang besar itu
Yah setelah beberapa melewati
kegilaan bersama Icha didepan latar yang luas , dan beberapa teman yang sudah
selesai membersihkan diri mereka dari kecutnya air Pantai Drini . Kami pun
bermaksud segera menyudahi moment kala itu , terlebih waktu sudah menunjukkan
pukul 15.00 . Tapi , moment yang terpenting terjadi disaat seperti ini ,
Teman-teman pun berkumpul membentuk lingkaran dan di pimpin oleh Pak Dhian .Pak
Dhian pun mulai menyampaikan kritikan-sudut pandang tentang kelas kami
(@tekaje_3) yang saya ingat Pak Dhian mengatakan bahwa kelas kami masih
terbilang kurang kompak -____- , mendengar itupun kami (mungkin beberapa dari
kami) berusaha untuk berlapang dada dan hanya menunduk mendengar pernyataan itu
,yah karena memang kenyataanya seperti itu ( Moment indah sekalipun , walaupun
seindah kita pergi ke paris bersama-sama itu juga belum tentu membuat kelas
kami kompak ) *okehlupakan . Disela-sela itu Beliau juga sempat menyampaikan
nasihat-nasihatnya , amanatnya dan keinginan kedepannya tentang kelas ini .
AAAAA … disaat seperti inilah , kami melihat betul sebuah kepeduliaan dan
kecintaan beliau terhadap kami .. (mengharukan) . Tapi penulis berpikir “
kenapa baru disaat seperti ini (disaat akhir perannya menjadi wali kelas kami)
baru terlihat dengan jelas kepedulian beliau … “ pfftt . Dan yah penulis
sedikit lupa apa saja yang dikatakan beliau (masuk kuping kanan keluar kuping
kiri *jangan ditiru ) HAHA . Tapi yang jelas sangat bermanfaat untuk kami semua
. Yahhh .. dan setelah itu kami semua
pun berdoa dan yang terakhir ,yang tidak boleh terlupa yaitu TAKE A PICTURE TO
THE BEST MOMENT . Dan fotografer aseli @tekaje_3 pun lalu mengambil gambar
untuk moment itu .
Dan
ini diaaaa ….
Akhir waktu pun datang , menuju ke
akhir moment . Kami pun menempuh perjalanan pulang bersama-sama . Formasi
barisan motor tetap di ketuai oleh Pak Dhian . Yah , tapi
kesenangan-keceriaan-kebahagiaan belum terhenti ,ketika perjalanan pulang pun
terlihat jelas wajah lelah teman-teman yang terkalahkan dengan cerianya hari
itu , mereka terlihat masih sangat semangat .
Ditengah perjalanan pulang (keluar dari wonosari) penulis pun menyempatkan
untuk merekam moment itu ditengah perjalanan , dengan kata-kata khas penulis
yang cempreng “ Heii say hello dongs .. “ xoxox . Yah penulis melihat secara
jelas keceriaan dan semangat teman-teman .
Eitsss , belum selesai ceritanya ,
ditengah perjalanan si Reyza dan Ratri terkenan musibah yang cetarrr banget
-___- pfftt . Lagi dan lagi , Ban yang bocor menguji kami semua . Ifah dan
Fathin yang (lagi) memberitahu kepada teman-teman yang lain bahwa Ban motornya
reyza bocor , yah dan Chandri dan Nenik pun lalu menyusul Reyza yang (ternyata)
sudah lebih dulu berhenti ditempat tambal ban ,disusul dengan Darmawan dan
Winni yang menyusul mereka ,dan lucunya penulis dan aas diturunkan dipinggir jalan
begitu saja -____- pfftt . Yah , dan kami pun meneduh di gubuk kecil pinggir
jalan . Sementara di tambal ban sana sudah ada
Ifah-Fathin-Bram-Khusnul-Chandri-Nenik-Winni-Darmawan . Tidak lama setelah itu
Winni dan Darmawan pun datang (akhirnya) .
Hal yang sangat lucu terjadi,
tiba-tiba saja Winni merasa kebelet pipis . HAHA . Karena saking tidak adanya
tempat awalnya Winni ingin nekat Pipis di semak belukar . Tapi ,setelah dicari –
disurvey tidak ada semak belukar yang bisa melindungi dia dari sorotan mata
bila hal itu benar akan dia lakukan . Hingga akhirnya , Winni dan Penulis pun
menyusul Reyza dkk ditempat tambalan ban, berharap ada toilet disana . Dan
ternyata … ADA . Yah dan akhirnya hasrat ingin pipis Winni pun tercapai
,sehingga tidak perlu melakukan adegan disemak belukar . xoxox .
