Selasa, 16 September 2014

MIMPI DAN KESOMBONGAN



“Betapa beruntungnya mereka yang selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan..........”
            Setiap manusia dibumi ini selalu memiliki impian, mulai dari yang sekedar harapan untuk 5 menit kemudian, harapan untuk 2 hari kemudian bahkan harapan untuk masa depan. Hal-hal kecil yang berupa keinginan dan harapan, termasuk dalam kategori impian. Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal dan rasa. Dorongan dari sebuah rasa ingin, membentuk sebuah keinginan di hal yang akan datang baik dalam tenggang waktu lama atau bahkan hanya semenit sedetik, selain itu dengan berjalannya akal membentuk logika membuat kita berpikir atas hal yang kita inginkan, yang harusnya terjadi kedepannya sesuai dengan kebutuhan, situasi atau bahkan gengsi belaka.
            Hampir semua manusia dibumi ini, menginginkan apa yang menjadi keinginannya dapat menjadi nyata, sejalan dengan “dreams will come true” . Tapi saking asiknya bermimpi., kadang kita lupa bahwa tidak semua mimpi dapat menjadi nyata...............lalu muncul qoute “everything happens for a reason....” . Lalu, pada akhirnya pemilik mimpi tersebut akan menyadari atau bahkan tidak menyadari alasan mengapa  mimpinya-impiannya-targetnya-harapannya tidak menjadi nyata diwaktu yg dia inginkan, tidak menjadi nyata sampai ujung waktu dia tunggu .
            Lalu, bagaimana dengan mereka yang sudah melakukan banyak hal, berusaha, berjuang mati-matian untuk mencapai mimpi-impian-target mereka ? dimana letak keadilan, dan alasan yang tepat untuk sebuah usaha yang terlihat sia-sia . Ah,tapi sebenarnya tidak ada usaha yang sia-sia, itu tadi hanya “terlihat” karena ketika kita gagal beberapa penonton bahkan diri kita sendiri akan menilai “usaha yang sia-sia”. Lalu sering ditemui seperti ini “Segala sesuatu sebenarnya terletak pada prosesnya-usahanya, bukan pada hasilnya” . Let’s get the point, sesungguhnya mimpi-mimpi kita menuntun kita kepada sebuah perjuangan, kepada sebuah hal yang lebih berat dari sekedar bermimpi (re: berjuang) . Lalu lewat hasilnya nanti, kita akan memahami sebuah alasan dari hasil perjuangan itu. Terlepas berhasil atau tidak, terlepas mimpi akan menjadi nyata atau hanya sekedar mimpi belaka atau tidak............lewat proses itu, sesungguhnya kita akan memahami bagaimana berjuang itu, bagaimana harus menerima setiap hasil dan resikonya, bagaimana mempertahankannya, bagaimana menunggunya, dan bagaimana perjuangan itu akan mengantar kita menjadi hal yang berbeda dari yang kita harapkan.
“Kamu akan menjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan, tapi kamu akan menikmatinya setelah melewati perjalanan yang cukup panjang...............“

            Gue pernah berada posisi yang sebenernya gaenak banget.............tapi enggak ada pilihan lain selain harus (mencoba-belajar) menikmati ini. Kadang gue berpikir, “kesempatan enggak datang 2 kali....” gue anggap ini sebagai alasan gue harus menerima ini. Tapi, sebenernya harus menerima meneikmati apa yang bukan menjadi tujuan-target itu enggak mudah. Sampai sekarang bahkan gue belum bisa move on dari target gue, yang sampai sekarang masih gue paham detailnya antara the real of my dream atau sekedar gengsi belaka. 
            Gue harus berjalan diantara lautan manusia yang sama-sama baru untuk suatu tempat yang baru. Dibawah gedung nan teduh itu gue cuman bisa berkata dalam hati “Gue disini, ditempat yang tidak gue inginkan......diantara orang-orang yang bodoh karena harus memilih ini” astaghfirullah, bahkan disaat seperti gue bisa-bisanya sombong, gue masih berpikir kenapa manusia-manusia ini datang jauh-jauh entah dari mana itu, kesini cuman buat study disini. Gue kayak mau bilang “guys, ini bukan tempat yang bagus.......ini bukan negri” dengan sombongnya kadang gue masih berfikir seperti, tempat yang dieluk-elukkan oleh banyak orang negeri itu, memang ternyata negeri, tapi entah kenapa pandangan gue masih sempit, negeri adalah mereka yang membuka di SNMPTN dan SBMPTN. Okesip


