Baru
sampai disini, aku merasa sangat lelah. Sungguh proses yang melelahkan, bagiku
ini adalah proses adaptasiku yang terpanjang dan terburuk. Beberapa hal yang
datang di permulaan membuat adaptasiku buruk. Berulang kali aku merasa ingin
“cukup sampai disini...........” tapi pemikiranku tak sependek rasa berjuangku,
logika selalu menuntut melangkah maju sambil berkata “ sampai kapan mau menjadi
pejuang yang kalah saing ? sampai kapan mau menjadi pemimpi yang payah ? “ –
enough.
Aku
mungkin tidak begitu merindukan masa-masa dulu, tapi aku sangat ingin situasi
saat ini menjadi lebih baik dari dulu atau setidaknya biarkan menjadin sama.
Melelahkan, sungguh.
Sosok pendamai ini tidak bisa hidup ditengah situasi penuh kesalahapahaman. Sosok pendrama ini tidak bisa tinggal dalam skenario hiduop yang rumit dan penuh dilema dimana-mana. Sosok pemikir ini tidak bisa menutup telinga lagi untuksetiap prasangka yang ada, tidak bisa menutup mata untuk tiap tatapan sinis yang telontar.
Sosok pendamai ini tidak bisa hidup ditengah situasi penuh kesalahapahaman. Sosok pendrama ini tidak bisa tinggal dalam skenario hiduop yang rumit dan penuh dilema dimana-mana. Sosok pemikir ini tidak bisa menutup telinga lagi untuksetiap prasangka yang ada, tidak bisa menutup mata untuk tiap tatapan sinis yang telontar.
Aku
mungkin hidup, tapi aku merasa mati dihabisi banyak hal-hal menakutkan diawal .
Aku mungkin masih menjadi diri sendiri, tapi aku lebih sering merasa diam
seperti ini bukan aku, aku masih bertanya “dimana aku ? “ .Aku mungkin berjalan
menuju ruang itu, tapi hatiku lebih
sering ingin berhenti dan berbalik arah menghindari mata sinis itu. Aku mungkin
berbicara banyak hal, memang si cerewet tetaplah si cerewet, tapi sesungguhnya
suaraku hanyalah untuk menahan tiap luka dan airmata yang akan terjatuh kapan
saja.
Benar
adanya, roda itu berputar. Hidupku dulu terlalu amat menarik untuk dimiliki
manusia siapapun itu, sehingga saat ini tuhan mengirimkan padaku sebuah
skenario serumit ini, semelehlahkan ini....................bahkan alinea
pertama harus dijalan dalam 2 bulan lebih.
Sejauh
ini (?) aku bisa apa? Aku tetaplah si pengeluh penuh drama mungkin. Kalau semua
orang disekitarku merasa bisa memberi saran yang baik, berikan padaku, apa ada
? Tetap aku-lah pelaku utama skenarion ini, saran mereka tidak sedikitpun
membantu menyelesaikan alinea pertamaku. Aku masih harus menikmati dan terus
menikmati sampai lelah, entah sampai kapan.

