Today, i met the
person who older than me.................
Dia adalah seorang lelaki yang cukup
berumur,karena saya kurang pandai untuk memperkirakan umur seseorang yah
entahlah berapa umurnya. Yang saya tahu waktu itu,dia datang ketempat itu untuk
menunggu cucunya yang sedang les ditempat bimbel itu. Lalu kami berbicara
banyak hal.
Bodohnya saya belum sempat menanyai
siapa namanya, yang saya tahu beliau hanya menyebutkan bahwa beliau adalah
dosen S2 Fakultas Pertanian UGM dan beliau bergelar S3 Pertanian di salah satu
Perguruan Tinggi di Fillipina setelah menghabiskan S2 Pertaniannya juga di
Universitas yang sama dan S1 Kedokteran UGM . I’m spechless- Menakjubkan, saya
sedang berbicara dengan orang yang sehebat ini. Lalu ditulisan ini, saya
berpikir “Apa saya hanya menganggap seorang hebat dari gelar yang didapatnya?”
entahlah-. Tapi tunggu,bahwasannya saya mengganggap beliau hebat karena
basiccally saya belum genap setahun ini baru saja merasakan betapa indahnya
jatuh sangat dalam ketika dinyatakan tidak lolos di ajang snmptn dan sbmptn.
Tapi ketika saya menanyai kepada beliau seperti ini kurang lebihnya “Pak, lah
jenengan niku kuliah sampe S3 itu biaya sendiri atau semacam beasiswa seperti
itu ? “ –dengan bahasa yang agak campur karena saya sendiri tidak begitu mahir
dalam krama jawa. Lalu beliau menjawab kurang lebih seperti ini, kalau saya
tidak lupa “ Oh,kalau dulu saya dek. Dapat beasiswa mulai dari S1 sampai S3 ,
waktu itu namanya apa yah ? *sambilmikirkerasbeliau* “ – jawabnya. Lalu saya
sambung “Oh, bidikmisikah pak? “ , dia menjawab “ Oh,bukan dulu belum ada
seperti itu.........” –jawabnya. Lalu saya “/emotoongaruk-garukkepala/ oiyading
ya pak....itukan baru aja yah. Wkwkw “ . Dengan cepat beliau menyam bung “ Itu
seperti ikatan dinas seperti dek, seperti uang dari negara........itu saja
nanti saya perharinya dikasih uang saku dari pondok,dan dari uang dari
pemerintah itu. “ – WAW BELIAU ANAK PONDOK. “...........Jadi saya itu dek,
sejak kuliah tidak pernah menggunakan uang ibu saya. Alhamdullilah seperti itu”
. Begitulah, okesip saya langsung speechless.............tapi wait bukan disitu
letak jawaban pertanyaan saya diawal ,beliau langsung menyambung “ sebenarnya
kalau jaman dulu itu, bukan tentang atau tidak. Tapi karena belum banyak yang
minat..........” – His say. Okay, itu mungkin letak jawabannya, tapi saya juga
masih gapaham itu maksudnya gimana. Okay,lupakan ....................ah jangan
ding jangan dilupakan, mari jadikan motivasi. Tapi bahwa sesungguhnya dimasa-masa seperti ini setahu saya hanya
orang-orang berotak pintar lah yang bisa mendapatkan beasiswa se-WAW itu. Kalau
dulu mungkin tentang sedikitnya pesaing, tapi kalau sekarang (alhamdullilah)
sudah banyak para generasi bangsa yang yang berotak pintar dan hebat,sehingga
persaingan otak is everywhere./
Ohyah, topik
lain...............................ternyata beliau memiliki team “Riset
Kedaerahan Klaten” , tapi beliau sempat bercerita sedikit bahwa team tersebut
agak sulit untuk berkembang. Kami juga sempat bercerita banyak tentang Klaten. Dia
berulangkali berbicara kepada saya bahwa “Orang
klaten itu sebenernya bisa-bisa......mereka hebat-hebat kalau mereka mau
berusaha dengan baik” . Lalu dia menarik saya kepembicaraan yang topiknya
saya kasih judul “saya malah baru tahu pak......” . Jadi begini beliau
bercerita bahwa jaman dulu, Klaten itu memiliki masa kejayaan, yang terkenal
dari daerah sini itu adalah Kain Lurik nya. Tapi.............nah ini dia sempat
menyambung seperti ini “Sebenernya orang klaten itu pintar-pintar, tapi kok
mereka memilih bupati yang seperti itu..........” – This gue gapaham apa
maksudnya, karena actually i dont know, who is bupati klaten -____- . Lalu
terjadi dialog seperti ini
Me : Lalu, apa
hubungannya dengan bupati klaten itu pak ?
