Senin, 01 Juli 2013

THE AWESOME MOMENT of TKJ 3



Hari ini sangat menyenangkan ..
AKU BAHAGIA !
Sabtu , 29 Juni 2013 . Pukul 06.45 aku memulainya dengan melewati banyak hal bersama teman satu kelasku . Perjalanan menuju ke suatu obyek wisata Pantai Selatan yaitu PANTAI DRINI .

*prolog
Menuju  2 tahun aku dan teman-teman telah melewati  banyak hal di kelas 11 , tepat pada tanggal 21 Juni 2012 Kami semua – 37 siswa telah resmi dinyatakan diatas goresan kertas putih (RAPOR) bahwa kami  telah menjadi Siswa kelas XII TKJ 3 . RAWRRR MOMENT ~ . 2 Tahun itu telah menjadi kisah – cerita – legenda , entahlah tepatnya diberi judul Kisah Kasih di TKJ 3 atau judul Kisah Tragis di TKJ 3 .
Judul-judul itu rasanya tidak penting , 1 Judul yang panjang itu juga tidak mengartikan banyak tentang kisah kami dari 37 anak yang telah bersama selama 2 tahun ini .  Karena kisah 2 tahun ini tidak hanya tentang bahagia, dan sedih  ; tentang cinta dan sakit ; tentang  teman dan musuh . Tapi tentang banyak hal , banyak hal yang menjadi bagian dari 3 hal yang saya sebutkan tadi . Terlalu banyak mungkin bila disebutkan disini … Tapi yang jelas cerita-cerita itu selalu mengajarkan kami untuk selalu menjadi lebih baik , untuk menjadi lebih dewasa , dan mengerti akan betapa pentingnya kebersamaan .
         
             Mungkin memang harus saya akui , sampai saat ini Kelas TKJ 3 (angkatanku) belum bisa dikatakan KOMPAK atau SANGAT KOMPAK . Entahlah … sulit memang menyatukan 37 anak ini . HAHA . Tapi walaupun kita tidak kompak , kita selalu punya banyak waktu untuk sebuah KEBERSAMAAN , walau tidak setiap hari . Pernah saya dengar ada seseorang dari kelas kami yang mengatakan “ Segala sesuatu yang penting prosesnya , bukan hasilnya “ NAH ! Saya kira kalo selama ini banyak  kelas atau para wali murid yang berusaha untuk membuat kelas mereka kompak itu (mungkin) ALIBI , Kekompakan itu asalnya dari hati karena terbiasa , karena nyaman dank arena saying . Saya rasa untuk menjadi kompak tidak perlu dengan embel-embel uang-kreativitas-kepintaran , tapi adalah lahirnya sebuah keinginan atau rasa untuk menjadi satu , dan menikmati kebersamaan yang ada . HAHA ( saya bukan ahli kekompakan ini hanya pendapat maaf kalo salah )
          Pertengahan tahun 2011 Juli , 37 siswa ini bertemu di suatu Ruang Sederhana dengan jendela kayu , yang berada didekat lorong dan terpampang diatas pintunya RUANG C  . Yah itulah tempat yang menjadi saksi bisu kisah kami selama 2 tahun ini dan (mungkin) setahun yang akan datang . Ruangan sederhana yang terkenal dengan tempatnya yang silir dan terang itu , menyimpan coretan-ukiran meja kursi laci – merekam banyak adegan ditempat itu . Dengan seorang wali kelas baru bernama Bu DWI MAYASARI  , wali kelas yang menyimpan banyak cinta-sayang-marah-kekesalannya terhadapat Kelas kami dengan Diam dan Lemah lembutnya . Yang saat masa kelas 10 berhasil membuat separuh lebih dari Kami membencinya . HAHA (termaksud penulis ini )  Dan pada 2012 Juli , 37 siswa itu (kami) kembali menikmati ruangan sederhana itu , dengan Wali Kelas (baru lagi) yang diharapkan kita semua bias menjadi LEBIH BAIK dari wali kelas , kelas 10 kami .  Yaitu Bapak DIAN SUPRIYANTO, seorang Sarjana SAINS lulusan UNS (Univ Negri Surabaya) , wali  kelas yang terkenal baik-lembu-ramah terjadap kami , yah walau Dia adalah sosok yang kurang tanggap (maafkan saya pak) , tapi sebenarnya Beliau memiliki kepedulian besar terhadap kekompakan kami , hanya saja banyak waktunya yang tersita untuk kepentingan sekolah , karena beliau termaksud orang penting disekolah kami SMK N 1 Klaten .
         
Nah , Pak Dian inilah yang karena kepeduliannya terhadap kekompakan kelas kami , Beliau sampai mau merelakan waktunya pada 29 Juni 2013 untuk menemani kami bertamasya (JIAHHH bertamasya ) . Belia yang sebenarnya mengajak kami untuk bermain bersama atau katakanlah Wisata Bersama atau Tamasya atau terserahlah . HAHA


*Kronologi Singkat .

          Hari ini kami memulainya dengan berkumpuol didepan sekolah sekita jam 06.00 , (padahal penulisnya berangkat jam 06.30) HAHA . Dan tragisnya saya adalah satu-satunya yang paling NGARET . ERGHHH ! *skipppp .
Kami membagi tiap anak agar mendapat boncengan , dan diutamakan yang lelaki di depan , yang berani didepan dan ….. *entahlah . Sebelum keberangkatan kami telah diinstruksikan untuk mengisi 4 liter bensin  ,agar  nantinya ditengah perjalanan tidak ada yang terpisah , dan kami juga diinstruksikan agar tidak saling meninggalkan teman yang nantinya terpisah . Formasi barisan saat perjalanan dipimpin oleh Pak Dhian . Sebelumnya kami sempat berkumpul ditempat kedua yaitu POM BENSIN JONGGRANGAN , disana kita juga melakukan doa untuk keselamatan perjalanan kami  . Doa dipimpin dengan bu wakil ketua WINNI APRILIA PERMATA .

            Setelah berdoa tadi , kami pun memulai perjalanan diawali dengan Jalan Raya Jogja-Solo menuju Trucuk – Gunung Kidul – Wonosari – Pantai Drini . Yeahh .. perjalanan yang sangat menyenangkan – mengesankan (pastinya) . Diperjalanan kepedulian beberapa individu pun terlihat , mereka yang merasa tahu jalannya mencoba mengalah untuk di formasi belakang dan menghindari hilang-terpecahnya formasi . Dan (sampai sini gatau mau nulis apa) …
Jalanan yang  menanjak tinggi dan menurun terjal , dan jegglongan ( jalan rusak) tidak mematahkan semangat kami untuk menikmati perjalanan itu . Saat itu cuaca tidak begitu panas , dan udara yang cukup segar di Gunung Kidul Handayani kala itu .

            Oiiya , sebelumnya mungkin perlu saya sebutkan boncengan yang tadi  terbentuk  (melalui formasi perjalanan yang tidak menetap)
1.     Pak Dian (alone)
2.    Septian dan Icha
3.    Ilham dan Asri
4.    Pratama dan Rina
5.    Abdul dan Tya
6.    Darmawan dan Aas
7.    Pak ketua ( Ihsan ) dan Mutiara
8.    Arifah dan Fathin
9.    Chandri dan Nenik
10. Desi R dan Riki
11.  Bramanda dan Khusnul
12. Ibnu dan Eko
13. Penulis ini dan  Winni
14. Reyza dan Ratri
( Daftar ini dibuat semata-mata iseng , yah sekalian mengingatkan buat kalian yang merasa mendapat moment special dengan boncengan itu *ehhhapaini? HAHA )

                Ditengah perjalanan , hal yang (mungkin)bias dikatakan lucu-gokil-aneh atau apalah terjadi si Bu Wakil Ketua Winni dengan lahapnya menyantap makanan ditengah perjalanan , dengan posisi saya yang didepan dan dia enakan makan . PFFTTTT . HAHA . Lalu , ditengah perjalanan sempat pula reyza-ratri-ibnu-eko terpisah jauh  dari barisan karena harus mengisi bensin , dan dijarak lain yang cukup jauh dari mereka aku – winni- darmawan- aas malah ikut terpisahjauh dari tema-teman lainnya . FUFUFU . Tapi , ternyata rombongan didepan sudah menunggu kami , NAH ! Inilah yang membuat saya tekesan bangga sama Beliau wali kelas kami , yang bisa mengatur teman-teman lainnya untuk tetap menunggu teman lain yang (mungkin) tersesat atau setidaknya terpisah jauh .

