Senin, 01 September 2014

PETUAH DARI YANG BERPENGALAMAN


Today, i met the person who older than me.................
            Dia adalah seorang lelaki yang cukup berumur,karena saya kurang pandai untuk memperkirakan umur seseorang yah entahlah berapa umurnya. Yang saya tahu waktu itu,dia datang ketempat itu untuk menunggu cucunya yang sedang les ditempat bimbel itu. Lalu kami berbicara banyak hal.
            Bodohnya saya belum sempat menanyai siapa namanya, yang saya tahu beliau hanya menyebutkan bahwa beliau adalah dosen S2 Fakultas Pertanian UGM dan beliau bergelar S3 Pertanian di salah satu Perguruan Tinggi di Fillipina setelah menghabiskan S2 Pertaniannya juga di Universitas yang sama dan S1 Kedokteran UGM . I’m spechless- Menakjubkan, saya sedang berbicara dengan orang yang sehebat ini. Lalu ditulisan ini, saya berpikir “Apa saya hanya menganggap seorang hebat dari gelar yang didapatnya?” entahlah-. Tapi tunggu,bahwasannya saya mengganggap beliau hebat karena basiccally saya belum genap setahun ini baru saja merasakan betapa indahnya jatuh sangat dalam ketika dinyatakan tidak lolos di ajang snmptn dan sbmptn. Tapi ketika saya menanyai kepada beliau seperti ini kurang lebihnya “Pak, lah jenengan niku kuliah sampe S3 itu biaya sendiri atau semacam beasiswa seperti itu ? “ –dengan bahasa yang agak campur karena saya sendiri tidak begitu mahir dalam krama jawa. Lalu beliau menjawab kurang lebih seperti ini, kalau saya tidak lupa “ Oh,kalau dulu saya dek. Dapat beasiswa mulai dari S1 sampai S3 , waktu itu namanya apa yah ? *sambilmikirkerasbeliau* “ – jawabnya. Lalu saya sambung “Oh, bidikmisikah pak? “ , dia menjawab “ Oh,bukan dulu belum ada seperti itu.........” –jawabnya. Lalu saya “/emotoongaruk-garukkepala/ oiyading ya pak....itukan baru aja yah. Wkwkw “ . Dengan cepat beliau menyam bung “ Itu seperti ikatan dinas seperti dek, seperti uang dari negara........itu saja nanti saya perharinya dikasih uang saku dari pondok,dan dari uang dari pemerintah itu. “ – WAW BELIAU ANAK PONDOK. “...........Jadi saya itu dek, sejak kuliah tidak pernah menggunakan uang ibu saya. Alhamdullilah seperti itu” . Begitulah, okesip saya langsung speechless.............tapi wait bukan disitu letak jawaban pertanyaan saya diawal ,beliau langsung menyambung “ sebenarnya kalau jaman dulu itu, bukan tentang atau tidak. Tapi karena belum banyak yang minat..........” – His say. Okay, itu mungkin letak jawabannya, tapi saya juga masih gapaham itu maksudnya gimana. Okay,lupakan ....................ah jangan ding jangan dilupakan, mari jadikan motivasi. Tapi bahwa sesungguhnya dimasa-masa seperti ini setahu saya hanya orang-orang berotak pintar lah yang bisa mendapatkan beasiswa se-WAW itu. Kalau dulu mungkin tentang sedikitnya pesaing, tapi kalau sekarang (alhamdullilah) sudah banyak para generasi bangsa yang yang berotak pintar dan hebat,sehingga persaingan otak is everywhere./
            Ohyah, topik lain...............................ternyata beliau memiliki team “Riset Kedaerahan Klaten” , tapi beliau sempat bercerita sedikit bahwa team tersebut agak sulit untuk berkembang. Kami juga sempat bercerita banyak tentang Klaten. Dia berulangkali berbicara kepada saya bahwa “Orang klaten itu sebenernya bisa-bisa......mereka hebat-hebat kalau mereka mau berusaha dengan baik” . Lalu dia menarik saya kepembicaraan yang topiknya saya kasih judul “saya malah baru tahu pak......” . Jadi begini beliau bercerita bahwa jaman dulu, Klaten itu memiliki masa kejayaan, yang terkenal dari daerah sini itu adalah Kain Lurik nya. Tapi.............nah ini dia sempat menyambung seperti ini “Sebenernya orang klaten itu pintar-pintar, tapi kok mereka memilih bupati yang seperti itu..........” – This gue gapaham apa maksudnya, karena actually i dont know, who is bupati klaten -____- . Lalu terjadi dialog seperti ini
Me : Lalu, apa hubungannya dengan bupati klaten itu pak ?
