Senin, 20 April 2015

GIVE ME THE RIGHT TITLE FOR THAT



Dalam tiap denting waktu yang berganti dalam satuan detik,menit atau jam. Disitulah kenangan itu bertahan dan muncul. Seperti halnya semua yang berlalu, yang terlampaui sudah dan tidak lagi sama akan berakhir menjadi kenangan pula. Seandainya kenangan itu tidak pernah ada, seandainya otak manusia tidak didesain untuk menciptakan memori yang berbentuk kenangan itu; mungkin suatu yang menyakitkan akan benar-benar hilang wujudnya tanpa harus berbekas. Seandainya kenangan itu tidak pernah benar-benar ada dalam hidup manusia, mungkin apa dan siapa yang ingin kita lupakan; akan benar-benar hilang dan kalaupun kembali itu akan kembali dengan damai, tanpa harus ada canggung dan tanpa harus mengingat luka.
Beberapa benda atau hal didunia ini selalu berarti atau berfungsi sama seperti kata sifat setelah subjeknya. Sebut saja “teman baik” dia akan berarti teman yang bersifat baik, “pelangi indah” dia akan berarti pelangi yang melukiskan keindahan. Berbeda dengan kenangan, kenangan sama seperti beberapa hal kebanyakan yang diikuti dengan kata sifat setelahnya, namun…………perhatikan “kenangan indah” ini berarti suatu kenangan yang benar-benar terperinci secara indah alurnya, tapi justru kenangan ini bisa menjadi duri untuk beberapa orang yang berusaha tidak ingin mengingatnya. Kalaupun ada “kenangan buruk” yang berarti mengenai hal yang sudah terlewat dengan detail kejadian yang buruk/memalukan/menyedihkan , tapi……….tidak serta merta kenangan itu selalu dilupakan, selalu ingin dibuang. Beberapa orang mengingat kenangan itu untuk menghapus adannya kenangan indah, mereka menggunakan itu membuang yang disebut kenangan indah lalu berujung dengan kebencian yang ditanam oleh pelakunya sendiri.
            Sungguh, seandainya……….kenangan itu tidak pernah ada. Bukankah tidak perlu bersusah payah melepaskan semua, membuang semua tanpa harus menanamkan kebencian terlebih dahulu. Seandainya kenangan tidak pernah ada, mungkin keinginan melupakan siapa dan apa itu akan terkabul tanpa kita harus menyiksa diri kita sendiri

Senin, 20 April 2015

GIVE ME THE RIGHT TITLE FOR THAT



Dalam tiap denting waktu yang berganti dalam satuan detik,menit atau jam. Disitulah kenangan itu bertahan dan muncul. Seperti halnya semua yang berlalu, yang terlampaui sudah dan tidak lagi sama akan berakhir menjadi kenangan pula. Seandainya kenangan itu tidak pernah ada, seandainya otak manusia tidak didesain untuk menciptakan memori yang berbentuk kenangan itu; mungkin suatu yang menyakitkan akan benar-benar hilang wujudnya tanpa harus berbekas. Seandainya kenangan itu tidak pernah benar-benar ada dalam hidup manusia, mungkin apa dan siapa yang ingin kita lupakan; akan benar-benar hilang dan kalaupun kembali itu akan kembali dengan damai, tanpa harus ada canggung dan tanpa harus mengingat luka.
Beberapa benda atau hal didunia ini selalu berarti atau berfungsi sama seperti kata sifat setelah subjeknya. Sebut saja “teman baik” dia akan berarti teman yang bersifat baik, “pelangi indah” dia akan berarti pelangi yang melukiskan keindahan. Berbeda dengan kenangan, kenangan sama seperti beberapa hal kebanyakan yang diikuti dengan kata sifat setelahnya, namun…………perhatikan “kenangan indah” ini berarti suatu kenangan yang benar-benar terperinci secara indah alurnya, tapi justru kenangan ini bisa menjadi duri untuk beberapa orang yang berusaha tidak ingin mengingatnya. Kalaupun ada “kenangan buruk” yang berarti mengenai hal yang sudah terlewat dengan detail kejadian yang buruk/memalukan/menyedihkan , tapi……….tidak serta merta kenangan itu selalu dilupakan, selalu ingin dibuang. Beberapa orang mengingat kenangan itu untuk menghapus adannya kenangan indah, mereka menggunakan itu membuang yang disebut kenangan indah lalu berujung dengan kebencian yang ditanam oleh pelakunya sendiri.
            Sungguh, seandainya……….kenangan itu tidak pernah ada. Bukankah tidak perlu bersusah payah melepaskan semua, membuang semua tanpa harus menanamkan kebencian terlebih dahulu. Seandainya kenangan tidak pernah ada, mungkin keinginan melupakan siapa dan apa itu akan terkabul tanpa kita harus menyiksa diri kita sendiri
 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template