                Dan .. lagi , ditengah perjalanan . Salah satu teman kami Chandri – Nenik motornya bocor , PFFTTT (ini cobaan banget) . Reyza-Ratri pun membantu mereka berdua mencari tempat tambalan itu , sedangkan Ifah – Fahin- Iksan – Mutiara memberitahu yang lainnya bahwa Ban Motornya Chandri bocor . Lalu kami (aku-winni-reyza-ratri-iksan ) memutuskan untuk menemani chandri – nenik yang sedang menunggu tambalan bannya , yang saya ingat tempat tambalan itu ada dipinggir kiri lampu merah . Sedangkan Pak Dhian dan yang lainnya yang awalnya ingin menunggu akhirnya , kami dan ifah-fathin suruh untuk menuju pantai terlebih dahulu agar mempersingkat waktu dan perjalanan . Yahhh ..

            Dan aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri menunggu cukup lama proses penambalan ban itu , dan karena kami merasa lapar , aku-reyza-ratri-chandri-nenik pun memutuskan untuk makan  Bekal Spesial kami yang sudah dibuatkan Reyza’s Mom dengan Menu “ Nasi Ayam Sambal Pedazzzz “ Yummy . HAHA  . Ketika Reyza-Chandri-Nenik dengan asyik makan didepan mobil dengan bau solar , Penulis ini-Ratri malah makan dibawah pohon talok , dipinggir jalan raya karena menghindari Bau Solar itu . HAHA

Setelah beberapa menit , akhirnya Ban nya Chandri pun selesai ditambal dan Kami meneruskan perjalanan …. Yihiii ~
            Meneruskan perjalanan dengan  jalan yang makin mengerikan (buat penulis yang takut ketinggian) , kami pun saling diam karena diburu oleh waktu dan keinginan untuk sampai seperti rombongan sebelumnya yang telah sampai .  Dann …. (mau cerita panjang tapi kagak berani ahh menjaga hati aja *ehh )

            Dannnn .. kami sampai di Pantai DRINI yang cantik dengan pasir putih , dengan gubuk seperti di Hawai dan Ombaknya yang tidak begitu besar . Bahkan penulis sempat menyebutkan (secara tidak sengaja) HAWAI . HAHA . Lalu kami (aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri) pun segera berlari mencari teman-teman lain .

          Yah , reyza-chandri-nenik-winni dengan segera mereka berlari menghampiri tepian pantai dan berbaur dengan yang lainnya . Tapi berbeda dengan penulisini-ratri-iksan yang masih diam di Gubuk bersama Pak Dhian . Entahlah .. tiba-tiba saja penulis ini tidak cukup banyak mood (un-mood) untuk  menikmati situasi kala itu .

          Tapi , akhirnya aku-ratri-iksan-pak dhian pun tidak mau melewatkan kesempatan yang ada . Kami pun berbaur dengan yang lainnya , HAHA . Menyenangkan , aku melihat betepa bahagia – ceria terpancar jelas diwajah mereka , dengan DLSR yang dipegang oleh Ilham malah menjadikan Ilham seperti fotografer dengan jasanya mengambil gambar kecerian teman-teman kala itu . Dan moment seperti itulah , adalah moment yang tepat untuk para Narsismania-Photobooth untuk memanfaatkan sebaik mungkin pemandangan dan pandai mengambil pose yang pantas untuk diambil . HAHA
         
          Berbeda dengan Pak Dhian , beliau terlihat tenang-diam entahlah apa … dan kenapa . Beliau malah seolah menjauh dari keramaian .Yah mungkin pak dhian sedang berusaha member banyak waktu untuk para muridnya agar lebih bebas berekspresi tanpa harus ada guru yang akan membuat mereka jadi kaku berekspresi .

          Bahkan kalo saya ingat pada moment itu ada sekitar 5 anak yang mengeluarkan kameranya ditepi pantai untuk mengambil segala moment-pose yang bagus ,HAHA (kebanyakan kamera) itupun baru yang kelihatan . Yang enggak kelihatan , juga ada yang bawa tapi sengaja tidak dikeluarkan karena sudah ada banyak yang membawa kamera (lirik reyza dan penulisnya. Xoxo ) . Waktu yang panjang , sangat panjang . Walaupun mungkin singkat tapi dengan canda tawa yang kami buat ,membuat seolah ini waktu yang lama . Ada yang sibuk jadi tukang photo , ada yang sibuk jadi photo model , ada yang cumin diem ditepi pantai untuk sekedar menghayati suasana kala itu , ada yang dengan bangganya bermain dengan ombak , ada yang menjengkelkan saling melempar pasir pantai dan …. Entahlah . Yang pasti inti dari semua itu adalah tentang “ KEBERSAMAAN “ (dan aku bahagia melihat mereka bisa bahagia *eaaaa )

          Ditengah-tengah kecerian kami , Khusnul datang membawa sebuah Balon yang katanya bisa membentuk LOVE . HAHA . Dan alhasil dari sekian banyak balon yang ada hanya 2-4 yang benar-benar berbentuk love . Menyenangkan , walaupun saat situasi ini , Penulis hanya duduk diam di gubuk bersama Ratri , tapi Penulis ikut merasakan kebahagian mereka yang mereka lampiaskan pula dengan meniup balon-balon itu . Sedangkan ditempat lain Penulis dan Ratri sedang sibuk duduk diam di bawah gubuk dengan atap daun kelapa , tragisnya Penulis membawa 2 kamera kala itu , milik Winni dan Icha . HAHA . Di dimensi waktu lain beberapa menit sebelum situasi ini , Pak Dhian menyempatkan pose untuk diambil gambarnya bersama teman-teman yang lain , bodohnya Penulis malah jadi fotografernya bukan menjadi bagian dari mereka yang bisa berfoto dengan Pak Dhian . HAHA . Tapi tidak apa-apalah melihat gambar mereka yang tersenyum sumringah dan pak dhian yang mau berfoto dengan teman-teman cukup membuat penulis terharu dan bisa tersenyum . Coba kita kembali kedimensi waktu sebelum situasi ini sekitar 15 menit sebelum kejadian ini . Penulis sempat mengambil foto mereka ( icha-winni-asri-chandri-aas) yang dengan pose melompatnya ( hitungan 1 .. 2 , dan klik ) . HAHA . Menggemaskan bila mengingat moment ini .

          Di kejauhan gubuk tempat penulis dan ratri duduk , terlihat desi dan septian yang saat itu dengan asiknya bermain-main dengan ombak . Ada pula si Icha dan Reyza – Bram dan Winni dengan balon cintanya , yang gambarannya bisa diambil dengan DLSR yang dipegang Ilham . Selang beberapa setelah situasi itu , Ifah-Riki-Eko pun menghampiri aku-ratri di Gubuk beratap daun kelapa itu . Diikuti dengan Ilham yang membawa DLSR nya , dan lalu penulis meminta ilham itu mengmbil gambarnya . HAHA (asikk dapet 1 kali take) .