Mr. : Dulu Lurik itu terkenal dari klaten, bahkan sempat menjadi yang terbaik. Tapi sekarang Lurik itu, sudah hilang. Kalah sama mereka yang sudah menggunakan mesin. Kan bupatinya itukan kurang mengembangkan Lurik yang pembuatannya menggunakan tangan itu.
Me : Oooo, saya malah baru tahu pak. Kalau Lurik itu katakanlah Maskotnya Klaten
Mr : Iya itu karena, Bupatinya itu tidak mau mengembangkan Lurik itu.
Ada yang gue belum jelasin diatas, jadi sebelumnya saya sempat tanya kepada beliau tentang apa saja hal yang dilakukan di team riset kedaerahan klaten, awalnya saya pikir berupa tata kota atau pertanian peraiarannya. Ternyata yang  dilakukan team itu semacam menghidupkan kembali Harta Karunnya Klaten , yaitu Kain Lurik buatan tangan para Ibu-Ibu asli Klaten  (re : tenun) danlainlain.
Duh, gue sedikit lupa apa aja yang disampain waktu itu. Tapi yang jelas beliau itu sempat cerita tentang daerah/kecamatan asuhannya yang dibimbing buat melahirkan Lurik yang perlahan hilang dari Klaten. Dan tempat bimbingannya adalah di Mlese Cawas . / wait, Mlese itu cawas yah? Aku kira malah ceper..................../ . Lalu saya teringat akan pabrik tenun depan rumah saya pas dipedan itu. Tanpa harus saya deksripsikan dialognya, /soalnyapanjangbasa-basijuga/  . Beliaupun lalu menambahkan bahwa selain di Mlese ,memangbenar adanya bahwa Pedan adalah satu-satunya daerah yang masih asli kelurikannya karena memang sebagai peninggalan keturunan pembuat kain lurik asli dari tangan menggunakan alat tenun bukan mesin. Bedanya kalau di Mlese Perjain Lurik adalah hasil bimbingan dari team itu, sedangkan di Pedan tetangga saya itu Perajin Lurik yang memang satu-satunya bertahan dari dulu, sejak Lurik perlahan punah dari kabupaten kami nan kecil tapi tercinta #eaaaaaaaaaaak. Secara tidak langsung saya sebagai orang pedang pun bangga, mengingat pembuatnya adalah saudara satu trah dengan saya ................#apasih -__- . Dan yang lebih membanggakan dari point lurik ini, sekaligus saya sebagain tetangga baru tahu, bahwa Perusahaan Lurik milik Saudara saya ini ternyata sudah di ekspor ke mana yah ? /duhlupa/ /takutsalahsebut/ pokoknya luar negeri gitu, karena dari negara tetangga memesan lurik digunakan sebagai tirai tempat tidur.
            Nah, begitulah kurang lebihnya mengenai Lurik yang saya tahu dari beliau. Lets we get the point..........bahwasannya semodern apapun keadaan dunia kita, jangan sampai kita lupa akan kebudayaan. Karena sesungguhnya kebudayaan adalah hal yang paling mahal ditengah kemodern-an yang dicari dan umum untuk semua manusia dibumi, biarkan sebuah kebudayaan menjadi ciri khas untuk beberapa orang dan ijinkan kebudayaan kita (re : Lurik ) dapat juga menjadi hal yang dicari dan digunakan secara umum .
            The next....................beliau lalu mengajak saya berbicara tentang suatu hal yang hebat dan belum sempat diexpose dipermukaan. Dan alhamdullilah kalau saya jadi pelajar pertama yang tahu mengenai hal ini. Sebelumnya , saya mungkin baru tahu bahwa  Traktor yang biasa digunakan petani itu adalah buatan Luar Negeri /duhpeaknya/ dari beliau saya tahu bahwa Traktor yang biasa digunakan oleh sebagian petani Indonesia adalah buatan Luar Negeri, okesip saya miris dengarnya. Lalu beliau bercerita kepada saya bahwa di suatu daerah di Klaten, tepatnya di  Politeknik Manufacturer yang letaknya di ceper, sekolah tersebut berhasil membuat Traktor Made In Ceper . Yang bahkan Traktor tersebut sudah dipesan oleh beberapa perusahaan pertanian besar. DAEBAKKKKKK!
