Selasa, 30 September 2014

AKU MANUSIA; BISA BERLARI



        Jangan berjalan terlalu jauh, itu melelahkan sungguh. Jangan berlari terlalu cepat, karena batu ada dimana-mana. Kamu perlu berhenti............waktu tidak sepenuhnya milikmu, biarkan dia bersamamu menikmati semua episode yang kau buat. Jauh sebelum semua terjadi, akan ada yang lelah. Lalu kembali dalam sebuah konsep, dimana segala sesuatu yang diawali harus pula memiliki akhir. Setiap segala sesuatunya didunia ini selalu memiliki awal dan akhir, lalu bisa bertemu lagi di awal baru. Itu seperti waktu yang selalu berada di 00:00 dan berakhir di 23:59 , lalu kembali lagi ke 00:00 dan terus akan berulang sampai waktu menemui ujungnya untuk bisa dilihat porosnya. Hanya bedanya sebuah kisah berulang tak serajin waktu, dia memiliki caranya sendiri, tanpa diprediksi.
          Akan ada saatnya kamu tersandung, akan ada saatnya kamu terhenti. Bukankah diawal sudah kutuliskan, bahwa semua memiliki akhir, bahkan sebuah waktu memiliki ujung yang tidak dapat ditempuh dengan perhitungan kapan. Tahukah, jatuh itu sakit tidak sesakit saat terbang. Tunggu, dimana letak harus terdapat topik jatuh dan terbang ? Memang, tidak ada. Tapi jauh sebelum tersandung lalu kita terhenti, bukankah kita pernah terbang dan terjatuh berulang kali, sampai akhirnya kita menemukan titik dimana harus berhenti.
          Aku manusia; aku bisa berlari kapan saja, walau laju lariku tak secepat kucing dan tak sekokoh kuda. Namun, dalam hidup ada kalanya kita tidak harus memilih, cukup berlari. Kadang berlari itu menjadi lebih baik daripada harus diam terus memikirkan apa yang harus ia lakukan. Simpelnya “nikmati, langkahmu dan laju larimu.”
          Random-nity. Anggap saja seperti bualan biasa. Aku sering dibilang pen-drama. Segala sesuatu yang terasa risih, anggap saja itu drama tak berarti tak bermakna dan hanya bualan tidak nyata. Mengenai bagaiaman awal dibalik akhir sebuah tulisan , biar jadi urusan penulis random-nity ini. Sekian dan terimakasih

Selasa, 30 September 2014

AKU MANUSIA; BISA BERLARI



        Jangan berjalan terlalu jauh, itu melelahkan sungguh. Jangan berlari terlalu cepat, karena batu ada dimana-mana. Kamu perlu berhenti............waktu tidak sepenuhnya milikmu, biarkan dia bersamamu menikmati semua episode yang kau buat. Jauh sebelum semua terjadi, akan ada yang lelah. Lalu kembali dalam sebuah konsep, dimana segala sesuatu yang diawali harus pula memiliki akhir. Setiap segala sesuatunya didunia ini selalu memiliki awal dan akhir, lalu bisa bertemu lagi di awal baru. Itu seperti waktu yang selalu berada di 00:00 dan berakhir di 23:59 , lalu kembali lagi ke 00:00 dan terus akan berulang sampai waktu menemui ujungnya untuk bisa dilihat porosnya. Hanya bedanya sebuah kisah berulang tak serajin waktu, dia memiliki caranya sendiri, tanpa diprediksi.
          Akan ada saatnya kamu tersandung, akan ada saatnya kamu terhenti. Bukankah diawal sudah kutuliskan, bahwa semua memiliki akhir, bahkan sebuah waktu memiliki ujung yang tidak dapat ditempuh dengan perhitungan kapan. Tahukah, jatuh itu sakit tidak sesakit saat terbang. Tunggu, dimana letak harus terdapat topik jatuh dan terbang ? Memang, tidak ada. Tapi jauh sebelum tersandung lalu kita terhenti, bukankah kita pernah terbang dan terjatuh berulang kali, sampai akhirnya kita menemukan titik dimana harus berhenti.
          Aku manusia; aku bisa berlari kapan saja, walau laju lariku tak secepat kucing dan tak sekokoh kuda. Namun, dalam hidup ada kalanya kita tidak harus memilih, cukup berlari. Kadang berlari itu menjadi lebih baik daripada harus diam terus memikirkan apa yang harus ia lakukan. Simpelnya “nikmati, langkahmu dan laju larimu.”
          Random-nity. Anggap saja seperti bualan biasa. Aku sering dibilang pen-drama. Segala sesuatu yang terasa risih, anggap saja itu drama tak berarti tak bermakna dan hanya bualan tidak nyata. Mengenai bagaiaman awal dibalik akhir sebuah tulisan , biar jadi urusan penulis random-nity ini. Sekian dan terimakasih

 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template