          Hembusan angin – ombak yang cukup menyenangkan – Pasir Putih yang menggambarkan jejak kaki kami – Gubuk kayu beratap Daun Kelapa . hal-hal itulah yang menjadi saksi bisu kebersamaan dan kecerian kami kala ditempat itu . Sinar dari langit , makin menunjukkan waktunya , sampai sudah cukup lelah kami di Pantai itu . Kami pun memutuskan untuk pindah ke pantai lain ..  yaitu ke Pantai Sundak . Lucunya teman-teman yang tadi maen air sehingga bajunya basah-kaki penuh dengan pasir , mereka tetap dengan PDnya meneruskan perjalanan ke Sundak . HAHA

          Pantai Sundak , pantai yang tidak begitu jauh dari Pantai Drini . Dan … kami sampailah di Pantai Sundak , Pantai yang sebelumnya pernah dikunjungi penulis dan teman-teman TKJ 3 saat perayaan hari ulang tahun salah satu teman . Pantai ini sudah tidak asing lagi untuk beberapa dari mereka , yah karena Pantai Sundak ini pernah menjadi bagian dari Kisah TEKAJE 3 (diluar kelas) . Setelah  memakirkan motor , beberapa dari kami malah sibuk mencari kamar mandi untuk berganti pakaian-mandi setelah bermain air di Pantai Drini tadi  dan beberapa dari kami juga dengan segera berlari menuju ke pantai , tapi …. Yah sangat disayangkan Ombak di Pantai Sundak kala itu sangat besar , pffttt . Dan yah kami hanya menyaksikan ombak yang besar itu menghantam tiap batu karang di pinggir pantai .
         
          Penulis dan Icha pun lalu memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri , kebetulan saat itu Di Pantai Sundak juga sedang ada suatu acara kecil-kecilan , karena kebetulan sedang ada penyanyi diatas panggung yang menyanyikan lagu Butiran Debu – Rumor , Penulis dan Icha pun lalu memperegakan-lipsing-menari dengan PD nya , HAHA . Yah intinya kami hanya sekedar menikmati suasan music kala itu , dibanding harus melihat jenuh Ombak Pantai Sundak yang besar itu

         

            Yah setelah beberapa melewati kegilaan bersama Icha didepan latar yang luas , dan beberapa teman yang sudah selesai membersihkan diri mereka dari kecutnya air Pantai Drini . Kami pun bermaksud segera menyudahi moment kala itu , terlebih waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 . Tapi , moment yang terpenting terjadi disaat seperti ini , Teman-teman pun berkumpul membentuk lingkaran dan di pimpin oleh Pak Dhian .Pak Dhian pun mulai menyampaikan kritikan-sudut pandang tentang kelas kami (@tekaje_3) yang saya ingat Pak Dhian mengatakan bahwa kelas kami masih terbilang kurang kompak -____- , mendengar itupun kami (mungkin beberapa dari kami) berusaha untuk berlapang dada dan hanya menunduk mendengar pernyataan itu ,yah karena memang kenyataanya seperti itu ( Moment indah sekalipun , walaupun seindah kita pergi ke paris bersama-sama itu juga belum tentu membuat kelas kami kompak ) *okehlupakan . Disela-sela itu Beliau juga sempat menyampaikan nasihat-nasihatnya , amanatnya dan keinginan kedepannya tentang kelas ini . AAAAA … disaat seperti inilah , kami melihat betul sebuah kepeduliaan dan kecintaan beliau terhadap kami .. (mengharukan) . Tapi penulis berpikir “ kenapa baru disaat seperti ini (disaat akhir perannya menjadi wali kelas kami) baru terlihat dengan jelas kepedulian beliau … “ pfftt . Dan yah penulis sedikit lupa apa saja yang dikatakan beliau (masuk kuping kanan keluar kuping kiri *jangan ditiru ) HAHA . Tapi yang jelas sangat bermanfaat untuk kami semua .  Yahhh .. dan setelah itu kami semua pun berdoa dan yang terakhir ,yang tidak boleh terlupa yaitu TAKE A PICTURE TO THE BEST MOMENT . Dan fotografer aseli @tekaje_3 pun lalu mengambil gambar untuk moment itu .
Dan ini diaaaa ….

          Akhir waktu pun datang , menuju ke akhir moment . Kami pun menempuh perjalanan pulang bersama-sama . Formasi barisan motor tetap di ketuai oleh Pak Dhian . Yah , tapi kesenangan-keceriaan-kebahagiaan belum terhenti ,ketika perjalanan pulang pun terlihat jelas wajah lelah teman-teman yang terkalahkan dengan cerianya hari itu , mereka terlihat masih sangat semangat .  Ditengah perjalanan pulang (keluar dari wonosari) penulis pun menyempatkan untuk merekam moment itu ditengah perjalanan , dengan kata-kata khas penulis yang cempreng “ Heii say hello dongs .. “ xoxox . Yah penulis melihat secara jelas keceriaan dan semangat teman-teman .

          Eitsss , belum selesai ceritanya , ditengah perjalanan si Reyza dan Ratri terkenan musibah yang cetarrr banget -___- pfftt . Lagi dan lagi , Ban yang bocor menguji kami semua . Ifah dan Fathin yang (lagi) memberitahu kepada teman-teman yang lain bahwa Ban motornya reyza bocor , yah dan Chandri dan Nenik pun lalu menyusul Reyza yang (ternyata) sudah lebih dulu berhenti ditempat tambal ban ,disusul dengan Darmawan dan Winni yang menyusul mereka ,dan lucunya  penulis dan aas diturunkan dipinggir jalan begitu saja -____- pfftt . Yah , dan kami pun meneduh di gubuk kecil pinggir jalan . Sementara di tambal ban sana sudah ada Ifah-Fathin-Bram-Khusnul-Chandri-Nenik-Winni-Darmawan . Tidak lama setelah itu Winni dan Darmawan pun datang (akhirnya) .

          Hal yang sangat lucu terjadi, tiba-tiba saja Winni merasa kebelet pipis . HAHA . Karena saking tidak adanya tempat awalnya Winni ingin nekat Pipis di semak belukar . Tapi ,setelah dicari – disurvey tidak ada semak belukar yang bisa melindungi dia dari sorotan mata bila hal itu benar akan dia lakukan . Hingga akhirnya , Winni dan Penulis pun menyusul Reyza dkk ditempat tambalan ban, berharap ada toilet disana . Dan ternyata … ADA . Yah dan akhirnya hasrat ingin pipis Winni pun tercapai ,sehingga tidak perlu melakukan adegan disemak belukar . xoxox .

          Tidak lama setelah Winni menumpang toilet dirumah pemilik tambal ban , Ternyata Motornya Reyza sudah berhasil ditambal . Dan kami pun meneruskan perjalanan ,menyusul rombongan yang mungkin sudah lebih dulu melaju . Tapi .. ternyata , diluar dugaan kami Rombongan yang dipimpin Pak Dhian itu ternyata menunggu kami sejak dari tadi . Yammpun , disinilah makin terlihat betapa pedulinya-carenya Pak Dhian menyuruh teman-teman yang lain untuk menunggu kami yang sudah lebih dari 15 menit menunggu Reyza dan Motornya itu . Mengagumkan memang , suatu bentuk Kepedulian – Tanggung Jawab – Ke-carean yang sangat luar biasa .