            Traktor oh traktor.................jadi Politeknik Manufacturer ini saat ini masih dalam tahap improve ,iya namanya improve (sebuah kata yang terlontar dari pak dosen dan saya hapalkan) . Improve adalah tahap dimana, barang yang dalam pengujian tersebut masih dicari kekurangannya lalu masih diperbaiki segala kekurangannya untuk menjadi barang yang lebih sempurna. /ini kesimpulan saya, karena beliau sempat memberikan contoh seperti itu.................../ yah mari kita doakan agar segera rilis ya. Jadi kerjasama antara team riset , bapak pembuat traktor dan eks.kepsek smk pertanian.
            Yah okesip, kurang lebihnya tentang itu . Sebenarnya ada banyak , tapi pada dasarnya ada beberapa hal yang memang tidak harus diexpose. Yah semoga secepat mungkin, Klaten yang katanya Kota Bersinar ini benar-benar akan melahirkan kembali maskot-maskotnya kebudayaan-kebudayaannya dll.
            Yah semoga, para sainganku dari klaten ketika snmptn dan sbmptn, yang sudah diterima di PTN Favorite. Semoga mereka adalah generasi-generasi yang akan ikut serta dalam pembangunan Bangsa Indonesia menuju Kejayaan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama perekonomian dan kesejahteraan para rakyat didalamnya, tidak sekedar itu tapi mereka juga insyallah adalah calon penerus, pelestari dan pelahir kembali Lurik – Gerabah dan kebudayaan lain dari Klaten, bahkan semoga beberapa dari mereka atau bahkan semua dari mereka adalah pelahir hal-hal hebat untuk Indonesia khusunya untuk Kota mereka sendiri. Dan yang tidak menjadi pemenang dalam persaingan SNMPTN dan SBMPTN  kalian memiliki kesempatan besar untuk menjadi Pelindung-Pelestari-Pelahir kebudayaan dan hal-hal hebat dari Indonesia dalam hal yang sama seperti yang saya tulis diatas.
            Selanjutnya tentang motivasi.......................
            Beliau bercerita bahwa ibunya adalah seorang pedagang dipasar dan ayahnya yang awal gurunya memutuskan untuk berhenti menjadi guru dan mengikuti ibunya berjualan  kepasar karena pada saat itu gaji guru tidak seberapa. Bahkan dia sempat bercerita bahwa Ibunya jauh lebih sukses dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan gaji guru ayahnya. Lalu dia memberikan kata-kata ini pada saya , ketika saat itu beliau tengah menanyakan kepada saya tentang saya kuliah dimana, lalu saya bercerita tentang kegagalan saya di snmptn dan sbmptn ...........beliau sempat menjudge saya adalah salah seorang murid yang punya riwayat nilai jelek disekolah sehingga tidak termasuk kedalam kategori para pemenang snmptn dan sbmptn, oh shit. Yes, I’m not smart............but I’m not stupid too much and  I always get the bad scores. PFFTTTTT.  Okay, its okay..its noprob. When I’m failed , i just tried to get every bad opinion and judging from many people. Dont annoyed with ppl just she/he judging you......you must to appreciated it to be better. Okay, forget it.
Beliau sempat berkata seperti ini : “Bahwa yang buta huruf itu bisa jauh lebih sukses dengan yang pintar membaca huruf” – beliau memaksudkan itu adalah ibunya. Yang saya ambil, mungkin beliau adalah sosok penyayang ibu, karena sejak kita memulai pembicaraan, dia sering sekali memuji ibunya, Subhanallah O:) .