Mr. : Dulu Lurik
itu terkenal dari klaten, bahkan sempat menjadi yang terbaik. Tapi sekarang
Lurik itu, sudah hilang. Kalah sama mereka yang sudah menggunakan mesin. Kan
bupatinya itukan kurang mengembangkan Lurik yang pembuatannya menggunakan
tangan itu.
Me : Oooo, saya
malah baru tahu pak. Kalau Lurik itu katakanlah Maskotnya Klaten
Mr : Iya itu
karena, Bupatinya itu tidak mau mengembangkan Lurik itu.
Ada
yang gue belum jelasin diatas, jadi sebelumnya saya sempat tanya kepada beliau
tentang apa saja hal yang dilakukan di team riset kedaerahan klaten, awalnya
saya pikir berupa tata kota atau pertanian peraiarannya. Ternyata yang dilakukan team itu semacam menghidupkan
kembali Harta Karunnya Klaten , yaitu Kain Lurik buatan tangan para Ibu-Ibu
asli Klaten (re : tenun) danlainlain.
Duh, gue sedikit
lupa apa aja yang disampain waktu itu. Tapi yang jelas beliau itu sempat cerita
tentang daerah/kecamatan asuhannya yang dibimbing buat melahirkan Lurik yang
perlahan hilang dari Klaten. Dan tempat bimbingannya adalah di Mlese Cawas . /
wait, Mlese itu cawas yah? Aku kira malah ceper..................../ . Lalu
saya teringat akan pabrik tenun depan rumah saya pas dipedan itu. Tanpa harus
saya deksripsikan dialognya, /soalnyapanjangbasa-basijuga/ . Beliaupun lalu menambahkan bahwa selain di
Mlese ,memangbenar adanya bahwa Pedan adalah satu-satunya daerah yang masih
asli kelurikannya karena memang sebagai peninggalan keturunan pembuat kain
lurik asli dari tangan menggunakan alat tenun bukan mesin. Bedanya kalau di
Mlese Perjain Lurik adalah hasil bimbingan dari team itu, sedangkan di Pedan
tetangga saya itu Perajin Lurik yang memang satu-satunya bertahan dari dulu,
sejak Lurik perlahan punah dari kabupaten kami nan kecil tapi tercinta
#eaaaaaaaaaaak. Secara tidak langsung saya sebagai orang pedang pun bangga,
mengingat pembuatnya adalah saudara satu trah dengan saya
................#apasih -__- . Dan yang lebih membanggakan dari point lurik
ini, sekaligus saya sebagain tetangga baru tahu, bahwa Perusahaan Lurik milik
Saudara saya ini ternyata sudah di ekspor ke mana yah ? /duhlupa/
/takutsalahsebut/ pokoknya luar negeri gitu, karena dari negara tetangga
memesan lurik digunakan sebagai tirai tempat tidur.
Nah, begitulah kurang lebihnya
mengenai Lurik yang saya tahu dari beliau. Lets we get the
point..........bahwasannya semodern
apapun keadaan dunia kita, jangan sampai kita lupa akan kebudayaan. Karena
sesungguhnya kebudayaan adalah hal yang paling mahal ditengah kemodern-an yang
dicari dan umum untuk semua manusia dibumi, biarkan sebuah kebudayaan menjadi
ciri khas untuk beberapa orang dan ijinkan kebudayaan kita (re : Lurik ) dapat
juga menjadi hal yang dicari dan digunakan secara umum .
The next....................beliau
lalu mengajak saya berbicara tentang suatu hal yang hebat dan belum sempat
diexpose dipermukaan. Dan alhamdullilah kalau saya jadi pelajar pertama yang
tahu mengenai hal ini. Sebelumnya , saya mungkin baru tahu bahwa Traktor yang biasa digunakan petani itu
adalah buatan Luar Negeri /duhpeaknya/ dari beliau saya tahu bahwa Traktor yang
biasa digunakan oleh sebagian petani Indonesia adalah buatan Luar Negeri,
okesip saya miris dengarnya. Lalu beliau bercerita kepada saya bahwa di suatu
daerah di Klaten, tepatnya di Politeknik
Manufacturer yang letaknya di ceper, sekolah tersebut berhasil membuat Traktor
Made In Ceper . Yang bahkan Traktor tersebut sudah dipesan oleh beberapa
perusahaan pertanian besar. DAEBAKKKKKK!