          Dan kami pun meneruskan perjalan pulang bersama-sama , dengan jalanan yang panjang dan suasan yang cukup teduh . Tapi , ternyata ditengah Jalan , Pak Dhian pulang mengambil jalan menuju arah cawas ( jalan pulang yang sangat jauh dibanding lewat piyungan) . Dan teman yang lain pun mengikuti Pak Dhian , tapi reyza-ratri-ifah-fathin-winni-penulis yang ada di formasi belakang pun lalu berhentin di pinggir jalan , kami pun lalu berniat untuk pulang lewat jalan arah piyungan, agar jaraknya lebihh cepat . Awalnya kami berniat mengejar mereka yang didepan dan Pak Dhian untuk memberitahu bahwa Arah ini sangat jauh, tapi Rombongan didepan sudah terlalu jauh dan tidak memungkinkan untuk dikejar . Akhirnya kami berniat untuk memutar balik dan melewati piyungan  . Diperjalanan kami tidak lupa member kabar kepada yang lain bahwa kami pulang lewat arah piyungan , agar mereka tidak mengira kami tersesat . Dan kami juga berharap agar mereka (yang pulang lewat cawas) melalui perjalanan dengan baik

          *cerita perjalanan pulang lewat gedangsari
          Ditengah perjalanan , teman kami Winni pun merasa sakit , sehingga dia meminta penulis untuk berhenti di POM Bensin ,ketika berhenti di POM Bensin Winni segera mencari toilet ,setelah itu ia lalu mampir ke mini market di SPBU untuk membeli obat yang kiranya bisa membuat dia lebih fit . Yah, dengan was-was penulis menunggu lama si winni yang malah belanja obat -___- pfftt(maklum anak orang, takutnya malah pingsan di mini market . HAHA ) . Setelah akhirnya Winni sudah meminum obatnya, kami pun meneruskan perjalanan lewat Gedangsari .

          Awalnya penulis tidak tahu apa itu Gedangsari, yang penulis ingat tulisan “ Gedangsari “ itu ada di papan hijau penunjuk jalan . Yah , kami pun pulang lewat jalan itu , awalnya kami merencanakan lewat piyungan ,tapi karena katanya lewat Gedangsari dekat baiklah kamipun ikut saja . Tetapi , good ! so very good -___-  jalan yang awalnya lebih banyak jalan turun , ternyata malah membawa penulis ke fantasi yang sangat mengerikan , jalanan tinggi yang sangat panjang ( hamper 180 derajat *lebay) , erghh ! Ini menyebalkan , harus berjalan seolah ditepian jurang -___- , penulis pun berada diketakutan yang luar biasa ,tiap jalan naik penulis hanya diberi kekuatan untuk berkata “ jangan lihat kebawah “ sambil menyanyikan lagu That XX dan Dream High , sedangkan dengan asyiknya winni tidur , Euhhh -__- , dan asyiknya si Reyza-Ratri-Ifah-Fathi tenang-tenang saja . SHITTT ! Ini menyebalkan , sampai akhirnya benar jalanan yang sangat panjang turun curam (sangat curam) dengan jarak yang sangat jauh , benar-benar menantang adrenalin ( begoo bukan nanti lagi tapi memutus adrenalin) , Memutus ketakutan diantara tangan kaki yang sudah mulai dingin dan kaku . Dan … bodohnya –cengengnya si Penulis malah nangis . HAHA (ini scene memalukan) Yahh , penulis malah nangis dan meminta tukeran boncengan dengan Ifah . HUHU . Yah dan akhirnya jalanan turun curam itu sudah berakhir , walaupun ketakutan dan bayangan itu masih ada . Yeahhhh … hembuskan nafas sejenak (pembaca silahkan mencoba betapa enak-a jalan gedangsari . erghh -___- ) dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang, sehingga tiba-tiba entag apa , kami pun telah sampai disuatu pedesaan yang bertuliskan “ Wedi “ .

          Tidak berapa lama setelah itu , sampailah rombongan kami ( reyza-ratri-winni-ifah-fathin-aya) di depan sekolah . Dan ternyata , rombongan yanglain sudah sampai terlebih dahulu didepan sekolah , pfftt . Yahh , melepas penat sejenak . Lalu beberapa dari kami menyempatkan untuk melepas lapar-lelah-haus di Hoki depan sekolah . Yah , sore itu scene terakhir dari semua moment terindah hari itu adalah ,dengan Makan Sore di Hoki dan fotografer sambilan kelas si Ilham yang beraksi mengambil moment itu dengan DLSR nya ~

-      THE END –


Qoutes of the story
kebersamaan ini takkan terganti meski esok atau lusa kita bisa bertemu kembali” – Ebbell
“ Terimakasih pantai – ombak – jalanan panjang – pasir pantai – mendung , yang telah mengikat kebersamaan kita kala itu . 29 Juni 2013 “ – Ebbell
““Sekeras apapun kita berusaha, sebuah kebersamaan itu tak akan bisa dipaksakan.
Cukup logis sebenarnya jika porsi perasaan belum menjajahmu.” – Ken Raras
“ Kebersamaan nyatanya lebih terasa ketika (waktu) perpisahan itu datang . Tapi bukan segala sesuatu yang bertemu pasti akan berpisah “ – Ebbell
“ Ketika segala sesuatunya akan berganti-berubah , mungkin saat itulah kebersamaan yang hebat terasa “ – Ebbell

Ucapan Terimakasih Members of @tekaje_3 :
1.Eko Budiyanti :
    “Untuk Bapak Dhian , He is very great , the best time with you Dad “
2.Asri Nardika Sari :
          “ Makasih buat pak dhian yang sudah mau menjadi wali kelas XI TKJ 3 angkatan kami, dan sudah mau nolongin aku bayarin dulu uang LKS ku :0) “
3. Desy Arischa Anggarini :
          “ Terimakasih buat Pak Dhian untuk 1 tahun ini yang sudah membimbing dan mengajar kami ,saya sangat bangga dengan pak dhian yang sudah merubah kelas kami menjadi lebih baik. Tanpa Pak Dhian kami tidak akan menjadi seperti ini . Dan tanpa Pak Dhian acara piknik ini juga tidak mungkin terlaksana . Kami semua minta maaf untuk Pak Dhian jika ada yang ngeyel – susah diatur . Saya senang memiliki wali kelas seperti Pak Dhian . Semoga kelas XII , kita bisa bertemu lagi . I LOVE U “ (rekorrr ini yang paling panjang dan nyusahin yang ngetik. Pftt)
4. Darmawan Adhi Pradana
          “ Terimakasih Pak Dhian .wali kelas yang paling perhatian dengan kita ,wali kelas yang selalu member saran dan masukan pada kita. Wali kelas yang sangat kita cintai . Sukses selalu untuk Pak Dhian dan Kita “
5. Martha Dila
          “ Pak Dhian itu imut, baik . Membela anak didiknya mati-matian demi kebaikan anak didiknya”

6. Reyza Avista
          Pak dian pling the best dri wali" yg lain  Berkorban buat muridnya dan harus debat sesama guru. Wali kelas yg harus [d̲̅i̲̅] contoh . Perhatian banget sama nasib murid didiknya . Pokoknya makasih banget buat Pak Dhian “
7. Viki Verianto
          “ Buat Pak Dhian , terimakasih , selama menjadi wali kelas sudah banyak membantu TKJ 3 dalam banyak hal , member motivasi dan saran kepada kami semua . Semoga di semester berikutnya dan seterusnya kita tetap dapat menjaga hubungan baik “
8. Abdul Rohim
          “ Pak dhian terimakasih atas pembinaan buat kami , Terimakasih sudah berusaha membuat TKJ 3 lebih baik . Kami akan jaga kekompakan kelas “
9. Chandri Nona Kustyna
          “ Terimakasih yah Pak Dhian atas bimbingan dari bapak selama 1 tahun ini , dan kami juga berterimakasih atas moment terindah  dari Pak Dhian kemaren di Pantai . Kami tidak akan melupakan moment tersebut , karena moment itu adalah moment pertama kami bersama wali kelas . Pesan kami untuk Pak Dhian semoga makin sukses dan makin disayang sama murid-muridnya . Pokoknya yang terbaik buat Pak Dhian . Pak Dian its he best to our . Kami tidak akan melupakan Pak Dhian walau kami kelak akan lulus dari SMK “
10. Devy Kusuma
          “ Terimakasih pak dhian , you’are my shinning star … like a little diamond “














Senin, 01 Juli 2013

THE AWESOME MOMENT of TKJ 3



Hari ini sangat menyenangkan ..
AKU BAHAGIA !
Sabtu , 29 Juni 2013 . Pukul 06.45 aku memulainya dengan melewati banyak hal bersama teman satu kelasku . Perjalanan menuju ke suatu obyek wisata Pantai Selatan yaitu PANTAI DRINI .