            Beliau lalu memberi saya kata-kata ini “ Yang tidak pintar dengan yang pintar itu hasilnya bisa sama saja “ – katanya seperti memberi kuis kepada saya. Saya awalanya menebak itu hanya seperti orang yang pintar dan yang tidak itu sama saja. Tapi bukan itu letak jawabannya, dia lalu menjelaskan kepada saya mengenai 2 muridnya ketika disuruh meneliti tentang bakteri, si A yang pintar dan si B yang tidak pintar............pada saat presentasi keduanya memiliki kesimpulan yang sama, bahkan benar. Hanya saja cara penyampaianna berbeda, si A yang ketika proses observasi sangat berhati-hati dan teliti, sedangkan si B yang ketika proses observasi awur-awuran hanya menggunakan nalar saja . Lalu beliau menjelaskan, kurang lebih seperti ini “ Bahwa orang yang tidak pintar si B ini memiliki tekad yang kuat untuk bisa.........apabila mereka bekerja keras maka hasilnya bisa sama saja” . Okesip, aku mendapatkan kesimpulannya yaitu tentang A yang sudah bisa, dan si B sosok yang berusaha bisa. Sehingga maksud kedua beliau adalah , disaat kita jadi si A kita tidak perlu angkuh-sombong kepada orang-orang seperti B, karena itu sama saja kita merendahkan sang pencipta, karena pintar atau tidak dimata dimata dosen, tapi dimata tuhan tetaplah sama, yang membedakan hanyalah amal perbuatannya.  Tapi ketika menulis ini saya sambil berfikir, seandainya tadi saya terfikir ini mungkin saya akan menyanggahnya tadi...............kalau yang beliau maksudkan ingin menyeimbangkan antara orang pintar atau tidak, menurut saya contohnya saja sudah terlihat belum seimbang. Si B , walaupun hasilnya kesimpulannya benar, menurut saya tidak dibenarkan bahwa dia harus melakukan tahap observasi yang awur-awuran atau hanya sesuai nalarnya, karena saya rasa “kerja keras”yang dimaksudkan disini, akan lebih baik jika dia mengikuti tahap observasi yang baik.  Beberapa hal dinilai dari prosesnya bukan hasilnya – perlawanan saya , dan saya rasa beliau secara tidak langsung masih berpikir tentang hasil keduanya yang benar.
            Lalu,terakhir...............saya sempat semacam mewancarai beliau. Tanpa disadari oleh beliau saya menyalakan mesin perekam suara di hape saya. Saya ingat pembicaraan itu seperti ini :
Me : Pak saya mau tanya ini pak, bapakkan sudah pengalaman selama beberapa tahun  ini. Menurut bapak ini, apabila ada 2 orang. Yang A adalah seorang yang pintar dan Yang B adalah seorang yang berusaha ingin berusaha bisa. Yah tidak berusaha ingin pintar tapi setidaknya seimbang dengan A.  Itu bagaimana pak ?
Mr : Itu gimana apanya?baiknya?
Me : lho saya juga gatau pak apanya. Wkwklol
Mr : Kalau yang itu tadi, lebih baik yang diawal tidak bisa tapi niatnya untuk bisa untuk lebih menjamin kedepannya. Karena kadang yang pintar itu kadang lupa juga. Nanti ada akan kamu temui orang-orang seperti itu. Kalau orang jawa itu punya semboyan :
a.    Sawiji
Yaitu tuhan yang satu, yang diatas. Jadi percaya kepada tuhan, kalau kamu sudah mantap dengan keinginan dan tekad kamu , kamu harus percaya kepada tuhan. Karena segala sesuatu tuhan yang menentukan
b.    Greget ( Keinginan )
c.    Sengguh (Percaya Diri)
d.    Ora Mingkup (Pantang Mundur)
4 itu adalah semboyannya Sultan Agung ketika menyerang Jakarta.
Me : Ohh iyasip pak, *sambilmenyembutkan4semboyanitu* #eaal
Mr : Saya terhadap ilmu itu juga tidak terlalu ambisius. Yang buta huruf saja bisa lebih baik dibanding orang yang melek huruf.
Dan sekian dialognya, sebenernya pas saya play di data recorder panjang sih............tapi enggak penting juga ditulis disini semua. Bagian terakhir dialog yang saya tulis itu, sebenrnya agak nyindir......entah mengapa saya masih menganggap sebagian dari saya adalah sosok ambisius, tapi bukan ambisius dalam ilmu. Melainkan ambisius dalam bermimpi. #eaak

            Baiklah selamat mengambil kesimpulan ~ selamat malam.............dan jangan takut bermimpi .

