Jangan berjalan terlalu jauh, itu
melelahkan sungguh. Jangan berlari terlalu cepat, karena batu ada dimana-mana.
Kamu perlu berhenti............waktu tidak sepenuhnya milikmu, biarkan dia
bersamamu menikmati semua episode yang kau buat. Jauh sebelum semua terjadi,
akan ada yang lelah. Lalu kembali dalam sebuah konsep, dimana segala sesuatu
yang diawali harus pula memiliki akhir. Setiap segala sesuatunya didunia ini
selalu memiliki awal dan akhir, lalu bisa bertemu lagi di awal baru. Itu
seperti waktu yang selalu berada di 00:00 dan berakhir di 23:59 , lalu kembali
lagi ke 00:00 dan terus akan berulang sampai waktu menemui ujungnya untuk bisa
dilihat porosnya. Hanya bedanya sebuah kisah berulang tak serajin waktu, dia
memiliki caranya sendiri, tanpa diprediksi.
Akan
ada saatnya kamu tersandung, akan ada saatnya kamu terhenti. Bukankah diawal
sudah kutuliskan, bahwa semua memiliki akhir, bahkan sebuah waktu memiliki
ujung yang tidak dapat ditempuh dengan perhitungan kapan. Tahukah, jatuh itu
sakit tidak sesakit saat terbang. Tunggu, dimana letak harus terdapat topik
jatuh dan terbang ? Memang, tidak ada. Tapi jauh sebelum tersandung lalu kita
terhenti, bukankah kita pernah terbang dan terjatuh berulang kali, sampai
akhirnya kita menemukan titik dimana harus berhenti.
Aku
manusia; aku bisa berlari kapan saja, walau laju lariku tak secepat kucing dan
tak sekokoh kuda. Namun, dalam hidup ada kalanya kita tidak harus memilih,
cukup berlari. Kadang berlari itu menjadi lebih baik daripada harus diam terus
memikirkan apa yang harus ia lakukan. Simpelnya “nikmati, langkahmu dan laju
larimu.”
Random-nity.
Anggap saja seperti bualan biasa. Aku sering dibilang pen-drama. Segala sesuatu
yang terasa risih, anggap saja itu drama tak berarti tak bermakna dan hanya
bualan tidak nyata. Mengenai bagaiaman awal dibalik akhir sebuah tulisan , biar
jadi urusan penulis random-nity ini. Sekian dan terimakasih