*prolog
Menuju  2 tahun aku dan teman-teman telah melewati  banyak hal di kelas 11 , tepat pada tanggal 21 Juni 2012 Kami semua – 37 siswa telah resmi dinyatakan diatas goresan kertas putih (RAPOR) bahwa kami  telah menjadi Siswa kelas XII TKJ 3 . RAWRRR MOMENT ~ . 2 Tahun itu telah menjadi kisah – cerita – legenda , entahlah tepatnya diberi judul Kisah Kasih di TKJ 3 atau judul Kisah Tragis di TKJ 3 .
Judul-judul itu rasanya tidak penting , 1 Judul yang panjang itu juga tidak mengartikan banyak tentang kisah kami dari 37 anak yang telah bersama selama 2 tahun ini .  Karena kisah 2 tahun ini tidak hanya tentang bahagia, dan sedih  ; tentang cinta dan sakit ; tentang  teman dan musuh . Tapi tentang banyak hal , banyak hal yang menjadi bagian dari 3 hal yang saya sebutkan tadi . Terlalu banyak mungkin bila disebutkan disini … Tapi yang jelas cerita-cerita itu selalu mengajarkan kami untuk selalu menjadi lebih baik , untuk menjadi lebih dewasa , dan mengerti akan betapa pentingnya kebersamaan .
         
             Mungkin memang harus saya akui , sampai saat ini Kelas TKJ 3 (angkatanku) belum bisa dikatakan KOMPAK atau SANGAT KOMPAK . Entahlah … sulit memang menyatukan 37 anak ini . HAHA . Tapi walaupun kita tidak kompak , kita selalu punya banyak waktu untuk sebuah KEBERSAMAAN , walau tidak setiap hari . Pernah saya dengar ada seseorang dari kelas kami yang mengatakan “ Segala sesuatu yang penting prosesnya , bukan hasilnya “ NAH ! Saya kira kalo selama ini banyak  kelas atau para wali murid yang berusaha untuk membuat kelas mereka kompak itu (mungkin) ALIBI , Kekompakan itu asalnya dari hati karena terbiasa , karena nyaman dank arena saying . Saya rasa untuk menjadi kompak tidak perlu dengan embel-embel uang-kreativitas-kepintaran , tapi adalah lahirnya sebuah keinginan atau rasa untuk menjadi satu , dan menikmati kebersamaan yang ada . HAHA ( saya bukan ahli kekompakan ini hanya pendapat maaf kalo salah )
          Pertengahan tahun 2011 Juli , 37 siswa ini bertemu di suatu Ruang Sederhana dengan jendela kayu , yang berada didekat lorong dan terpampang diatas pintunya RUANG C  . Yah itulah tempat yang menjadi saksi bisu kisah kami selama 2 tahun ini dan (mungkin) setahun yang akan datang . Ruangan sederhana yang terkenal dengan tempatnya yang silir dan terang itu , menyimpan coretan-ukiran meja kursi laci – merekam banyak adegan ditempat itu . Dengan seorang wali kelas baru bernama Bu DWI MAYASARI  , wali kelas yang menyimpan banyak cinta-sayang-marah-kekesalannya terhadapat Kelas kami dengan Diam dan Lemah lembutnya . Yang saat masa kelas 10 berhasil membuat separuh lebih dari Kami membencinya . HAHA (termaksud penulis ini )  Dan pada 2012 Juli , 37 siswa itu (kami) kembali menikmati ruangan sederhana itu , dengan Wali Kelas (baru lagi) yang diharapkan kita semua bias menjadi LEBIH BAIK dari wali kelas , kelas 10 kami .  Yaitu Bapak DIAN SUPRIYANTO, seorang Sarjana SAINS lulusan UNS (Univ Negri Surabaya) , wali  kelas yang terkenal baik-lembu-ramah terjadap kami , yah walau Dia adalah sosok yang kurang tanggap (maafkan saya pak) , tapi sebenarnya Beliau memiliki kepedulian besar terhadap kekompakan kami , hanya saja banyak waktunya yang tersita untuk kepentingan sekolah , karena beliau termaksud orang penting disekolah kami SMK N 1 Klaten .
         
Nah , Pak Dian inilah yang karena kepeduliannya terhadap kekompakan kelas kami , Beliau sampai mau merelakan waktunya pada 29 Juni 2013 untuk menemani kami bertamasya (JIAHHH bertamasya ) . Belia yang sebenarnya mengajak kami untuk bermain bersama atau katakanlah Wisata Bersama atau Tamasya atau terserahlah . HAHA


*Kronologi Singkat .

          Hari ini kami memulainya dengan berkumpuol didepan sekolah sekita jam 06.00 , (padahal penulisnya berangkat jam 06.30) HAHA . Dan tragisnya saya adalah satu-satunya yang paling NGARET . ERGHHH ! *skipppp .
Kami membagi tiap anak agar mendapat boncengan , dan diutamakan yang lelaki di depan , yang berani didepan dan ….. *entahlah . Sebelum keberangkatan kami telah diinstruksikan untuk mengisi 4 liter bensin  ,agar  nantinya ditengah perjalanan tidak ada yang terpisah , dan kami juga diinstruksikan agar tidak saling meninggalkan teman yang nantinya terpisah . Formasi barisan saat perjalanan dipimpin oleh Pak Dhian . Sebelumnya kami sempat berkumpul ditempat kedua yaitu POM BENSIN JONGGRANGAN , disana kita juga melakukan doa untuk keselamatan perjalanan kami  . Doa dipimpin dengan bu wakil ketua WINNI APRILIA PERMATA .

            Setelah berdoa tadi , kami pun memulai perjalanan diawali dengan Jalan Raya Jogja-Solo menuju Trucuk – Gunung Kidul – Wonosari – Pantai Drini . Yeahh .. perjalanan yang sangat menyenangkan – mengesankan (pastinya) . Diperjalanan kepedulian beberapa individu pun terlihat , mereka yang merasa tahu jalannya mencoba mengalah untuk di formasi belakang dan menghindari hilang-terpecahnya formasi . Dan (sampai sini gatau mau nulis apa) …
Jalanan yang  menanjak tinggi dan menurun terjal , dan jegglongan ( jalan rusak) tidak mematahkan semangat kami untuk menikmati perjalanan itu . Saat itu cuaca tidak begitu panas , dan udara yang cukup segar di Gunung Kidul Handayani kala itu .

            Oiiya , sebelumnya mungkin perlu saya sebutkan boncengan yang tadi  terbentuk  (melalui formasi perjalanan yang tidak menetap)
1.     Pak Dian (alone)
2.    Septian dan Icha
3.    Ilham dan Asri
4.    Pratama dan Rina
5.    Abdul dan Tya
6.    Darmawan dan Aas
7.    Pak ketua ( Ihsan ) dan Mutiara
8.    Arifah dan Fathin
9.    Chandri dan Nenik
10. Desi R dan Riki
11.  Bramanda dan Khusnul
12. Ibnu dan Eko
13. Penulis ini dan  Winni
14. Reyza dan Ratri
( Daftar ini dibuat semata-mata iseng , yah sekalian mengingatkan buat kalian yang merasa mendapat moment special dengan boncengan itu *ehhhapaini? HAHA )

                Ditengah perjalanan , hal yang (mungkin)bias dikatakan lucu-gokil-aneh atau apalah terjadi si Bu Wakil Ketua Winni dengan lahapnya menyantap makanan ditengah perjalanan , dengan posisi saya yang didepan dan dia enakan makan . PFFTTTT . HAHA . Lalu , ditengah perjalanan sempat pula reyza-ratri-ibnu-eko terpisah jauh  dari barisan karena harus mengisi bensin , dan dijarak lain yang cukup jauh dari mereka aku – winni- darmawan- aas malah ikut terpisahjauh dari tema-teman lainnya . FUFUFU . Tapi , ternyata rombongan didepan sudah menunggu kami , NAH ! Inilah yang membuat saya tekesan bangga sama Beliau wali kelas kami , yang bisa mengatur teman-teman lainnya untuk tetap menunggu teman lain yang (mungkin) tersesat atau setidaknya terpisah jauh .