Senin, 01 September 2014

PETUAH DARI YANG BERPENGALAMAN


Today, i met the person who older than me.................
            Dia adalah seorang lelaki yang cukup berumur,karena saya kurang pandai untuk memperkirakan umur seseorang yah entahlah berapa umurnya. Yang saya tahu waktu itu,dia datang ketempat itu untuk menunggu cucunya yang sedang les ditempat bimbel itu. Lalu kami berbicara banyak hal.
            Bodohnya saya belum sempat menanyai siapa namanya, yang saya tahu beliau hanya menyebutkan bahwa beliau adalah dosen S2 Fakultas Pertanian UGM dan beliau bergelar S3 Pertanian di salah satu Perguruan Tinggi di Fillipina setelah menghabiskan S2 Pertaniannya juga di Universitas yang sama dan S1 Kedokteran UGM . I’m spechless- Menakjubkan, saya sedang berbicara dengan orang yang sehebat ini. Lalu ditulisan ini, saya berpikir “Apa saya hanya menganggap seorang hebat dari gelar yang didapatnya?” entahlah-. Tapi tunggu,bahwasannya saya mengganggap beliau hebat karena basiccally saya belum genap setahun ini baru saja merasakan betapa indahnya jatuh sangat dalam ketika dinyatakan tidak lolos di ajang snmptn dan sbmptn. Tapi ketika saya menanyai kepada beliau seperti ini kurang lebihnya “Pak, lah jenengan niku kuliah sampe S3 itu biaya sendiri atau semacam beasiswa seperti itu ? “ –dengan bahasa yang agak campur karena saya sendiri tidak begitu mahir dalam krama jawa. Lalu beliau menjawab kurang lebih seperti ini, kalau saya tidak lupa “ Oh,kalau dulu saya dek. Dapat beasiswa mulai dari S1 sampai S3 , waktu itu namanya apa yah ? *sambilmikirkerasbeliau* “ – jawabnya. Lalu saya sambung “Oh, bidikmisikah pak? “ , dia menjawab “ Oh,bukan dulu belum ada seperti itu.........” –jawabnya. Lalu saya “/emotoongaruk-garukkepala/ oiyading ya pak....itukan baru aja yah. Wkwkw “ . Dengan cepat beliau menyam bung “ Itu seperti ikatan dinas seperti dek, seperti uang dari negara........itu saja nanti saya perharinya dikasih uang saku dari pondok,dan dari uang dari pemerintah itu. “ – WAW BELIAU ANAK PONDOK. “...........Jadi saya itu dek, sejak kuliah tidak pernah menggunakan uang ibu saya. Alhamdullilah seperti itu” . Begitulah, okesip saya langsung speechless.............tapi wait bukan disitu letak jawaban pertanyaan saya diawal ,beliau langsung menyambung “ sebenarnya kalau jaman dulu itu, bukan tentang atau tidak. Tapi karena belum banyak yang minat..........” – His say. Okay, itu mungkin letak jawabannya, tapi saya juga masih gapaham itu maksudnya gimana. Okay,lupakan ....................ah jangan ding jangan dilupakan, mari jadikan motivasi. Tapi bahwa sesungguhnya dimasa-masa seperti ini setahu saya hanya orang-orang berotak pintar lah yang bisa mendapatkan beasiswa se-WAW itu. Kalau dulu mungkin tentang sedikitnya pesaing, tapi kalau sekarang (alhamdullilah) sudah banyak para generasi bangsa yang yang berotak pintar dan hebat,sehingga persaingan otak is everywhere./
            Ohyah, topik lain...............................ternyata beliau memiliki team “Riset Kedaerahan Klaten” , tapi beliau sempat bercerita sedikit bahwa team tersebut agak sulit untuk berkembang. Kami juga sempat bercerita banyak tentang Klaten. Dia berulangkali berbicara kepada saya bahwa “Orang klaten itu sebenernya bisa-bisa......mereka hebat-hebat kalau mereka mau berusaha dengan baik” . Lalu dia menarik saya kepembicaraan yang topiknya saya kasih judul “saya malah baru tahu pak......” . Jadi begini beliau bercerita bahwa jaman dulu, Klaten itu memiliki masa kejayaan, yang terkenal dari daerah sini itu adalah Kain Lurik nya. Tapi.............nah ini dia sempat menyambung seperti ini “Sebenernya orang klaten itu pintar-pintar, tapi kok mereka memilih bupati yang seperti itu..........” – This gue gapaham apa maksudnya, karena actually i dont know, who is bupati klaten -____- . Lalu terjadi dialog seperti ini
Me : Lalu, apa hubungannya dengan bupati klaten itu pak ?
