Hari
ini aku baru saja mencoba menyelesaikan salinan ku mengenai pembelajaran Shofie
temanku yang dengan beruntungnya pernah mencicipi pahit manisnya suasana
Kampung Inggris di Pare. Tapi, ditengah-tengah tulisan yang berjajar membentuk
kalimat yang didalamnya terkandung berbagai makna berkaitan dengan grammar di
bidang yang sedang kutekuni ini. Tiba-tiba saja, tulisanku memudar………………tinta
pena yang kupakai hampir saja menyisakan ruangan isi tinta pena yang semula
berisi tinta hitam setengahnya kini malah terlihat kosong lebih dari
setengahnya; bahkan terlihat akan segera lengah dari tinta-tinta itu. Tahu apa
yang didapatkan oleh penulis ini, warna tulisan yang memudar itu indah, dia
membawa warna tersendiri ketika si penulis diawal tadi disibukkan dengan warna
hitam berjajar dari awal pragraf.
Seringkali
kita tidak menyadari betapa suatu hal yang berbeda itu indah dan menyenangkan
untuk dinikmati. Beberapa waktu sebelum suatu hal yang berbeda datang kita
terkukung dalam perasaan bahagia atau biasa saja; saking bahagia atau normalnya
perasaan kala itu, kita menjadi terbuai dengan keinginan untuk tidak ingin
melepaskan atau sekedar kehilang hal tersebut. Iya kita bertahan, bertahan
entah karena tidak ingin perasaan bahagia itu sirna, entah karena ingin terus
berdamai dengan situasi tanpa ada embel-embel tekanan kanan kiri, atau karena
situasi saat ini sudah lebih baik biarpun terkesan flat tapi setidaknya tidak
ada yang harus dipusingkan. Mungkin kita memang tidak merasa bosan, saking
tidak pernah merasa bosan kita sampai lupa bahwa disana ada hal berbeda yang
harus kamu coba. Tidak, tidak……….jangan mencoba, sebuah hasil atas apa yang
kamu lakukan selalu datang seperti misteri jadi lebih baik jangan sekali-kali
mencoba terlebih jikalau kau sedang dalam situasi berdamai dengan sekitar.
Jadi, kalian ingin pilih mana? Tetap bertahan dengan apapun alasannya atau
………………..mencoba sesuatu yang baru?
Tanpa
kita harus mencoba, sesuatu yang baru akan benar-benar datang. Menguji seberapa
hebatnya Makhluk ciptaan Tuhan ini. Jangan disebut menguji, terdengar sangat
menakutkan, panggil saja menggoda agar lebih terlihat menantang. Iya seperti tinta pada pena yang tiba-tiba
saja memudarkan warnanya menjadi keabu-abuan, sungguh bukan hal yang diharapkan
oleh penulis atau dapat diprediksi kehadirannya. Tapi, mari kita menikmati.
Warna keabu-abuan itu indah, berbeda dengan hitam; walaupun hampir, tapi
tetaplah berbeda jika melihat keabu-abuan itu diujung sebuah paragraf yang
sejak awal sudah tertulis dengan tinta hitam.