                Dan .. lagi , ditengah perjalanan . Salah satu teman kami Chandri – Nenik motornya bocor , PFFTTT (ini cobaan banget) . Reyza-Ratri pun membantu mereka berdua mencari tempat tambalan itu , sedangkan Ifah – Fahin- Iksan – Mutiara memberitahu yang lainnya bahwa Ban Motornya Chandri bocor . Lalu kami (aku-winni-reyza-ratri-iksan ) memutuskan untuk menemani chandri – nenik yang sedang menunggu tambalan bannya , yang saya ingat tempat tambalan itu ada dipinggir kiri lampu merah . Sedangkan Pak Dhian dan yang lainnya yang awalnya ingin menunggu akhirnya , kami dan ifah-fathin suruh untuk menuju pantai terlebih dahulu agar mempersingkat waktu dan perjalanan . Yahhh ..

            Dan aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri menunggu cukup lama proses penambalan ban itu , dan karena kami merasa lapar , aku-reyza-ratri-chandri-nenik pun memutuskan untuk makan  Bekal Spesial kami yang sudah dibuatkan Reyza’s Mom dengan Menu “ Nasi Ayam Sambal Pedazzzz “ Yummy . HAHA  . Ketika Reyza-Chandri-Nenik dengan asyik makan didepan mobil dengan bau solar , Penulis ini-Ratri malah makan dibawah pohon talok , dipinggir jalan raya karena menghindari Bau Solar itu . HAHA

Setelah beberapa menit , akhirnya Ban nya Chandri pun selesai ditambal dan Kami meneruskan perjalanan …. Yihiii ~
            Meneruskan perjalanan dengan  jalan yang makin mengerikan (buat penulis yang takut ketinggian) , kami pun saling diam karena diburu oleh waktu dan keinginan untuk sampai seperti rombongan sebelumnya yang telah sampai .  Dann …. (mau cerita panjang tapi kagak berani ahh menjaga hati aja *ehh )

            Dannnn .. kami sampai di Pantai DRINI yang cantik dengan pasir putih , dengan gubuk seperti di Hawai dan Ombaknya yang tidak begitu besar . Bahkan penulis sempat menyebutkan (secara tidak sengaja) HAWAI . HAHA . Lalu kami (aku-winni-reyza-ratri-nenik-iksan-chandri) pun segera berlari mencari teman-teman lain .

          Yah , reyza-chandri-nenik-winni dengan segera mereka berlari menghampiri tepian pantai dan berbaur dengan yang lainnya . Tapi berbeda dengan penulisini-ratri-iksan yang masih diam di Gubuk bersama Pak Dhian . Entahlah .. tiba-tiba saja penulis ini tidak cukup banyak mood (un-mood) untuk  menikmati situasi kala itu .

          Tapi , akhirnya aku-ratri-iksan-pak dhian pun tidak mau melewatkan kesempatan yang ada . Kami pun berbaur dengan yang lainnya , HAHA . Menyenangkan , aku melihat betepa bahagia – ceria terpancar jelas diwajah mereka , dengan DLSR yang dipegang oleh Ilham malah menjadikan Ilham seperti fotografer dengan jasanya mengambil gambar kecerian teman-teman kala itu . Dan moment seperti itulah , adalah moment yang tepat untuk para Narsismania-Photobooth untuk memanfaatkan sebaik mungkin pemandangan dan pandai mengambil pose yang pantas untuk diambil . HAHA
         
          Berbeda dengan Pak Dhian , beliau terlihat tenang-diam entahlah apa … dan kenapa . Beliau malah seolah menjauh dari keramaian .Yah mungkin pak dhian sedang berusaha member banyak waktu untuk para muridnya agar lebih bebas berekspresi tanpa harus ada guru yang akan membuat mereka jadi kaku berekspresi .

          Bahkan kalo saya ingat pada moment itu ada sekitar 5 anak yang mengeluarkan kameranya ditepi pantai untuk mengambil segala moment-pose yang bagus ,HAHA (kebanyakan kamera) itupun baru yang kelihatan . Yang enggak kelihatan , juga ada yang bawa tapi sengaja tidak dikeluarkan karena sudah ada banyak yang membawa kamera (lirik reyza dan penulisnya. Xoxo ) . Waktu yang panjang , sangat panjang . Walaupun mungkin singkat tapi dengan canda tawa yang kami buat ,membuat seolah ini waktu yang lama . Ada yang sibuk jadi tukang photo , ada yang sibuk jadi photo model , ada yang cumin diem ditepi pantai untuk sekedar menghayati suasana kala itu , ada yang dengan bangganya bermain dengan ombak , ada yang menjengkelkan saling melempar pasir pantai dan …. Entahlah . Yang pasti inti dari semua itu adalah tentang “ KEBERSAMAAN “ (dan aku bahagia melihat mereka bisa bahagia *eaaaa )

          Ditengah-tengah kecerian kami , Khusnul datang membawa sebuah Balon yang katanya bisa membentuk LOVE . HAHA . Dan alhasil dari sekian banyak balon yang ada hanya 2-4 yang benar-benar berbentuk love . Menyenangkan , walaupun saat situasi ini , Penulis hanya duduk diam di gubuk bersama Ratri , tapi Penulis ikut merasakan kebahagian mereka yang mereka lampiaskan pula dengan meniup balon-balon itu . Sedangkan ditempat lain Penulis dan Ratri sedang sibuk duduk diam di bawah gubuk dengan atap daun kelapa , tragisnya Penulis membawa 2 kamera kala itu , milik Winni dan Icha . HAHA . Di dimensi waktu lain beberapa menit sebelum situasi ini , Pak Dhian menyempatkan pose untuk diambil gambarnya bersama teman-teman yang lain , bodohnya Penulis malah jadi fotografernya bukan menjadi bagian dari mereka yang bisa berfoto dengan Pak Dhian . HAHA . Tapi tidak apa-apalah melihat gambar mereka yang tersenyum sumringah dan pak dhian yang mau berfoto dengan teman-teman cukup membuat penulis terharu dan bisa tersenyum . Coba kita kembali kedimensi waktu sebelum situasi ini sekitar 15 menit sebelum kejadian ini . Penulis sempat mengambil foto mereka ( icha-winni-asri-chandri-aas) yang dengan pose melompatnya ( hitungan 1 .. 2 , dan klik ) . HAHA . Menggemaskan bila mengingat moment ini .

          Di kejauhan gubuk tempat penulis dan ratri duduk , terlihat desi dan septian yang saat itu dengan asiknya bermain-main dengan ombak . Ada pula si Icha dan Reyza – Bram dan Winni dengan balon cintanya , yang gambarannya bisa diambil dengan DLSR yang dipegang Ilham . Selang beberapa setelah situasi itu , Ifah-Riki-Eko pun menghampiri aku-ratri di Gubuk beratap daun kelapa itu . Diikuti dengan Ilham yang membawa DLSR nya , dan lalu penulis meminta ilham itu mengmbil gambarnya . HAHA (asikk dapet 1 kali take) .