Mr. : Dulu Lurik itu terkenal dari klaten, bahkan sempat menjadi yang terbaik. Tapi sekarang Lurik itu, sudah hilang. Kalah sama mereka yang sudah menggunakan mesin. Kan bupatinya itukan kurang mengembangkan Lurik yang pembuatannya menggunakan tangan itu.
Me : Oooo, saya malah baru tahu pak. Kalau Lurik itu katakanlah Maskotnya Klaten
Mr : Iya itu karena, Bupatinya itu tidak mau mengembangkan Lurik itu.
Ada yang gue belum jelasin diatas, jadi sebelumnya saya sempat tanya kepada beliau tentang apa saja hal yang dilakukan di team riset kedaerahan klaten, awalnya saya pikir berupa tata kota atau pertanian peraiarannya. Ternyata yang  dilakukan team itu semacam menghidupkan kembali Harta Karunnya Klaten , yaitu Kain Lurik buatan tangan para Ibu-Ibu asli Klaten  (re : tenun) danlainlain.
Duh, gue sedikit lupa apa aja yang disampain waktu itu. Tapi yang jelas beliau itu sempat cerita tentang daerah/kecamatan asuhannya yang dibimbing buat melahirkan Lurik yang perlahan hilang dari Klaten. Dan tempat bimbingannya adalah di Mlese Cawas . / wait, Mlese itu cawas yah? Aku kira malah ceper..................../ . Lalu saya teringat akan pabrik tenun depan rumah saya pas dipedan itu. Tanpa harus saya deksripsikan dialognya, /soalnyapanjangbasa-basijuga/  . Beliaupun lalu menambahkan bahwa selain di Mlese ,memangbenar adanya bahwa Pedan adalah satu-satunya daerah yang masih asli kelurikannya karena memang sebagai peninggalan keturunan pembuat kain lurik asli dari tangan menggunakan alat tenun bukan mesin. Bedanya kalau di Mlese Perjain Lurik adalah hasil bimbingan dari team itu, sedangkan di Pedan tetangga saya itu Perajin Lurik yang memang satu-satunya bertahan dari dulu, sejak Lurik perlahan punah dari kabupaten kami nan kecil tapi tercinta #eaaaaaaaaaaak. Secara tidak langsung saya sebagai orang pedang pun bangga, mengingat pembuatnya adalah saudara satu trah dengan saya ................#apasih -__- . Dan yang lebih membanggakan dari point lurik ini, sekaligus saya sebagain tetangga baru tahu, bahwa Perusahaan Lurik milik Saudara saya ini ternyata sudah di ekspor ke mana yah ? /duhlupa/ /takutsalahsebut/ pokoknya luar negeri gitu, karena dari negara tetangga memesan lurik digunakan sebagai tirai tempat tidur.
            Nah, begitulah kurang lebihnya mengenai Lurik yang saya tahu dari beliau. Lets we get the point..........bahwasannya semodern apapun keadaan dunia kita, jangan sampai kita lupa akan kebudayaan. Karena sesungguhnya kebudayaan adalah hal yang paling mahal ditengah kemodern-an yang dicari dan umum untuk semua manusia dibumi, biarkan sebuah kebudayaan menjadi ciri khas untuk beberapa orang dan ijinkan kebudayaan kita (re : Lurik ) dapat juga menjadi hal yang dicari dan digunakan secara umum .
            The next....................beliau lalu mengajak saya berbicara tentang suatu hal yang hebat dan belum sempat diexpose dipermukaan. Dan alhamdullilah kalau saya jadi pelajar pertama yang tahu mengenai hal ini. Sebelumnya , saya mungkin baru tahu bahwa  Traktor yang biasa digunakan petani itu adalah buatan Luar Negeri /duhpeaknya/ dari beliau saya tahu bahwa Traktor yang biasa digunakan oleh sebagian petani Indonesia adalah buatan Luar Negeri, okesip saya miris dengarnya. Lalu beliau bercerita kepada saya bahwa di suatu daerah di Klaten, tepatnya di  Politeknik Manufacturer yang letaknya di ceper, sekolah tersebut berhasil membuat Traktor Made In Ceper . Yang bahkan Traktor tersebut sudah dipesan oleh beberapa perusahaan pertanian besar. DAEBAKKKKKK!
