Dalam tiap
denting waktu yang berganti dalam satuan detik,menit atau jam. Disitulah
kenangan itu bertahan dan muncul. Seperti halnya semua yang berlalu, yang
terlampaui sudah dan tidak lagi sama akan berakhir menjadi kenangan pula.
Seandainya kenangan itu tidak pernah ada, seandainya otak manusia tidak
didesain untuk menciptakan memori yang berbentuk kenangan itu; mungkin suatu
yang menyakitkan akan benar-benar hilang wujudnya tanpa harus berbekas.
Seandainya kenangan itu tidak pernah benar-benar ada dalam hidup manusia,
mungkin apa dan siapa yang ingin kita lupakan; akan benar-benar hilang dan
kalaupun kembali itu akan kembali dengan damai, tanpa harus ada canggung dan
tanpa harus mengingat luka.
Beberapa
benda atau hal didunia ini selalu berarti atau berfungsi sama seperti kata
sifat setelah subjeknya. Sebut saja “teman baik” dia akan berarti teman yang
bersifat baik, “pelangi indah” dia akan berarti pelangi yang melukiskan
keindahan. Berbeda dengan kenangan, kenangan sama seperti beberapa hal
kebanyakan yang diikuti dengan kata sifat setelahnya, namun…………perhatikan
“kenangan indah” ini berarti suatu kenangan yang benar-benar terperinci secara
indah alurnya, tapi justru kenangan ini bisa menjadi duri untuk beberapa orang
yang berusaha tidak ingin mengingatnya. Kalaupun ada “kenangan buruk” yang
berarti mengenai hal yang sudah terlewat dengan detail kejadian yang
buruk/memalukan/menyedihkan , tapi……….tidak serta merta kenangan itu selalu
dilupakan, selalu ingin dibuang. Beberapa orang mengingat kenangan itu untuk menghapus
adannya kenangan indah, mereka menggunakan itu membuang yang disebut kenangan
indah lalu berujung dengan kebencian yang ditanam oleh pelakunya sendiri.