          Hembusan angin – ombak yang cukup menyenangkan – Pasir Putih yang menggambarkan jejak kaki kami – Gubuk kayu beratap Daun Kelapa . hal-hal itulah yang menjadi saksi bisu kebersamaan dan kecerian kami kala ditempat itu . Sinar dari langit , makin menunjukkan waktunya , sampai sudah cukup lelah kami di Pantai itu . Kami pun memutuskan untuk pindah ke pantai lain ..  yaitu ke Pantai Sundak . Lucunya teman-teman yang tadi maen air sehingga bajunya basah-kaki penuh dengan pasir , mereka tetap dengan PDnya meneruskan perjalanan ke Sundak . HAHA

          Pantai Sundak , pantai yang tidak begitu jauh dari Pantai Drini . Dan … kami sampailah di Pantai Sundak , Pantai yang sebelumnya pernah dikunjungi penulis dan teman-teman TKJ 3 saat perayaan hari ulang tahun salah satu teman . Pantai ini sudah tidak asing lagi untuk beberapa dari mereka , yah karena Pantai Sundak ini pernah menjadi bagian dari Kisah TEKAJE 3 (diluar kelas) . Setelah  memakirkan motor , beberapa dari kami malah sibuk mencari kamar mandi untuk berganti pakaian-mandi setelah bermain air di Pantai Drini tadi  dan beberapa dari kami juga dengan segera berlari menuju ke pantai , tapi …. Yah sangat disayangkan Ombak di Pantai Sundak kala itu sangat besar , pffttt . Dan yah kami hanya menyaksikan ombak yang besar itu menghantam tiap batu karang di pinggir pantai .
         
          Penulis dan Icha pun lalu memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri , kebetulan saat itu Di Pantai Sundak juga sedang ada suatu acara kecil-kecilan , karena kebetulan sedang ada penyanyi diatas panggung yang menyanyikan lagu Butiran Debu – Rumor , Penulis dan Icha pun lalu memperegakan-lipsing-menari dengan PD nya , HAHA . Yah intinya kami hanya sekedar menikmati suasan music kala itu , dibanding harus melihat jenuh Ombak Pantai Sundak yang besar itu

         

            Yah setelah beberapa melewati kegilaan bersama Icha didepan latar yang luas , dan beberapa teman yang sudah selesai membersihkan diri mereka dari kecutnya air Pantai Drini . Kami pun bermaksud segera menyudahi moment kala itu , terlebih waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 . Tapi , moment yang terpenting terjadi disaat seperti ini , Teman-teman pun berkumpul membentuk lingkaran dan di pimpin oleh Pak Dhian .Pak Dhian pun mulai menyampaikan kritikan-sudut pandang tentang kelas kami (@tekaje_3) yang saya ingat Pak Dhian mengatakan bahwa kelas kami masih terbilang kurang kompak -____- , mendengar itupun kami (mungkin beberapa dari kami) berusaha untuk berlapang dada dan hanya menunduk mendengar pernyataan itu ,yah karena memang kenyataanya seperti itu ( Moment indah sekalipun , walaupun seindah kita pergi ke paris bersama-sama itu juga belum tentu membuat kelas kami kompak ) *okehlupakan . Disela-sela itu Beliau juga sempat menyampaikan nasihat-nasihatnya , amanatnya dan keinginan kedepannya tentang kelas ini . AAAAA … disaat seperti inilah , kami melihat betul sebuah kepeduliaan dan kecintaan beliau terhadap kami .. (mengharukan) . Tapi penulis berpikir “ kenapa baru disaat seperti ini (disaat akhir perannya menjadi wali kelas kami) baru terlihat dengan jelas kepedulian beliau … “ pfftt . Dan yah penulis sedikit lupa apa saja yang dikatakan beliau (masuk kuping kanan keluar kuping kiri *jangan ditiru ) HAHA . Tapi yang jelas sangat bermanfaat untuk kami semua .  Yahhh .. dan setelah itu kami semua pun berdoa dan yang terakhir ,yang tidak boleh terlupa yaitu TAKE A PICTURE TO THE BEST MOMENT . Dan fotografer aseli @tekaje_3 pun lalu mengambil gambar untuk moment itu .
Dan ini diaaaa ….

          Akhir waktu pun datang , menuju ke akhir moment . Kami pun menempuh perjalanan pulang bersama-sama . Formasi barisan motor tetap di ketuai oleh Pak Dhian . Yah , tapi kesenangan-keceriaan-kebahagiaan belum terhenti ,ketika perjalanan pulang pun terlihat jelas wajah lelah teman-teman yang terkalahkan dengan cerianya hari itu , mereka terlihat masih sangat semangat .  Ditengah perjalanan pulang (keluar dari wonosari) penulis pun menyempatkan untuk merekam moment itu ditengah perjalanan , dengan kata-kata khas penulis yang cempreng “ Heii say hello dongs .. “ xoxox . Yah penulis melihat secara jelas keceriaan dan semangat teman-teman .

          Eitsss , belum selesai ceritanya , ditengah perjalanan si Reyza dan Ratri terkenan musibah yang cetarrr banget -___- pfftt . Lagi dan lagi , Ban yang bocor menguji kami semua . Ifah dan Fathin yang (lagi) memberitahu kepada teman-teman yang lain bahwa Ban motornya reyza bocor , yah dan Chandri dan Nenik pun lalu menyusul Reyza yang (ternyata) sudah lebih dulu berhenti ditempat tambal ban ,disusul dengan Darmawan dan Winni yang menyusul mereka ,dan lucunya  penulis dan aas diturunkan dipinggir jalan begitu saja -____- pfftt . Yah , dan kami pun meneduh di gubuk kecil pinggir jalan . Sementara di tambal ban sana sudah ada Ifah-Fathin-Bram-Khusnul-Chandri-Nenik-Winni-Darmawan . Tidak lama setelah itu Winni dan Darmawan pun datang (akhirnya) .

          Hal yang sangat lucu terjadi, tiba-tiba saja Winni merasa kebelet pipis . HAHA . Karena saking tidak adanya tempat awalnya Winni ingin nekat Pipis di semak belukar . Tapi ,setelah dicari – disurvey tidak ada semak belukar yang bisa melindungi dia dari sorotan mata bila hal itu benar akan dia lakukan . Hingga akhirnya , Winni dan Penulis pun menyusul Reyza dkk ditempat tambalan ban, berharap ada toilet disana . Dan ternyata … ADA . Yah dan akhirnya hasrat ingin pipis Winni pun tercapai ,sehingga tidak perlu melakukan adegan disemak belukar . xoxox .

          Tidak lama setelah Winni menumpang toilet dirumah pemilik tambal ban , Ternyata Motornya Reyza sudah berhasil ditambal . Dan kami pun meneruskan perjalanan ,menyusul rombongan yang mungkin sudah lebih dulu melaju . Tapi .. ternyata , diluar dugaan kami Rombongan yang dipimpin Pak Dhian itu ternyata menunggu kami sejak dari tadi . Yammpun , disinilah makin terlihat betapa pedulinya-carenya Pak Dhian menyuruh teman-teman yang lain untuk menunggu kami yang sudah lebih dari 15 menit menunggu Reyza dan Motornya itu . Mengagumkan memang , suatu bentuk Kepedulian – Tanggung Jawab – Ke-carean yang sangat luar biasa .