            Traktor oh traktor.................jadi Politeknik Manufacturer ini saat ini masih dalam tahap improve ,iya namanya improve (sebuah kata yang terlontar dari pak dosen dan saya hapalkan) . Improve adalah tahap dimana, barang yang dalam pengujian tersebut masih dicari kekurangannya lalu masih diperbaiki segala kekurangannya untuk menjadi barang yang lebih sempurna. /ini kesimpulan saya, karena beliau sempat memberikan contoh seperti itu.................../ yah mari kita doakan agar segera rilis ya. Jadi kerjasama antara team riset , bapak pembuat traktor dan eks.kepsek smk pertanian.
            Yah okesip, kurang lebihnya tentang itu . Sebenarnya ada banyak , tapi pada dasarnya ada beberapa hal yang memang tidak harus diexpose. Yah semoga secepat mungkin, Klaten yang katanya Kota Bersinar ini benar-benar akan melahirkan kembali maskot-maskotnya kebudayaan-kebudayaannya dll.
            Yah semoga, para sainganku dari klaten ketika snmptn dan sbmptn, yang sudah diterima di PTN Favorite. Semoga mereka adalah generasi-generasi yang akan ikut serta dalam pembangunan Bangsa Indonesia menuju Kejayaan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama perekonomian dan kesejahteraan para rakyat didalamnya, tidak sekedar itu tapi mereka juga insyallah adalah calon penerus, pelestari dan pelahir kembali Lurik – Gerabah dan kebudayaan lain dari Klaten, bahkan semoga beberapa dari mereka atau bahkan semua dari mereka adalah pelahir hal-hal hebat untuk Indonesia khusunya untuk Kota mereka sendiri. Dan yang tidak menjadi pemenang dalam persaingan SNMPTN dan SBMPTN  kalian memiliki kesempatan besar untuk menjadi Pelindung-Pelestari-Pelahir kebudayaan dan hal-hal hebat dari Indonesia dalam hal yang sama seperti yang saya tulis diatas.
            Selanjutnya tentang motivasi.......................
            Beliau bercerita bahwa ibunya adalah seorang pedagang dipasar dan ayahnya yang awal gurunya memutuskan untuk berhenti menjadi guru dan mengikuti ibunya berjualan  kepasar karena pada saat itu gaji guru tidak seberapa. Bahkan dia sempat bercerita bahwa Ibunya jauh lebih sukses dalam bidang ekonomi dibandingkan dengan gaji guru ayahnya. Lalu dia memberikan kata-kata ini pada saya , ketika saat itu beliau tengah menanyakan kepada saya tentang saya kuliah dimana, lalu saya bercerita tentang kegagalan saya di snmptn dan sbmptn ...........beliau sempat menjudge saya adalah salah seorang murid yang punya riwayat nilai jelek disekolah sehingga tidak termasuk kedalam kategori para pemenang snmptn dan sbmptn, oh shit. Yes, I’m not smart............but I’m not stupid too much and  I always get the bad scores. PFFTTTTT.  Okay, its okay..its noprob. When I’m failed , i just tried to get every bad opinion and judging from many people. Dont annoyed with ppl just she/he judging you......you must to appreciated it to be better. Okay, forget it.
Beliau sempat berkata seperti ini : “Bahwa yang buta huruf itu bisa jauh lebih sukses dengan yang pintar membaca huruf” – beliau memaksudkan itu adalah ibunya. Yang saya ambil, mungkin beliau adalah sosok penyayang ibu, karena sejak kita memulai pembicaraan, dia sering sekali memuji ibunya, Subhanallah O:) .