Tidak lama setelah Winni menumpang
toilet dirumah pemilik tambal ban , Ternyata Motornya Reyza sudah berhasil
ditambal . Dan kami pun meneruskan perjalanan ,menyusul rombongan yang mungkin
sudah lebih dulu melaju . Tapi .. ternyata , diluar dugaan kami Rombongan yang
dipimpin Pak Dhian itu ternyata menunggu kami sejak dari tadi . Yammpun ,
disinilah makin terlihat betapa pedulinya-carenya Pak Dhian menyuruh
teman-teman yang lain untuk menunggu kami yang sudah lebih dari 15 menit
menunggu Reyza dan Motornya itu . Mengagumkan memang , suatu bentuk Kepedulian –
Tanggung Jawab – Ke-carean yang sangat luar biasa .
Dan kami pun meneruskan perjalan
pulang bersama-sama , dengan jalanan yang panjang dan suasan yang cukup teduh .
Tapi , ternyata ditengah Jalan , Pak Dhian pulang mengambil jalan menuju arah
cawas ( jalan pulang yang sangat jauh dibanding lewat piyungan) . Dan teman
yang lain pun mengikuti Pak Dhian , tapi reyza-ratri-ifah-fathin-winni-penulis
yang ada di formasi belakang pun lalu berhentin di pinggir jalan , kami pun
lalu berniat untuk pulang lewat jalan arah piyungan, agar jaraknya lebihh cepat
. Awalnya kami berniat mengejar mereka yang didepan dan Pak Dhian untuk
memberitahu bahwa Arah ini sangat jauh, tapi Rombongan didepan sudah terlalu
jauh dan tidak memungkinkan untuk dikejar . Akhirnya kami berniat untuk memutar
balik dan melewati piyungan .
Diperjalanan kami tidak lupa member kabar kepada yang lain bahwa kami pulang lewat
arah piyungan , agar mereka tidak mengira kami tersesat . Dan kami juga
berharap agar mereka (yang pulang lewat cawas) melalui perjalanan dengan baik
*cerita perjalanan pulang lewat
gedangsari
Ditengah perjalanan , teman kami Winni
pun merasa sakit , sehingga dia meminta penulis untuk berhenti di POM Bensin
,ketika berhenti di POM Bensin Winni segera mencari toilet ,setelah itu ia lalu
mampir ke mini market di SPBU untuk membeli obat yang kiranya bisa membuat dia
lebih fit . Yah, dengan was-was penulis menunggu lama si winni yang malah
belanja obat -___- pfftt(maklum anak orang, takutnya malah pingsan di mini
market . HAHA ) . Setelah akhirnya Winni sudah meminum obatnya, kami pun
meneruskan perjalanan lewat Gedangsari .
Awalnya penulis tidak tahu apa itu
Gedangsari, yang penulis ingat tulisan “ Gedangsari “ itu ada di papan hijau
penunjuk jalan . Yah , kami pun pulang lewat jalan itu , awalnya kami
merencanakan lewat piyungan ,tapi karena katanya lewat Gedangsari dekat baiklah
kamipun ikut saja . Tetapi , good ! so very good -___- jalan yang awalnya lebih banyak jalan turun ,
ternyata malah membawa penulis ke fantasi yang sangat mengerikan , jalanan
tinggi yang sangat panjang ( hamper 180 derajat *lebay) , erghh ! Ini
menyebalkan , harus berjalan seolah ditepian jurang -___- , penulis pun berada
diketakutan yang luar biasa ,tiap jalan naik penulis hanya diberi kekuatan
untuk berkata “ jangan lihat kebawah “ sambil menyanyikan lagu That XX dan
Dream High , sedangkan dengan asyiknya winni tidur , Euhhh -__- , dan asyiknya
si Reyza-Ratri-Ifah-Fathi tenang-tenang saja . SHITTT ! Ini menyebalkan ,
sampai akhirnya benar jalanan yang sangat panjang turun curam (sangat curam)
dengan jarak yang sangat jauh , benar-benar menantang adrenalin ( begoo bukan
nanti lagi tapi memutus adrenalin) , Memutus ketakutan diantara tangan kaki
yang sudah mulai dingin dan kaku . Dan … bodohnya –cengengnya si Penulis malah
nangis . HAHA (ini scene memalukan) Yahh , penulis malah nangis dan meminta
tukeran boncengan dengan Ifah . HUHU . Yah dan akhirnya jalanan turun curam itu
sudah berakhir , walaupun ketakutan dan bayangan itu masih ada . Yeahhhh …
hembuskan nafas sejenak (pembaca silahkan mencoba betapa enak-a jalan
gedangsari . erghh -___- ) dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang, sehingga
tiba-tiba entag apa , kami pun telah sampai disuatu pedesaan yang bertuliskan “
Wedi “ .
