“Betapa beruntungnya mereka yang selalu mendapatkan apa yang
mereka inginkan..........”
Setiap manusia dibumi ini selalu memiliki impian, mulai dari
yang sekedar harapan untuk 5 menit kemudian, harapan untuk 2 hari kemudian
bahkan harapan untuk masa depan. Hal-hal kecil yang berupa keinginan dan
harapan, termasuk dalam kategori impian. Manusia adalah makhluk yang
dianugerahi akal dan rasa. Dorongan dari sebuah rasa ingin, membentuk sebuah
keinginan di hal yang akan datang baik dalam tenggang waktu lama atau bahkan
hanya semenit sedetik, selain itu dengan berjalannya akal membentuk logika membuat
kita berpikir atas hal yang kita inginkan, yang harusnya terjadi kedepannya
sesuai dengan kebutuhan, situasi atau bahkan gengsi belaka.
Hampir semua manusia dibumi ini,
menginginkan apa yang menjadi keinginannya dapat menjadi nyata, sejalan dengan
“dreams will come true” . Tapi saking asiknya bermimpi., kadang kita lupa bahwa
tidak semua mimpi dapat menjadi nyata...............lalu muncul qoute
“everything happens for a reason....” . Lalu, pada akhirnya pemilik mimpi
tersebut akan menyadari atau bahkan tidak menyadari alasan mengapa mimpinya-impiannya-targetnya-harapannya tidak
menjadi nyata diwaktu yg dia inginkan, tidak menjadi nyata sampai ujung waktu
dia tunggu .
Lalu, bagaimana dengan mereka yang
sudah melakukan banyak hal, berusaha, berjuang mati-matian untuk mencapai
mimpi-impian-target mereka ? dimana letak keadilan, dan alasan yang tepat untuk
sebuah usaha yang terlihat sia-sia . Ah,tapi sebenarnya tidak ada usaha yang
sia-sia, itu tadi hanya “terlihat” karena ketika kita gagal beberapa penonton
bahkan diri kita sendiri akan menilai “usaha yang sia-sia”. Lalu sering ditemui
seperti ini “Segala sesuatu sebenarnya terletak pada prosesnya-usahanya, bukan
pada hasilnya” . Let’s get the point, sesungguhnya mimpi-mimpi kita menuntun
kita kepada sebuah perjuangan, kepada sebuah hal yang lebih berat dari sekedar
bermimpi (re: berjuang) . Lalu lewat hasilnya nanti, kita akan memahami sebuah
alasan dari hasil perjuangan itu. Terlepas berhasil atau tidak, terlepas mimpi
akan menjadi nyata atau hanya sekedar mimpi belaka atau tidak............lewat
proses itu, sesungguhnya kita akan memahami bagaimana berjuang itu, bagaimana
harus menerima setiap hasil dan resikonya, bagaimana mempertahankannya,
bagaimana menunggunya, dan bagaimana perjuangan itu akan mengantar kita menjadi
hal yang berbeda dari yang kita harapkan.
“Kamu akan
menjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan, tapi kamu akan menikmatinya setelah
melewati perjalanan yang cukup panjang...............“
Gue pernah berada posisi yang sebenernya gaenak banget.............tapi
enggak ada pilihan lain selain harus (mencoba-belajar) menikmati ini. Kadang
gue berpikir, “kesempatan enggak datang 2 kali....” gue anggap ini sebagai
alasan gue harus menerima ini. Tapi, sebenernya harus menerima meneikmati apa yang
bukan menjadi tujuan-target itu enggak mudah. Sampai sekarang bahkan gue belum
bisa move on dari target gue, yang sampai sekarang masih gue paham detailnya
antara the real of my dream atau sekedar gengsi belaka.
Gue harus berjalan diantara lautan
manusia yang sama-sama baru untuk suatu tempat yang baru. Dibawah gedung nan
teduh itu gue cuman bisa berkata dalam hati “Gue disini, ditempat yang tidak
gue inginkan......diantara orang-orang yang bodoh karena harus memilih ini”
astaghfirullah, bahkan disaat seperti gue bisa-bisanya sombong, gue masih
berpikir kenapa manusia-manusia ini datang jauh-jauh entah dari mana itu,
kesini cuman buat study disini. Gue kayak mau bilang “guys, ini bukan tempat
yang bagus.......ini bukan negri” dengan sombongnya kadang gue masih berfikir
seperti, tempat yang dieluk-elukkan oleh banyak orang negeri itu, memang
ternyata negeri, tapi entah kenapa pandangan gue masih sempit, negeri adalah
mereka yang membuka di SNMPTN dan SBMPTN. Okesip
-to be
continued...................- /penulisngantuk/