            Beliau lalu memberi saya kata-kata ini “ Yang tidak pintar dengan yang pintar itu hasilnya bisa sama saja “ – katanya seperti memberi kuis kepada saya. Saya awalanya menebak itu hanya seperti orang yang pintar dan yang tidak itu sama saja. Tapi bukan itu letak jawabannya, dia lalu menjelaskan kepada saya mengenai 2 muridnya ketika disuruh meneliti tentang bakteri, si A yang pintar dan si B yang tidak pintar............pada saat presentasi keduanya memiliki kesimpulan yang sama, bahkan benar. Hanya saja cara penyampaianna berbeda, si A yang ketika proses observasi sangat berhati-hati dan teliti, sedangkan si B yang ketika proses observasi awur-awuran hanya menggunakan nalar saja . Lalu beliau menjelaskan, kurang lebih seperti ini “ Bahwa orang yang tidak pintar si B ini memiliki tekad yang kuat untuk bisa.........apabila mereka bekerja keras maka hasilnya bisa sama saja” . Okesip, aku mendapatkan kesimpulannya yaitu tentang A yang sudah bisa, dan si B sosok yang berusaha bisa. Sehingga maksud kedua beliau adalah , disaat kita jadi si A kita tidak perlu angkuh-sombong kepada orang-orang seperti B, karena itu sama saja kita merendahkan sang pencipta, karena pintar atau tidak dimata dimata dosen, tapi dimata tuhan tetaplah sama, yang membedakan hanyalah amal perbuatannya.  Tapi ketika menulis ini saya sambil berfikir, seandainya tadi saya terfikir ini mungkin saya akan menyanggahnya tadi...............kalau yang beliau maksudkan ingin menyeimbangkan antara orang pintar atau tidak, menurut saya contohnya saja sudah terlihat belum seimbang. Si B , walaupun hasilnya kesimpulannya benar, menurut saya tidak dibenarkan bahwa dia harus melakukan tahap observasi yang awur-awuran atau hanya sesuai nalarnya, karena saya rasa “kerja keras”yang dimaksudkan disini, akan lebih baik jika dia mengikuti tahap observasi yang baik.  Beberapa hal dinilai dari prosesnya bukan hasilnya – perlawanan saya , dan saya rasa beliau secara tidak langsung masih berpikir tentang hasil keduanya yang benar.
            Lalu,terakhir...............saya sempat semacam mewancarai beliau. Tanpa disadari oleh beliau saya menyalakan mesin perekam suara di hape saya. Saya ingat pembicaraan itu seperti ini :
Me : Pak saya mau tanya ini pak, bapakkan sudah pengalaman selama beberapa tahun  ini. Menurut bapak ini, apabila ada 2 orang. Yang A adalah seorang yang pintar dan Yang B adalah seorang yang berusaha ingin berusaha bisa. Yah tidak berusaha ingin pintar tapi setidaknya seimbang dengan A.  Itu bagaimana pak ?
Mr : Itu gimana apanya?baiknya?
Me : lho saya juga gatau pak apanya. Wkwklol
Mr : Kalau yang itu tadi, lebih baik yang diawal tidak bisa tapi niatnya untuk bisa untuk lebih menjamin kedepannya. Karena kadang yang pintar itu kadang lupa juga. Nanti ada akan kamu temui orang-orang seperti itu. Kalau orang jawa itu punya semboyan :
a.    Sawiji
Yaitu tuhan yang satu, yang diatas. Jadi percaya kepada tuhan, kalau kamu sudah mantap dengan keinginan dan tekad kamu , kamu harus percaya kepada tuhan. Karena segala sesuatu tuhan yang menentukan
b.    Greget ( Keinginan )
c.    Sengguh (Percaya Diri)
d.    Ora Mingkup (Pantang Mundur)
4 itu adalah semboyannya Sultan Agung ketika menyerang Jakarta.
Me : Ohh iyasip pak, *sambilmenyembutkan4semboyanitu* #eaal
Mr : Saya terhadap ilmu itu juga tidak terlalu ambisius. Yang buta huruf saja bisa lebih baik dibanding orang yang melek huruf.
Dan sekian dialognya, sebenernya pas saya play di data recorder panjang sih............tapi enggak penting juga ditulis disini semua. Bagian terakhir dialog yang saya tulis itu, sebenrnya agak nyindir......entah mengapa saya masih menganggap sebagian dari saya adalah sosok ambisius, tapi bukan ambisius dalam ilmu. Melainkan ambisius dalam bermimpi. #eaak

            Baiklah selamat mengambil kesimpulan ~ selamat malam.............dan jangan takut bermimpi .
 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template