Tidak berapa lama setelah itu ,
sampailah rombongan kami ( reyza-ratri-winni-ifah-fathin-aya) di depan sekolah
. Dan ternyata , rombongan yanglain sudah sampai terlebih dahulu didepan
sekolah , pfftt . Yahh , melepas penat sejenak . Lalu beberapa dari kami
menyempatkan untuk melepas lapar-lelah-haus di Hoki depan sekolah . Yah , sore
itu scene terakhir dari semua moment terindah hari itu adalah ,dengan Makan
Sore di Hoki dan fotografer sambilan kelas si Ilham yang beraksi mengambil
moment itu dengan DLSR nya ~
-
THE END –
Qoutes
of the story
“kebersamaan ini takkan terganti meski esok atau lusa kita bisa
bertemu kembali” – Ebbell
“
Terimakasih pantai – ombak – jalanan panjang – pasir pantai – mendung , yang
telah mengikat kebersamaan kita kala itu . 29 Juni 2013 “ – Ebbell
““Sekeras apapun kita berusaha, sebuah kebersamaan itu tak akan bisa
dipaksakan.
Cukup logis sebenarnya jika porsi perasaan belum menjajahmu.” – Ken Raras
Cukup logis sebenarnya jika porsi perasaan belum menjajahmu.” – Ken Raras
“
Kebersamaan nyatanya lebih terasa ketika (waktu) perpisahan itu datang . Tapi
bukan segala sesuatu yang bertemu pasti akan berpisah “ – Ebbell
“ Ketika
segala sesuatunya akan berganti-berubah , mungkin saat itulah kebersamaan yang
hebat terasa “ – Ebbell
Ucapan Terimakasih Members of @tekaje_3
:
1.Eko
Budiyanti :
“Untuk Bapak Dhian , He is very great , the
best time with you Dad “
2.Asri
Nardika Sari :
“ Makasih buat pak dhian yang sudah
mau menjadi wali kelas XI TKJ 3 angkatan kami, dan sudah mau nolongin aku
bayarin dulu uang LKS ku :0) “
3. Desy
Arischa Anggarini :
“ Terimakasih buat Pak Dhian untuk 1
tahun ini yang sudah membimbing dan mengajar kami ,saya sangat bangga dengan
pak dhian yang sudah merubah kelas kami menjadi lebih baik. Tanpa Pak Dhian
kami tidak akan menjadi seperti ini . Dan tanpa Pak Dhian acara piknik ini juga
tidak mungkin terlaksana . Kami semua minta maaf untuk Pak Dhian jika ada yang
ngeyel – susah diatur . Saya senang memiliki wali kelas seperti Pak Dhian .
Semoga kelas XII , kita bisa bertemu lagi . I LOVE U “ (rekorrr ini yang paling
panjang dan nyusahin yang ngetik. Pftt)
4. Darmawan
Adhi Pradana
“ Terimakasih Pak Dhian .wali kelas
yang paling perhatian dengan kita ,wali kelas yang selalu member saran dan
masukan pada kita. Wali kelas yang sangat kita cintai . Sukses selalu untuk Pak
Dhian dan Kita “
5. Martha
Dila
“ Pak Dhian itu imut, baik . Membela
anak didiknya mati-matian demi kebaikan anak didiknya”
6. Reyza
Avista
“Pak dian pling the best dri wali"
yg lain Berkorban buat muridnya dan
harus debat sesama guru. Wali kelas yg harus [d̲̅i̲̅]
contoh . Perhatian banget sama nasib murid didiknya . Pokoknya makasih banget
buat Pak Dhian “
7. Viki Verianto
“ Buat Pak
Dhian , terimakasih , selama menjadi wali kelas sudah banyak membantu TKJ 3
dalam banyak hal , member motivasi dan saran kepada kami semua . Semoga di
semester berikutnya dan seterusnya kita tetap dapat menjaga hubungan baik “
8. Abdul Rohim
“ Pak dhian
terimakasih atas pembinaan buat kami , Terimakasih sudah berusaha membuat TKJ 3
lebih baik . Kami akan jaga kekompakan kelas “
9. Chandri Nona Kustyna
“ Terimakasih
yah Pak Dhian atas bimbingan dari bapak selama 1 tahun ini , dan kami juga
berterimakasih atas moment terindah dari
Pak Dhian kemaren di Pantai . Kami tidak akan melupakan moment tersebut ,
karena moment itu adalah moment pertama kami bersama wali kelas . Pesan kami
untuk Pak Dhian semoga makin sukses dan makin disayang sama murid-muridnya .
Pokoknya yang terbaik buat Pak Dhian . Pak Dian its he best to our . Kami tidak
akan melupakan Pak Dhian walau kami kelak akan lulus dari SMK “
10. Devy
Kusuma
“ Terimakasih pak dhian , you’are my
shinning star … like a little diamond “

