Senin, 04 Mei 2015

RANCAU



          Apa kamu bisa melihat fatamorgana? Iya, fatamorgana. Sesuatu hal yang tidak benar-benar ada seperti yang terlihat oleh kedua mata ini. Ada banyak hal yang kita anggap ada, tapi tidak benar-benar ada. Tidak banyak pula yang kita anggap bayangan justru benar-benar ada. Lalu dimana letak pembenaran sebuah perkiraan? Berhentilah mengira, tapi bukankah sebagai manusia kita dituntut untuk selalu berpikiran baik; seburuk apapun sebuah hal terjadi. Dibanding menyalahkan dan terus menyesalkan bukankah lebih baik melepaskan-melupakan. Dan yah, anggap saja semua baik-baik saja. Menjadi manusia yang tiada habisnya untuk berpikiran positif, hanya ingin berusaha berdamai dengan situasi yang ada dan berusaha mempertahankan apa-apa yang seharusnya tidak hancur hanya karena hal-hal sepele.
          Kenapa kamu bercerita hal berbeda dari kenyataanya? Kamu berbohong, iya memang berbohong. Tapi tidakkah kamu memang tidak pernah mengerti alasannya. Aku sedang berusaha menjaga nama baik seseorang, dan nama baikku sendiri. Aku melakukan segala sesuatunya dengan berpikiran panjang, bahkan aku tidak tahu yang berusaha berpikiran panjang justru malah menjatuhkan sebuah hubungan yang ada. Aku sedang menyelamatkan situasi jikalau hal buruk itu benar-benar terjadi, setidaknya tidak berpengaruh pada penonton yang lain jikalau kita berada dalam satu stage.
          Ah, lalu petir membangunkan tidur panjang sang putri tidur. Lalu penyihir pun menyuruhnya melihat segala sesuatu lebih realistis. Bahwa mimpi hanyalah mimpi, tidak pernah berarti apa-apa seperti yang terlihat. Putri tidur sempat melawan karena dia merasa selalu disiksa oleh mimpinya, tapi penjelasan yang selalu ia terima dari nenek sihir tiap dibangun tidurnya dan memang hal-hal sekitar yang tidak pernah mengirimkan arti mimpi. Membuatnya sadar, bahwa mimpi hanyalah mimpi yang tidak pernah berarti apa-apa, hanyalah bunga tidur yang sering disebut bunga; tapi justru mengganggu. Bahwasannya, tidur yang nyenyak adalah tidur terlelap tanpa mimpi dan terbangun bahagia; bukan nestapa.

Senin, 04 Mei 2015

RANCAU



          Apa kamu bisa melihat fatamorgana? Iya, fatamorgana. Sesuatu hal yang tidak benar-benar ada seperti yang terlihat oleh kedua mata ini. Ada banyak hal yang kita anggap ada, tapi tidak benar-benar ada. Tidak banyak pula yang kita anggap bayangan justru benar-benar ada. Lalu dimana letak pembenaran sebuah perkiraan? Berhentilah mengira, tapi bukankah sebagai manusia kita dituntut untuk selalu berpikiran baik; seburuk apapun sebuah hal terjadi. Dibanding menyalahkan dan terus menyesalkan bukankah lebih baik melepaskan-melupakan. Dan yah, anggap saja semua baik-baik saja. Menjadi manusia yang tiada habisnya untuk berpikiran positif, hanya ingin berusaha berdamai dengan situasi yang ada dan berusaha mempertahankan apa-apa yang seharusnya tidak hancur hanya karena hal-hal sepele.
          Kenapa kamu bercerita hal berbeda dari kenyataanya? Kamu berbohong, iya memang berbohong. Tapi tidakkah kamu memang tidak pernah mengerti alasannya. Aku sedang berusaha menjaga nama baik seseorang, dan nama baikku sendiri. Aku melakukan segala sesuatunya dengan berpikiran panjang, bahkan aku tidak tahu yang berusaha berpikiran panjang justru malah menjatuhkan sebuah hubungan yang ada. Aku sedang menyelamatkan situasi jikalau hal buruk itu benar-benar terjadi, setidaknya tidak berpengaruh pada penonton yang lain jikalau kita berada dalam satu stage.
          Ah, lalu petir membangunkan tidur panjang sang putri tidur. Lalu penyihir pun menyuruhnya melihat segala sesuatu lebih realistis. Bahwa mimpi hanyalah mimpi, tidak pernah berarti apa-apa seperti yang terlihat. Putri tidur sempat melawan karena dia merasa selalu disiksa oleh mimpinya, tapi penjelasan yang selalu ia terima dari nenek sihir tiap dibangun tidurnya dan memang hal-hal sekitar yang tidak pernah mengirimkan arti mimpi. Membuatnya sadar, bahwa mimpi hanyalah mimpi yang tidak pernah berarti apa-apa, hanyalah bunga tidur yang sering disebut bunga; tapi justru mengganggu. Bahwasannya, tidur yang nyenyak adalah tidur terlelap tanpa mimpi dan terbangun bahagia; bukan nestapa.
 
EBBELL STORIES Blogger Template by Ipietoon Blogger Template