Traktor oh
traktor.................jadi Politeknik Manufacturer ini saat ini masih dalam
tahap improve ,iya namanya improve (sebuah kata yang terlontar dari pak dosen
dan saya hapalkan) . Improve adalah tahap dimana, barang yang dalam pengujian
tersebut masih dicari kekurangannya lalu masih diperbaiki segala kekurangannya
untuk menjadi barang yang lebih sempurna. /ini kesimpulan saya, karena beliau
sempat memberikan contoh seperti itu.................../ yah mari kita doakan
agar segera rilis ya. Jadi kerjasama antara team riset , bapak pembuat traktor
dan eks.kepsek smk pertanian.
Yah okesip, kurang lebihnya tentang
itu . Sebenarnya ada banyak , tapi pada dasarnya ada beberapa hal yang memang
tidak harus diexpose. Yah semoga secepat mungkin, Klaten yang katanya Kota
Bersinar ini benar-benar akan melahirkan kembali maskot-maskotnya
kebudayaan-kebudayaannya dll.
Yah semoga, para sainganku dari
klaten ketika snmptn dan sbmptn, yang sudah diterima di PTN Favorite. Semoga
mereka adalah generasi-generasi yang akan ikut serta dalam pembangunan Bangsa
Indonesia menuju Kejayaan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama perekonomian
dan kesejahteraan para rakyat didalamnya, tidak sekedar itu tapi mereka juga
insyallah adalah calon penerus, pelestari dan pelahir kembali Lurik – Gerabah
dan kebudayaan lain dari Klaten, bahkan semoga beberapa dari mereka atau bahkan
semua dari mereka adalah pelahir hal-hal hebat untuk Indonesia khusunya untuk
Kota mereka sendiri. Dan yang tidak menjadi pemenang dalam persaingan SNMPTN
dan SBMPTN kalian memiliki kesempatan
besar untuk menjadi Pelindung-Pelestari-Pelahir kebudayaan dan hal-hal hebat
dari Indonesia dalam hal yang sama seperti yang saya tulis diatas.
Selanjutnya tentang
motivasi.......................
Beliau bercerita bahwa ibunya adalah
seorang pedagang dipasar dan ayahnya yang awal gurunya memutuskan untuk
berhenti menjadi guru dan mengikuti ibunya berjualan kepasar karena pada saat itu gaji guru tidak
seberapa. Bahkan dia sempat bercerita bahwa Ibunya jauh lebih sukses dalam
bidang ekonomi dibandingkan dengan gaji guru ayahnya. Lalu dia memberikan
kata-kata ini pada saya , ketika saat itu beliau tengah menanyakan kepada saya
tentang saya kuliah dimana, lalu saya bercerita tentang kegagalan saya di snmptn
dan sbmptn ...........beliau sempat menjudge saya adalah salah seorang murid
yang punya riwayat nilai jelek disekolah sehingga tidak termasuk kedalam
kategori para pemenang snmptn dan sbmptn, oh shit. Yes, I’m not
smart............but I’m not stupid too much and I always get the bad scores. PFFTTTTT. Okay, its okay..its noprob. When I’m failed ,
i just tried to get every bad opinion and judging from many people. Dont annoyed
with ppl just she/he judging you......you must to appreciated it to be better. Okay,
forget it.
Beliau
sempat berkata seperti ini : “Bahwa yang buta huruf itu bisa jauh lebih
sukses dengan yang pintar membaca huruf” – beliau memaksudkan itu
adalah ibunya. Yang saya ambil, mungkin beliau adalah sosok penyayang ibu,
karena sejak kita memulai pembicaraan, dia sering sekali memuji ibunya,
Subhanallah O:) .