          Dan kami pun meneruskan perjalan pulang bersama-sama , dengan jalanan yang panjang dan suasan yang cukup teduh . Tapi , ternyata ditengah Jalan , Pak Dhian pulang mengambil jalan menuju arah cawas ( jalan pulang yang sangat jauh dibanding lewat piyungan) . Dan teman yang lain pun mengikuti Pak Dhian , tapi reyza-ratri-ifah-fathin-winni-penulis yang ada di formasi belakang pun lalu berhentin di pinggir jalan , kami pun lalu berniat untuk pulang lewat jalan arah piyungan, agar jaraknya lebihh cepat . Awalnya kami berniat mengejar mereka yang didepan dan Pak Dhian untuk memberitahu bahwa Arah ini sangat jauh, tapi Rombongan didepan sudah terlalu jauh dan tidak memungkinkan untuk dikejar . Akhirnya kami berniat untuk memutar balik dan melewati piyungan  . Diperjalanan kami tidak lupa member kabar kepada yang lain bahwa kami pulang lewat arah piyungan , agar mereka tidak mengira kami tersesat . Dan kami juga berharap agar mereka (yang pulang lewat cawas) melalui perjalanan dengan baik

          *cerita perjalanan pulang lewat gedangsari
          Ditengah perjalanan , teman kami Winni pun merasa sakit , sehingga dia meminta penulis untuk berhenti di POM Bensin ,ketika berhenti di POM Bensin Winni segera mencari toilet ,setelah itu ia lalu mampir ke mini market di SPBU untuk membeli obat yang kiranya bisa membuat dia lebih fit . Yah, dengan was-was penulis menunggu lama si winni yang malah belanja obat -___- pfftt(maklum anak orang, takutnya malah pingsan di mini market . HAHA ) . Setelah akhirnya Winni sudah meminum obatnya, kami pun meneruskan perjalanan lewat Gedangsari .

          Awalnya penulis tidak tahu apa itu Gedangsari, yang penulis ingat tulisan “ Gedangsari “ itu ada di papan hijau penunjuk jalan . Yah , kami pun pulang lewat jalan itu , awalnya kami merencanakan lewat piyungan ,tapi karena katanya lewat Gedangsari dekat baiklah kamipun ikut saja . Tetapi , good ! so very good -___-  jalan yang awalnya lebih banyak jalan turun , ternyata malah membawa penulis ke fantasi yang sangat mengerikan , jalanan tinggi yang sangat panjang ( hamper 180 derajat *lebay) , erghh ! Ini menyebalkan , harus berjalan seolah ditepian jurang -___- , penulis pun berada diketakutan yang luar biasa ,tiap jalan naik penulis hanya diberi kekuatan untuk berkata “ jangan lihat kebawah “ sambil menyanyikan lagu That XX dan Dream High , sedangkan dengan asyiknya winni tidur , Euhhh -__- , dan asyiknya si Reyza-Ratri-Ifah-Fathi tenang-tenang saja . SHITTT ! Ini menyebalkan , sampai akhirnya benar jalanan yang sangat panjang turun curam (sangat curam) dengan jarak yang sangat jauh , benar-benar menantang adrenalin ( begoo bukan nanti lagi tapi memutus adrenalin) , Memutus ketakutan diantara tangan kaki yang sudah mulai dingin dan kaku . Dan … bodohnya –cengengnya si Penulis malah nangis . HAHA (ini scene memalukan) Yahh , penulis malah nangis dan meminta tukeran boncengan dengan Ifah . HUHU . Yah dan akhirnya jalanan turun curam itu sudah berakhir , walaupun ketakutan dan bayangan itu masih ada . Yeahhhh … hembuskan nafas sejenak (pembaca silahkan mencoba betapa enak-a jalan gedangsari . erghh -___- ) dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang, sehingga tiba-tiba entag apa , kami pun telah sampai disuatu pedesaan yang bertuliskan “ Wedi “ .

          Tidak berapa lama setelah itu , sampailah rombongan kami ( reyza-ratri-winni-ifah-fathin-aya) di depan sekolah . Dan ternyata , rombongan yanglain sudah sampai terlebih dahulu didepan sekolah , pfftt . Yahh , melepas penat sejenak . Lalu beberapa dari kami menyempatkan untuk melepas lapar-lelah-haus di Hoki depan sekolah . Yah , sore itu scene terakhir dari semua moment terindah hari itu adalah ,dengan Makan Sore di Hoki dan fotografer sambilan kelas si Ilham yang beraksi mengambil moment itu dengan DLSR nya ~

-      THE END –


Qoutes of the story
kebersamaan ini takkan terganti meski esok atau lusa kita bisa bertemu kembali” – Ebbell
“ Terimakasih pantai – ombak – jalanan panjang – pasir pantai – mendung , yang telah mengikat kebersamaan kita kala itu . 29 Juni 2013 “ – Ebbell
““Sekeras apapun kita berusaha, sebuah kebersamaan itu tak akan bisa dipaksakan.
Cukup logis sebenarnya jika porsi perasaan belum menjajahmu.” – Ken Raras
“ Kebersamaan nyatanya lebih terasa ketika (waktu) perpisahan itu datang . Tapi bukan segala sesuatu yang bertemu pasti akan berpisah “ – Ebbell
“ Ketika segala sesuatunya akan berganti-berubah , mungkin saat itulah kebersamaan yang hebat terasa “ – Ebbell

Ucapan Terimakasih Members of @tekaje_3 :
1.Eko Budiyanti :
    “Untuk Bapak Dhian , He is very great , the best time with you Dad “
2.Asri Nardika Sari :
          “ Makasih buat pak dhian yang sudah mau menjadi wali kelas XI TKJ 3 angkatan kami, dan sudah mau nolongin aku bayarin dulu uang LKS ku :0) “
3. Desy Arischa Anggarini :
          “ Terimakasih buat Pak Dhian untuk 1 tahun ini yang sudah membimbing dan mengajar kami ,saya sangat bangga dengan pak dhian yang sudah merubah kelas kami menjadi lebih baik. Tanpa Pak Dhian kami tidak akan menjadi seperti ini . Dan tanpa Pak Dhian acara piknik ini juga tidak mungkin terlaksana . Kami semua minta maaf untuk Pak Dhian jika ada yang ngeyel – susah diatur . Saya senang memiliki wali kelas seperti Pak Dhian . Semoga kelas XII , kita bisa bertemu lagi . I LOVE U “ (rekorrr ini yang paling panjang dan nyusahin yang ngetik. Pftt)
4. Darmawan Adhi Pradana
          “ Terimakasih Pak Dhian .wali kelas yang paling perhatian dengan kita ,wali kelas yang selalu member saran dan masukan pada kita. Wali kelas yang sangat kita cintai . Sukses selalu untuk Pak Dhian dan Kita “
5. Martha Dila
          “ Pak Dhian itu imut, baik . Membela anak didiknya mati-matian demi kebaikan anak didiknya”

6. Reyza Avista
          Pak dian pling the best dri wali" yg lain  Berkorban buat muridnya dan harus debat sesama guru. Wali kelas yg harus [d̲̅i̲̅] contoh . Perhatian banget sama nasib murid didiknya . Pokoknya makasih banget buat Pak Dhian “
7. Viki Verianto
          “ Buat Pak Dhian , terimakasih , selama menjadi wali kelas sudah banyak membantu TKJ 3 dalam banyak hal , member motivasi dan saran kepada kami semua . Semoga di semester berikutnya dan seterusnya kita tetap dapat menjaga hubungan baik “
8. Abdul Rohim
          “ Pak dhian terimakasih atas pembinaan buat kami , Terimakasih sudah berusaha membuat TKJ 3 lebih baik . Kami akan jaga kekompakan kelas “
9. Chandri Nona Kustyna
          “ Terimakasih yah Pak Dhian atas bimbingan dari bapak selama 1 tahun ini , dan kami juga berterimakasih atas moment terindah  dari Pak Dhian kemaren di Pantai . Kami tidak akan melupakan moment tersebut , karena moment itu adalah moment pertama kami bersama wali kelas . Pesan kami untuk Pak Dhian semoga makin sukses dan makin disayang sama murid-muridnya . Pokoknya yang terbaik buat Pak Dhian . Pak Dian its he best to our . Kami tidak akan melupakan Pak Dhian walau kami kelak akan lulus dari SMK “
10. Devy Kusuma
          “ Terimakasih pak dhian , you’are my shinning star … like a little diamond “














 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template