-to be continued...................- /penulisngantuk/   

Selasa, 16 September 2014

MIMPI DAN KESOMBONGAN



“Betapa beruntungnya mereka yang selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan..........”
            Setiap manusia dibumi ini selalu memiliki impian, mulai dari yang sekedar harapan untuk 5 menit kemudian, harapan untuk 2 hari kemudian bahkan harapan untuk masa depan. Hal-hal kecil yang berupa keinginan dan harapan, termasuk dalam kategori impian. Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal dan rasa. Dorongan dari sebuah rasa ingin, membentuk sebuah keinginan di hal yang akan datang baik dalam tenggang waktu lama atau bahkan hanya semenit sedetik, selain itu dengan berjalannya akal membentuk logika membuat kita berpikir atas hal yang kita inginkan, yang harusnya terjadi kedepannya sesuai dengan kebutuhan, situasi atau bahkan gengsi belaka.
            Hampir semua manusia dibumi ini, menginginkan apa yang menjadi keinginannya dapat menjadi nyata, sejalan dengan “dreams will come true” . Tapi saking asiknya bermimpi., kadang kita lupa bahwa tidak semua mimpi dapat menjadi nyata...............lalu muncul qoute “everything happens for a reason....” . Lalu, pada akhirnya pemilik mimpi tersebut akan menyadari atau bahkan tidak menyadari alasan mengapa  mimpinya-impiannya-targetnya-harapannya tidak menjadi nyata diwaktu yg dia inginkan, tidak menjadi nyata sampai ujung waktu dia tunggu .
            Lalu, bagaimana dengan mereka yang sudah melakukan banyak hal, berusaha, berjuang mati-matian untuk mencapai mimpi-impian-target mereka ? dimana letak keadilan, dan alasan yang tepat untuk sebuah usaha yang terlihat sia-sia . Ah,tapi sebenarnya tidak ada usaha yang sia-sia, itu tadi hanya “terlihat” karena ketika kita gagal beberapa penonton bahkan diri kita sendiri akan menilai “usaha yang sia-sia”. Lalu sering ditemui seperti ini “Segala sesuatu sebenarnya terletak pada prosesnya-usahanya, bukan pada hasilnya” . Let’s get the point, sesungguhnya mimpi-mimpi kita menuntun kita kepada sebuah perjuangan, kepada sebuah hal yang lebih berat dari sekedar bermimpi (re: berjuang) . Lalu lewat hasilnya nanti, kita akan memahami sebuah alasan dari hasil perjuangan itu. Terlepas berhasil atau tidak, terlepas mimpi akan menjadi nyata atau hanya sekedar mimpi belaka atau tidak............lewat proses itu, sesungguhnya kita akan memahami bagaimana berjuang itu, bagaimana harus menerima setiap hasil dan resikonya, bagaimana mempertahankannya, bagaimana menunggunya, dan bagaimana perjuangan itu akan mengantar kita menjadi hal yang berbeda dari yang kita harapkan.
“Kamu akan menjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan, tapi kamu akan menikmatinya setelah melewati perjalanan yang cukup panjang...............“

            Gue pernah berada posisi yang sebenernya gaenak banget.............tapi enggak ada pilihan lain selain harus (mencoba-belajar) menikmati ini. Kadang gue berpikir, “kesempatan enggak datang 2 kali....” gue anggap ini sebagai alasan gue harus menerima ini. Tapi, sebenernya harus menerima meneikmati apa yang bukan menjadi tujuan-target itu enggak mudah. Sampai sekarang bahkan gue belum bisa move on dari target gue, yang sampai sekarang masih gue paham detailnya antara the real of my dream atau sekedar gengsi belaka. 
            Gue harus berjalan diantara lautan manusia yang sama-sama baru untuk suatu tempat yang baru. Dibawah gedung nan teduh itu gue cuman bisa berkata dalam hati “Gue disini, ditempat yang tidak gue inginkan......diantara orang-orang yang bodoh karena harus memilih ini” astaghfirullah, bahkan disaat seperti gue bisa-bisanya sombong, gue masih berpikir kenapa manusia-manusia ini datang jauh-jauh entah dari mana itu, kesini cuman buat study disini. Gue kayak mau bilang “guys, ini bukan tempat yang bagus.......ini bukan negri” dengan sombongnya kadang gue masih berfikir seperti, tempat yang dieluk-elukkan oleh banyak orang negeri itu, memang ternyata negeri, tapi entah kenapa pandangan gue masih sempit, negeri adalah mereka yang membuka di SNMPTN dan SBMPTN. Okesip


-to be continued...................- /penulisngantuk/   
 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template