Beliau lalu memberi saya kata-kata
ini “ Yang tidak pintar dengan yang pintar itu
hasilnya bisa sama saja “ – katanya seperti memberi kuis kepada
saya. Saya awalanya menebak itu hanya seperti orang yang pintar dan yang tidak
itu sama saja. Tapi bukan itu letak jawabannya, dia lalu menjelaskan kepada
saya mengenai 2 muridnya ketika disuruh meneliti tentang bakteri, si A yang
pintar dan si B yang tidak pintar............pada saat presentasi keduanya
memiliki kesimpulan yang sama, bahkan benar. Hanya saja cara penyampaianna
berbeda, si A yang ketika proses observasi sangat berhati-hati dan teliti,
sedangkan si B yang ketika proses observasi awur-awuran hanya menggunakan nalar
saja . Lalu beliau menjelaskan, kurang lebih seperti ini “ Bahwa orang yang
tidak pintar si B ini memiliki tekad yang kuat untuk bisa.........apabila
mereka bekerja keras maka hasilnya bisa sama saja” . Okesip, aku mendapatkan
kesimpulannya yaitu tentang A yang sudah bisa, dan si B sosok yang berusaha
bisa. Sehingga maksud kedua beliau adalah , disaat kita jadi si A kita tidak
perlu angkuh-sombong kepada orang-orang seperti B, karena itu sama saja kita
merendahkan sang pencipta, karena pintar atau tidak dimata dimata dosen, tapi
dimata tuhan tetaplah sama, yang membedakan hanyalah amal perbuatannya. Tapi ketika menulis ini saya sambil berfikir,
seandainya tadi saya terfikir ini mungkin saya akan menyanggahnya
tadi...............kalau yang beliau maksudkan ingin menyeimbangkan antara
orang pintar atau tidak, menurut saya contohnya saja sudah terlihat belum
seimbang. Si B , walaupun hasilnya kesimpulannya benar, menurut saya tidak
dibenarkan bahwa dia harus melakukan tahap observasi yang awur-awuran atau
hanya sesuai nalarnya, karena saya rasa “kerja keras”yang dimaksudkan disini,
akan lebih baik jika dia mengikuti tahap observasi yang baik. Beberapa hal dinilai dari prosesnya bukan hasilnya
– perlawanan saya , dan saya rasa beliau secara tidak langsung masih berpikir tentang
hasil keduanya yang benar.
Lalu,terakhir...............saya
sempat semacam mewancarai beliau. Tanpa disadari oleh beliau saya menyalakan
mesin perekam suara di hape saya. Saya ingat pembicaraan itu seperti ini :
Me : Pak saya mau
tanya ini pak, bapakkan sudah pengalaman selama beberapa tahun ini. Menurut bapak ini, apabila ada 2 orang.
Yang A adalah seorang yang pintar dan Yang B adalah seorang yang berusaha ingin
berusaha bisa. Yah tidak berusaha ingin pintar tapi setidaknya seimbang dengan
A. Itu bagaimana pak ?
Mr : Itu gimana
apanya?baiknya?
Me : lho saya juga
gatau pak apanya. Wkwklol
Mr : Kalau yang
itu tadi, lebih baik yang diawal tidak bisa tapi niatnya untuk bisa untuk lebih
menjamin kedepannya. Karena kadang yang pintar itu kadang lupa juga. Nanti ada
akan kamu temui orang-orang seperti itu. Kalau orang jawa itu punya semboyan :
a. Sawiji
Yaitu
tuhan yang satu, yang diatas. Jadi percaya kepada tuhan, kalau kamu sudah
mantap dengan keinginan dan tekad kamu , kamu harus percaya kepada tuhan.
Karena segala sesuatu tuhan yang menentukan
b. Greget ( Keinginan )
c. Sengguh (Percaya Diri)
d. Ora Mingkup (Pantang Mundur)
4 itu adalah
semboyannya Sultan Agung ketika menyerang Jakarta.
Me : Ohh iyasip
pak, *sambilmenyembutkan4semboyanitu* #eaal
Mr : Saya terhadap
ilmu itu juga tidak terlalu ambisius. Yang buta huruf saja bisa lebih baik
dibanding orang yang melek huruf.
Dan sekian
dialognya, sebenernya pas saya play di data recorder panjang
sih............tapi enggak penting juga ditulis disini semua. Bagian terakhir
dialog yang saya tulis itu, sebenrnya agak nyindir......entah mengapa saya
masih menganggap sebagian dari saya adalah sosok ambisius, tapi bukan ambisius
dalam ilmu. Melainkan ambisius dalam bermimpi. #eaak
Baiklah selamat mengambil kesimpulan
~ selamat malam.............dan jangan takut bermimpi .

